Sudahkah Kita Pantas disebut Anak Maria?

Renungan Harian Misioner
Senin, 01 Juni 2020
P. SP. Maria Bunda Gereja
Kej 3:9-15, 20 atau Kis 1:12-14; Mzm 87:1-2,3,5,6-7; Yoh. 19:25-34

Sudah cukup dini, Gereja memandang Maria, Ibu Yesus, sebagai junjungannya, atas dasar iman mereka kepada Anaknya, Yesus, Sang Guru, Sang Sahabat. Sahabat itulah yang dalam sapaan-Nya kepada Yohanes di Golgota, menunjuk Ibu-Nya menjadi Ibu murid-Nya dan murid-Nya sebagai anak-anak Bunda Maria, yang menyimpan segala misteri itu dalam hatinya. Oleh sebab itu, cukup dini bakti kepada Bunda Maria merupakan tradisi penting dalam Gereja.

BACAAN PERTAMA – Kisah Para Rasul 1:12-14: Para Rasul bergabung dengan sejumlah perempuan dan Bunda Yesus untuk berdoa dan melanjutkan paguyuban mereka sebagai pengikut Yesus. Mereka dikabarkan sebagai ‘bertekun bersama dalam hati dan berdoa’. Dengan demikian, mereka membangun persaudaraan, yang melanjutkan ‘jalan bersama Yesus’ sebelum itu. Kecuali itu, mereka mengorientasikan diri kepada Allah Bapa, melalui doa; seperti Yesus juga sering mengisi sebagian hidupnya dengan komunikasi kepada Bapa, melalui doa. Persahabatan mereka memang mengandung sifat manusiawi dari orang-orang yang lama seperjalanan di samping Yesus, tetapi terutama dalam naungan Sang Sahabat, yang sudah menghadap BapaNya.

KIDUNG ANTAR BACAAN – Mazmur 87:1-2.3.5.6-7: para kaum beriman menyatukan diri dengan semua orang lain dalam berbakti kepada Allah. Dalam bakti itu, mereka menemukan damai yang sejati. Situasi dasar itu penting digarisbawahi, karena kebencian anak buah Imam Agung dan kaum Farisi kepada Yesus tidaklah boleh dipandang sepele. Oleh sebab itu, iman benar-benar menguatkan mereka.

BACAAN INJIL – Yohanes 19:25-34: Pada saat terakhir, Yesus memberikan warisan berharga kepada Yohanes dan para murid lain. Ibunya dipercayakan-Nya kepada mereka dan mereka diminta untuk ‘meng-ibu’ kepadanya. Dengan cara itu, ikatan antara Maria dengan Jemaat Yesus, bukanlah sekedar buah dari peristiwa sosial, dari sejumlah orang yang sering berjumpa dan jalan Bersama, melainkan sesuatu yang bersifat Kristologis, yakni berkaitan erat dengan seluruh Pribadi Kristus. Pernyataan itu juga mengatasi kejadian manusiawi belaka, melainkan merupakan kejadian, yang membentuk suatu segi istimewa dalam Paguyuban Umat Beriman. Oleh sebab itu, kalau hari ini disebut sebagai Pesta Wajib, itu merupakan ungkapan terimakasih umat kepada Bunda Maria dan kepada Sang Kristus pula, yang mau menyatukan umat dengan Sang Ibu.

Peristiwa Gereja dengan Bunda Maria itu dikaitkan dengan pernyataan, bagaimana Yesus disambut para murid dalam babak terakhir kehidupan-Nya di bumi.

Refleksi: Marilah kita memeriksa hidup kita, sejauh manakah kita pantas disebut sebagai anak Maria? Apakah kita mengajak rekan-rekan kita untuk semakin lama semakin berbakti kepada Bunda Maria secara penuh iman kepada Tuhan Yesus Kristus, Anak Maria. Apakah kita berziarah dan mendoakan, doa-doa Maria dengan penuh bakti, ataukah hanya ‘asal berdoa saja?

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Menempuh Jalan Hati: Semoga saudara-saudara kita yang sedang menderita bisa menemukan jalan hidup yang mengantar mereka untuk dapat disentuh oleh Hati Kudus Yesus. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para petani: Semoga pemerintah dan pihak-pihak yang berwenang, berkehendak kuat untuk membantu dan berpihak pada kelangsungan dan kesejahteraan hidup para petani. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami menggabungkan diri dengan Hati Yesus yang Mahakudus agar dari lubuk hati yang terdalam atau sungguh-sungguh mengusahakan keadilan bagi seluruh bangsa kami. Kami mohon…

Amin

One thought on “Sudahkah Kita Pantas disebut Anak Maria?

  1. I’d like a prayer for my husband,He is a moslem but He’d like to Merry me in Jesus name on last year May 25 2019,but now l don’t know where is He ,felt like a painful in my life right now,every single time l lost contact him ,I just pray & pray everyday to find him,Oh Lord Jesus take my husband to me,l am waiting for him really now Amen😭😭😭😭🙏🙏🙏

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s