Tuhan Kabulkan Doa Orang Kudus

Renungan Harian Misioner
Kamis, 18 Juni 2020
P. S. Leontius, Hipatios, Teodulus
Sir. 48:1-14; Mzm. 97:1-2,3-4,5-6,7; Mat. 6:7-15

Beberapa waktu ini kita terus menerus diperhadapkan dengan Elia, dan pujian atas nenek-moyang dalam Kitab Sirakh ini boleh dikatakan merupakan kesimpulan atau rekam jejak ‘kehebatan’ Abdi Allah itu. Sebuah daftar riwayat hidup yang mengajak kita berefleksi: karakter seperti apakah yang sesungguhnya berkenan di hadapan Allah, sehingga Allah mengaruniakan kepada Elia, baik jiwa dan raganya kembali ke sorga untuk bersatu dengan-Nya?

Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, tapi telah diangkat ke sorga karena kegiatannya sebagai nabi yang hangat memberitakan Firman Tuhan. Ia dinubuatkan dalam ancaman-ancaman tentang masa depan menjelang hari Tuhan, sebagai yang akan datang mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa untuk membuat hati orang berbalik dari kedurhakaan kepada pikiran yang benar. Elia akan menyerukan bahwa Tuhan seluruh bumi itulah Raja yang keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya. Ia akan mengajak orang-orang yang memegahkan diri pada berhala-berhala agar bertobat, sebab segala allah sujud menyembah kepada Tuhan kita. Dengan demikian ia mempersiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya (bdk. Sir 48:10; Mzm. 97:1-2,5,7; Yak. 5:17; 1Mak. 2:58; Mal. 4:5; Luk. 1:17).

Sepanjang hidupnya Elia tidak pernah gentar terhadap apapun, dan baginya tidak ada yang ajaib yang ia lakukan selain daripada ia hanya melakukan segala hal sesuai dengan perintah Tuhan tanpa mempertanyakan hal-hal yang tidak dimengertinya sekalipun. Elia, orang yang takut akan Tuhan, dan hari ini kita akan fokus pada salah satu karakter yang telah membuatnya terkenal sebagai pengendali cuaca pada zamannya, di saat mana hujan menunggu perintahnya untuk turun, setelah satu musim tanam dihentikannya. Karakter Elia yang patut dicontoh itu adalah: Ia sungguh-sungguh dalam berdoa (Sir. 48:12-13; Yak. 5:17).

Seperti diajarkan Yesus, Elia tidak bertele-tele kalau berdoa. Ia berdoa dengan iman dan percaya kalau Tuhan sudah tahu apa yang diperlukan sebelum ia meminta, sehingga ia tidak menggunakan banyak kata. Lihatlah bagaimana ia memohon agar anak janda dari Sarfat itu dibangkitkan kembali. Kita mulai berdoa dengan memuji dan memuliakan Tuhan, sebab dengan demikian kita memberitakan yang empunya Kerajaan, kuasa dan kemuliaan kepada segala bangsa lewat segala alam ciptaan-Nya. Undanglah Tuhan untuk datang merajai kita, sehingga kuasa-Nyalah yang akan bekerja melalui doa-doa kita. Lalu mintalah apa yang kita perlukan sesuai dengan kebutuhan kita, dan akhiri dengan mohon penyertaaan-Nya supaya kita tidak terjatuh ke dalam pencobaan si jahat. (1Raj. 17:21; Mzm. 97:1-6; Mat. 6:7-13).

Satu hal yang penting adalah mengampuni dosa sesama kita supaya kita juga beroleh pengampunan Tuhan atas dosa-dosa kita. Hal ini berkaitan dengan pengudusan diri, sebab menjadi kudus adalah panggilan Tuhan supaya kita dapat ‘mendekat’ kepada Pribadi-Nya yang kudus serta membangun relasi dengan-Nya. Perbaiki relasi kita kepada sesama lebih dahulu. Jangan mendendam, melainkan ampunilah kesalahan mereka kepada kita, niscaya dosa-dosa kita akan dihapuskan Allah juga. Dengan demikian Tuhan tidak akan memalingkan muka-Nya dan mau mendengarkan kita ketika kita menadahkan tangan untuk berdoa. Relasi yang intim dengan-Nya membuat kita mengerti rencana Allah dan doa-doa kita akan dikabulkan-Nya sebab yang kita minta adalah supaya terjadi kehendak-Nya di atas bumi seperti di dalam surga (Sir. 28:1-2; Yes. 1:15; Mat. 6:10). (ek)

(Antonius Ekahananta – Awam Katolik Pengajar Misi Evangelisasi)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Menempuh Jalan Hati: Semoga saudara-saudara kita yang sedang menderita bisa menemukan jalan hidup yang mengantar mereka untuk dapat disentuh oleh Hati Kudus Yesus. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para petani: Semoga pemerintah dan pihak-pihak yang berwenang, berkehendak kuat untuk membantu dan berpihak pada kelangsungan dan kesejahteraan hidup para petani. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami menggabungkan diri dengan Hati Yesus yang Mahakudus agar dari lubuk hati yang terdalam atau sungguh-sungguh mengusahakan keadilan bagi seluruh bangsa kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s