Jangan Disesatkan oleh Anggota Tubuhmu!

Renungan Harian Misioner
Jumat, 12 Juni 2020
P. S. Yohanes Fakundus
1Raj. 19:9a,11-16; Mzm. 27:7-8a,8b-9abc,13-14; Mat. 5:27-32

“Jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu” dan “jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu”. Teks Injil hari ini tampaknya agak keras dan sekaligus menuntut. Apa sebenarnya yang dimaksudkan oleh Yesus dengan sabda-Nya ini? Apakah Yesus menghendaki agar kita melakukan hal yang demikian? Malah sebaliknya, Yesus ingin agar kita memiliki kepenuhan hidup. Apa arti dari kepenuhan hidup ini? Kita menyadari bahwa hidup kita justru terbangun dari berbagai relasi yang kita miliki. Dan kita hanya akan menemukan makna dalam hidup ini bila kita bisa membangun relasi yang baik dengan Allah maupun sesama.

Dalam konteks inilah kita dapat memahami apa yang dikatakan Yesus berkaitan dengan perzinahan. Yesus bahkan dengan tegas mengatakan bahwa, “setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah, dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah”. Apa yang menjadi pemahaman Yesus tentang perzinahan? Bagi Yesus, perzinahan yang adalah ketidaksetiaan dalam relasi suami-isteri, merupakan dosa yang terburuk karena tidak hanya menyakiti pribadi sendiri tetapi juga orang lain; menghancurkan keluarga, anak-anak, dan relasi sosial. Dalam perzinahan, ada banyak dosa yang menyertainya; kebohongan, kemarahan, kebencian, dan kekerasan. Dan ini membuat seseorang tetap hidup dalam dosa.

Dalam Kitab Suci pun, perzinahan seringkali digunakan untuk menggambarkan hubungan manusia dengan Allah. Dengan demikian, ketidaksetiaan dalam relasi manusia juga memengaruhi relasi kita dengan Tuhan, karena bagaimanapun cinta Tuhan secara intrinsik terikat dengan cinta manusia. Sebagai konsekuensinya, karena relasi suami-isteri itu sangat penting untuk mencapai kebahagiaan dalam hidup, maka Yesus memberikan tuntutan yang sangat radikal, yakni “memotong” atau “mencungkil” apa pun yang menghalangi kita untuk menghidupi Injil secara utuh. Dengan kata lain, kita harus melakukan segala yang kita bisa untuk menghindari dosa. Apa gunanya kita memiliki sesuatu dengan mengorbankan hal yang lebih besar?

Kita juga menyadari bahwa segala sesuatu itu berakar dari hati. Hati menjadi pusat segala kebaikan dan kejahatan. Dari hati mengalir hal-hal yang baik, namun dari hati juga datang perbuatan-perbuatan jahat dan dosa. Dalam konteks inilah kita bisa memahami juga apa yang dimaksudkan oleh Yesus, “berzinah di dalam hati”. Bila hati tidak mengolah dengan baik apa yang dilihat, maka buah yang keluar adalah tindakan kejahatan dan dosa. Di sinilah Yesus memberikan pesan moral kepada para pendengar-Nya dan juga kita agar menggunakan hati kita dengan baik untuk mengolah setiap pesan yang ditangkap indra. Meskipun kita tidak melakukan tindakan secara nyata, tetapi pikiran kita sudah cukup untuk menunjukkan niat hati kita. Dengan demikian, secara prinsip kita telah melakukan perzinahan.

Nasihat Yesus yang terakhir tentang dosa dalam relasi suami-istri mengajak kita untuk lebih mendalami relasi kita dengan Allah. Gereja menempatkan relasi suami-istri seperti relasi Allah dan Gereja-Nya. Pengingkaran komitmen yang telah dibangun mencederai relasi suami-istri tetapi juga berdampak secara luas dalam relasi dengan Allah sendiri. Di bagian Injil yang lain, Yesus mengatakan, Musa memberikan izin untuk orang bercerai karena ketegaran hati manusia, bukan karena Allah menghendakinya (bdk. Mat. 19:9). Yesus selalu menjunjung tinggi komitmen-Nya bersama dengan Allah. Dalam relasi kita dengan Allah, ketika kita menyangkal iman kita dan memilih jalan dosa, baik itu dengan fisik (mata, tangan) maupun dengan hati kita, maka kita memutuskan relasi kita dengan Allah dan memilih untuk hidup dalam dosa. Namun dosa manusia ini tidak membuat Allah meninggalkan kita dan membiarkan kita tetap hidup dalam dosa. Cinta-Nya yang sempurna dan utuh melalui pengorbanan diri Putera-Nya, mengangkat martabat kita untuk tetap menjadi putera-puteri-Nya. Inilah janji Allah bagi kita, dan Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya kepada kita karena Dia sendiri tidak bisa mengingkari diri-Nya sendiri.

Kita menyadari bahwa sulit bagi generasi modern untuk membangun ikatan cinta dalam kehidupan pernikahan. Namun bagi mereka yang memahami kebenaran dan ikatan cinta yang mendalam sebagai relasi yang suci, maka Yesus juga akan memberikan mereka rahmat dan kuasa-Nya untuk mengikuti jalan kekudusann-Nya. Maka marilah kita mohon, agar Yesus menganugerahkan Roh Kudus-Nya untuk memampukan kita untuk hidup dalam kesetiaan sesuai dengan panggilan hidup kita, agar kita boleh mencapai kekudusan dan menikmati kebahagiaan sejati bersama Bapa.

(RP. Gabriel Joseph, CSsR – Imam di Manila)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Menempuh Jalan Hati: Semoga saudara-saudara kita yang sedang menderita bisa menemukan jalan hidup yang mengantar mereka untuk dapat disentuh oleh Hati Kudus Yesus. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para petani: Semoga pemerintah dan pihak-pihak yang berwenang, berkehendak kuat untuk membantu dan berpihak pada kelangsungan dan kesejahteraan hidup para petani. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami menggabungkan diri dengan Hati Yesus yang Mahakudus agar dari lubuk hati yang terdalam atau sungguh-sungguh mengusahakan keadilan bagi seluruh bangsa kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s