Perlakukan Sesama Sebagaimana Kita Dambakan dari Mereka

Renungan Harian Misioner
Hari Selasa, 23 Juni 2020
P. S. Yosef Kafasso, S. Etheldreda
2Raj. 19:9b-11,14-21,31-35a,36; Mzm. 48:2-3a,3b-4,10-11; Mat. 7:6,12-14

Sahabat-sahabat Tuhan Ytk! Salam jumpa lagi melalui pertemuan berhikmah di Selasa IV bulan Juni 2020 ini. Menarik sekali pesan Tuhan melalui Injil hari ini tentang kesediaan memperlakukan sesama sebagaimana kita kehendaki mereka memperlakukan kita. Ajaran Tuhan ini merupakan salah satu Golden Rule (kaidah penting) dalam hidup manusia. Karena siapa saja ingin diperlukan secara baik, benar dan menyenangkan oleh orang lain. Dan bila kita menerapkan hal yang sama kepada orang lain maka akan tumbuh pemahaman, saling pengertian, saling memperhatikan dan memperlakukan sesama sebagai saudara, sesama Anak Tuhan yang hidup dari kebaikan kasih Tuhan.

Fakta kehidupan mengajar kita mengakui bahwa upaya mempraktikkan ajaran Yesus itu ‘gampang-gampang sulit, sulit-sulit gampang’. Alasannya karena salah satu tendensi umum yakni orang mau diperlakukan secara baik, benar dan menyenangkan hatinya, tetapi kadang bahkan seringkali dia justru berlaku sebaliknya. Sikap Sanherib, Raja Asyur di bacaan pertama hari ini merupakan contoh nyata tentang hal ini.

Sudah pasti Sanherib tidak menghendaki raja dari kerajaan lain mengancam, menyerang dan merampas kerajaannya. Namun dia melakukan hal itu kepada kerajaan Yehuda. Sanherib tentu tidak menginginkan raja lain mengganggap remeh allah yang disembahnya, apalagi menghina dewa yang diandalkannya. Namun persis itulah yang dilakukannya kepada Hizkia, Raja Yehuda dan Yahwe yang disembah Hizkia bersama rakyatnya.

Menariknya, Raja Hizkia menghadapi penghinaan dan ancaman Sanherib bukan dengan mengajak perang, tetapi dengan berdoa menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Suatu tindakan tak masuk akal bahkan ‘menggelikan’ bagi yang awam dengan jalan ini, namun hasilnya menakjubkan. Melalui Nabi Yesaya, Yahwe menjawab doa Hizkia dan menyuruh malaikat membunuh seratus delapan puluh lima ribu orang tentara Asyur di perkemahan mereka pada malam itu. Suatu tindakan ajaib tapi nyata yang membuktikan bahwa Tuhan ada dan Dia punya cara bertindak tersendiri. Sanherib yang tidak memperlakukan bangsa lain dengan baik dan benar menuai kebinasaan karena ulahnya sendiri.

Kisah ini disandingkan dengan Ajaran Yesus di atas untuk membuktikan kebenarannya. Memang upaya menghidupi ajaran Yesus ini tak segampang membalikan telapak tangan. Yesus sendiri mengibaratkan sulitnya perjuangan ini dengan menggunakan analogi ‘jalan yang sempit’ dan ‘pintu yang sesak’ untuk melukiskan perjuangan kita menghayati ajaran-Nya. Namun siapa yang melakukannya akan mengalami sukacita dan jaminan Tuhan seperti Hizkia. Sebaliknya yang tidak melakoninya akan seperti Sanherib yakni menuai naas karena perbuatannya sendiri.

Terima kasih untuk segala daya upaya Anda selama ini mau memberi yang terbaik bagi sesama melalui hidup dan karier pengabdian Anda. Tuhan pasti memberkati.

Never stop doing good little things for others; sometimes they occupy the biggest part of their hearts. Doing good to others is not a duty. It is a joy, for it increases our own health and happiness. (jangan lelah melalukan hal baik sekecil apapun kepada sesama karena kadang hal-hal itulah yang mendapat tempat terbesar dalam hati mereka. Lakukanlah hal baik kepada sesama bukan sebagai suatu beban tugas. Lakukanlah dengan sukacita sehingga menambah kesehatan dan kebahagiaan kita sendiri).

(RP. John Masneno, SVD – Sekretaris Eksekutif Pusat Spiritualitas Sumur Yakub Indo – Leste)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Menempuh Jalan Hati: Semoga saudara-saudara kita yang sedang menderita bisa menemukan jalan hidup yang mengantar mereka untuk dapat disentuh oleh Hati Kudus Yesus. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para petani: Semoga pemerintah dan pihak-pihak yang berwenang, berkehendak kuat untuk membantu dan berpihak pada kelangsungan dan kesejahteraan hidup para petani. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami menggabungkan diri dengan Hati Yesus yang Mahakudus agar dari lubuk hati yang terdalam atau sungguh-sungguh mengusahakan keadilan bagi seluruh bangsa kami. Kami mohon…

Amin

2 thoughts on “Perlakukan Sesama Sebagaimana Kita Dambakan dari Mereka

  1. Terima kasih pencerahannya Pater,
    kutipan yang menyentuh *Never stop doing good little things for others; sometimes they occupy the biggest part of their hearts. Doing good to others is not a duty. It is a joy, for it increases our own health and happiness.*
    Semoga Tuhan Allah selalu memberkati kita semua.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s