Janganlah Kamu Takut!

Renungan Harian Misioner
Hari Minggu, 21 Juni 2020
Yer. 20:10-13; Mzm. 69:8-10,14,7,33-35; Rm. 5:12-15; Mat. 10:26-33

Injil hari ini didominasi oleh ajakan Yesus “Janganlah kamu takut!” (ay. 26, 28 dan 31). Sampai tiga kali Yesus meneduhkan hati kedua-belas murid-Nya. Mereka yang diutus untuk mewartakan Injil, harus disadarkan sejak awal tentang bahaya dan penderitaan, tetapi juga diyakinkan-Nya tentang pemeliharaan Bapa. Yesus ingin agar mereka tetap realistis: Misi tanpa mengundang antipati dan pemberitaan tanpa penderitaan adalah ilusi! Akan tetapi, sejak awal Yesus juga menjamin bahwa Bapa yang Mahabaik pasti selalu memelihara mereka. Jadi: “janganlah kamu takut!”

Dalam konteks “Khotbah Misioner” (Matius 10), Yesus menenangkan para murid yang diutus-Nya. Mengapa harus sampai tiga-kali hal itu ditegaskan? Pertama, karena berita tentang Yesus dan Injil tidak mungkin akan dibungkam. Injil pasti tersebar dan menyebar. “Tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka. Tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui” (ay. 26). Jadi, “hasil” misi para murid itu adalah sesuatu yang sudah dijamin oleh Yesus sendiri. Hal ini sekaligus menjadi motivasi yang mendorong para murid untuk terus mewartakan. Apa yang selama ini mereka dengar secara khusus dan tersembunyi, sekarang harus disiarkan dari atap rumah. Atap rumah Yahudi adalah medsos: dari situlah orang saling berkomunikasi dan menjalin relasi. Ini ajakan pertama buat saya dan Anda: iman kita tentang Yesus jangan pernah hanya menjadi konsumsi dan aset pribadi. Injil itu harus disebarkan dan diberitakan dengan pelbagai cara dan sarana, kiat dan format.

Kedua, para murid juga diajak untuk tidak takut menghadapi penderitaan dalam tugas. “Jangan kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh” (ay. 28). Tantangan dan penderitaan fisik tidak akan menghentikan laju pemberitaan Injil. Para murid tidak perlu takut menjadi martir bagi Kabar Baik. Mereka hanya perlu takut kepada Allah, bukan kepada manusia yang hanya dapat membunuh tubuh. Kehidupan abadi setelah hidup ini seluruhnya menjadi domain dan hak Allah. Ini ajakan kedua buat saya dan Anda: teruslah mewartakan Kabar Gembira. Ancaman tidak boleh membuat kita berhenti atau tidak lagi terbuka mewartakan Injil lewat kata dan perbuatan. Penderitaan tidak boleh membuat kita ciut dan tidak lagi berani mengakui Yesus dan bersaksi untuk Injil-Nya (ay. 32-33).

Ketiga, dasar yang paling kokoh untuk tidak takut adalah jaminan pemeliharaan Bapa di Surga. Burung pipit saja Bapa perhatikan, apalagi seorang pengikut Anak-Nya. Bahkan, satu helai rambut di kepala kita pun tidak luput dari perhatian dan pemeliharaan-Nya (ay. 29-31). Jaminan pemeliharaan Bapa ini menjadi motivasi terbesar bagi para pemberita Injil. Ini ajakan ketiga buat saya dan Anda: beritakan Yesus dan Injil tanpa takut, sebab kita ini anak-anak yang diperhatikan dan dipelihara Bapa. Ketika misi dan pemberitaan Injil mendapat tantangan, pemeliharaan Bapa selalu menjadi jaminan. Kemartiran pun tidak menjadi kematian yang sial dan sia-sia, melainkan peralihan ke tangan dan rumah Bapa yang memelihara jiwa-raga kita.

(Hortensio Mandaru – Lembaga Alkitab Indonesia Jakarta)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Menempuh Jalan Hati: Semoga saudara-saudara kita yang sedang menderita bisa menemukan jalan hidup yang mengantar mereka untuk dapat disentuh oleh Hati Kudus Yesus. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para petani: Semoga pemerintah dan pihak-pihak yang berwenang, berkehendak kuat untuk membantu dan berpihak pada kelangsungan dan kesejahteraan hidup para petani. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami menggabungkan diri dengan Hati Yesus yang Mahakudus agar dari lubuk hati yang terdalam atau sungguh-sungguh mengusahakan keadilan bagi seluruh bangsa kami. Kami mohon…

Amin

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s