Pertarungan Antara Kebenaran Sejati dan Kepalsuan

Renungan Harian Misioner
Rabu, 10 Juni 2020
P. S. Hendrikus Balzano
1Raj 18:20-39; Mzm 16:1-2a.4.5.8.11; Mat 5:17-19

MISI: Menjadi pelaku dan pejuang hukum kasih dan kebenaran sejati untuk menyingkirkan pendewaan terhadap kepalsuan dan kehebatan dunia sesaat.

Iman bermula dari kerelaan Allah ‘di dalam’ dan ‘karena’ Kasih-Nya untuk mewahyukan diri-Nya secara sempurna di hadapan kemampuan manusia yang terbatas. Iman yang benar berakar kokoh pada keikhlasan manusia menerima kebenaran dan firman yang disampaikan Allah.

Pertarungan antara Elia dengan para pemuja Baal menjadi simbol pertarungan antara kebenaran sejati dengan kepalsuan, antara kesejatian iman dengan pemuja dewa-dewa. Elia sungguh yakin bahwa Yahwe adalah Allah kaum beriman bukan allah para berhala.
Pegangan Iman Elia dalam kompetisi iman ini adalah Allah yang telah mewahyukan diri-Nya dengan segala Kekudusan, Kemuliaan dan Kuasa-Nya. Dia-lah Allah yang patut disembah dan dimuliakan, yang senantiasa berpihak kepada mereka yang percaya serta berlindung pada-Nya.

Kepastian Iman Elia bersama umat Israel membuahkan hasil. Allah mendengarkan seruan Elia, maka Api Tuhan menyambar habis semua kurban bakaran Elia di atas mezbah.

Sementara dalam Mat. 5:17-19, Yesus memberi artikulasi tentang relasi tak tersekatkan antara Diri-Nya dengan Hukum Taurat dan Tradisi Yahudi. Pesan iman dari Artikulasi ini adalah: Pertama, Kedatangan Yesus untuk menyempurnakan sejarah keselamatan yang telah dimulai Allah melalui para nabi, serta melengkapi perintah dan hukum keselamatan, yang telah dimaklumatkan para nabi. Tindakan penyempurnaan itu dilakukan Yesus melalui semua Sabda dan Karya-Nya, bahkan diselebrasikan dalam peristiwa Salib dan Kemuliaan.

Kedua, Yesus, dengan Otoritas Tertinggi-Nya, menyingkapkan misi dan makna terdalam Perjanjian Lama; menafsirkan dan menyempurnakan Hukum Taurat, pesan para nabi dan tradisi Yahudi secara otentik, sesuai konteks, perubahan dan perkembangan serta tantangan-tantangan kekinian.

Ketiga, semua perkataan dan perbuatan Yesus, seluruh hidup-Nya merupakan isi penafsiran dan penyempurnaan hukum Taurat dan pesan para nabi.

Keempat, kehadiran Yesus memberi pesan yang begitu tegas bahwa para murid-Nya harus menemukan otentisitas dan kebenaran yang sempurna dalam diri Yesus sebagai kesempurnaan isi Hukum Taurat dan Hukum Kasih.

Mencermati dengan ketajaman nalar dan kejernihan nurani kenyataan sekarang:
• Dunia kita sedang menjadi panggung pertarungan antara Kebenaran – Kepastian iman dengan berbagai aksi kepalsuan yang terus merongrong kebenaran, kebaikan, kejujuran, keadilan dan kedamaian.
• Tuhan, Iman serta semua ajaran dan misi Gereja sedang diperhadapkan dengan para pemuja harta, kuasa, jabatan, pujian. Kerinduan rohani serta kenikmatan iman sedang ditantang oleh kesenangan – kebahagiaan sesaat, dan kemewahan dunia.

Maka gerakan rohani kita adalah:
• Allah yang kita imani adalah Allah kebenaran dan kehidupan. Berpeganglah pada kebenaran iman, dan percayalah pada Allah yang benar, dalam diri Yesus Putra-Nya.
• Sebagai Pengikut Kristus, hendaknya kita memiliki kemantapan iman untuk mempertahankan kebenaran iman serta menemukan nilai luhur keselamatan yang terkandung dalam hukum keselamatan.
• Oleh kebanggaan iman, kita menjadi pelaku hukum keselamatan dan hukum kasih. Iman yang kreatif akan memampukan kita untuk menafsirkan secara benar dan tepat semua pesan Yesus dalam hukum kasih serta Sabda-Nya, sesuai perkembangan situasi.
• Kitapun diundang Yesus untuk merangkai relasi mantap dengan hukum kasih dan tradisi Gereja, sambil membuka diri pada setiap perkembangan dan perubahan yang ada, sehingga kita mampu menerapkan tradisi dan hukum kasih secara tepat demi menata kesetiaan iman kita pada Kristus Tuhan. Amin.

(RP. Hiasintus Ikun, CMF – Dirdios KKI Keuskupan Palangkaraya)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Menempuh Jalan Hati: Semoga saudara-saudara kita yang sedang menderita bisa menemukan jalan hidup yang mengantar mereka untuk dapat disentuh oleh Hati Kudus Yesus. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para petani: Semoga pemerintah dan pihak-pihak yang berwenang, berkehendak kuat untuk membantu dan berpihak pada kelangsungan dan kesejahteraan hidup para petani. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami menggabungkan diri dengan Hati Yesus yang Mahakudus agar dari lubuk hati yang terdalam atau sungguh-sungguh mengusahakan keadilan bagi seluruh bangsa kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s