Bersaksi di Tengah Keraguan Berbagai Pihak

Renungan Harian Misioner
Rabu, 03 Juni 2020
P. S. Karolus Lwanga, dkk
2Tim. 1:1-3,6-12; Mzm. 123:1-2a,2bcd; Mrk. 12:18-27

Misi : Memastikan diri untuk bersaksi tentang Kristus yang bangkit dan kehidupan kekal di tengah keraguan berbagai pihak.

Injil Markus hari ini mengedepankan pertanyaan kedua dari empat pertanyaan dalam Markus 12:13-37, yang dijawab Yesus. Sementara Surat Paulus kepada Timotius, meneguhkan Timotius agar tidak ragu dan malu bersaksi tentang Kristus yang bangkit.

Kaum Saduki adalah kelompok kategorial sosio-spiritual yang menjadi bagian persekutuan dengan Imam-imam Bait Allah, namun tidak mengakui kebangkitan. Tanggapan Yesus atas pertanyaan mereka begitu tegas yakni: Mereka yang tidak percaya pada Kebangkitan badan adalah SESAT. Kesesatan Kaum Saduki diukur dari Kebenaran: Allah Yang KEKAL hanya boleh disembah oleh mereka yang mengakui adanya Kehidupan Kekal.

Keberanian Yesus menentang pandangan Kaum Saduki berpegang pada tiga kebenaran iman. Pertama: Allah Yang Kekal hanya boleh disembah oleh mereka yang mengalami hidup kekal, dan Allah yang disembah adalah Allah Orang Hidup bukan Allah orang mati; Kedua: Yesus-lah Jalan, Kebenaran dan Hidup (Yoh. 14:6). Ketiga: Yesus-lah Kebangkitan dan Hidup (Yoh. 11:25).

Setiap orang yang memiliki arah serta tujuan hidup menuju Kristus akan memperoleh hidup kekal (bdk. Yoh. 17:2). Allah yang kekal harus disembah oleh mereka yang mengalami hidup kekal serta memandang kemuliaan Allah dan kemuliaan Kristus (bdk. Yoh. 17:24).

Pegangan iman kita: Kristus adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup, Dia-lah Kebangkitan dan hidup; barang siapa percaya kepada-Nya akan beroleh hidup kekal serta memandang kemuliaan Allah. Maka tugas kita yakni berani dan tanpa ragu mewartakan Kristus Yang Bangkit bertumpu pada pegangan iman tersebut.

Tanggung jawab Iman Sebagai Pengikut Kristus yakni berani menghantar orang lain keluar dari keraguan iman menuju kepastian iman karena kita memiliki:

• Arah rohani yang jelas yakni Kristus dan kehidupan kekal;
• Pengalaman rohani, karena kita boleh mengalami semua perbuatan baik Allah.
• Pegangan rohani, yakni Kebenaran dan Firman dalam Diri Kristus.

Di tengah persinggungan iman dengan kemajuan teknologi ini, kita bisa terpapar keletihan dan kelelahan iman bahkan terperangkap dalam karakter kaum Saduki. Maka hendaknya kita memiliki Kemantapan iman, agar sanggup berdiri kokoh seperti Paulus yang tidak pernah merasa malu dan gentar dalam mewartakan Kristus, sekalipun dihimpit beragam tantangan.

Keberanian dan kemampuan bersaksi, tidak terlepas dari ketaatan dan tindakan iman. Pernyataan tegas Yesus kepada kaum Saduki: “Kamu benar-benar sesat”, menunjukkan Ketaatan Kristus kepada Sang Bapa serentak membuktikan tindakan kesaksian bahwa Allah kaum beriman adalah Allah Orang hidup, dan Kristus-lah Kebangkitan, Kebenaran dan Hidup.

Keberanian untuk bersaksi secara efesien, efektif dan berkelanjutan, tidak terlepas dari ketaatan dan tindakan iman. Ketaatan dan tindakan iman berarti memberi diri untuk melaksanakan perintah Tuhan (bdk. 16:15, 20).

Keberanian kita untuk terus bersaksi tentang Kristus akan membawa kita pada suatu cita rasa iman yakni kenikmatan rohani-kenikmatan iman. Kelelahan dan ketakutan bersaksi terjadi ketika kita tidak menikmati iman kita, bahkan tidak mengalami sukacita dalam iman akan Kristus.

Kenikmatan dan sukacita iman hanya terjadi ketika kita senantiasa berada dan tinggal di dalam Kristus dan Kristus di dalam kita sehingga kita beroleh buah berlimpah dan tidak dibuang keluar dari kasih dan sukacita Kristus (bdk. Yoh. 15:5-6).

Marilah kita meningkatkan kegairahan untuk bersaksi karena kita memiliki Arah dan Orientasi Iman yakni Kristus dan Kebangkitan menuju Kehidupan kekal. Amin.

(RP. Hiasintus Ikun, CMF – Dirdios KKI Keuskupan Palangkaraya)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Menempuh Jalan Hati: Semoga saudara-saudara kita yang sedang menderita bisa menemukan jalan hidup yang mengantar mereka untuk dapat disentuh oleh Hati Kudus Yesus. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para petani: Semoga pemerintah dan pihak-pihak yang berwenang, berkehendak kuat untuk membantu dan berpihak pada kelangsungan dan kesejahteraan hidup para petani. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami menggabungkan diri dengan Hati Yesus yang Mahakudus agar dari lubuk hati yang terdalam atau sungguh-sungguh mengusahakan keadilan bagi seluruh bangsa kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s