Utusan Merintis Jalan Umat Menuju Sang Mesias

Renungan Harian Misioner
Rabu, 24 Juni 2020
P. HR Kelahiran S. Yohanes Pembaptis
Yes. 49:1-6; Mzm. 139:1-3,13-14ab,14c-15; Kis. 13:22-26; Luk. 1:57-66,80

BACAAN PERTAMA – Yes. 49:1-6: Umat diingatkan nubuat Yesaya, yang mengajak kita berkontemplasi: dunia dipandang oleh Utusan Allah dengan kesadaran, betapa sejak dini sekali di kandungan ibunya, Allah sudah menjamah. Ia dijadikan utusan, yang lidahnya fasih memilih kata dalam menyampaikan Kabar Baik. Dalam suka duka pelayanan itu, disadarinya, bahwa Allah Sang Pengutus senantiasa melindungi dan menguatkannya. Tujuannya adalah untuk membawa anak cucu Abraham, Ishak dan Yakub kembali (= bertobat) kembali berbakti kepada Allah. Yang mengesankan dalam nas Yesaya adalah “bahwa Utusan Allah ini ditujukan untuk menyampaikan Kabar Gembira kepada seluruh umat manusia, dan tidak hanya bagi umat Israel”. Tujuannya: keselamatan Allah diperuntukkan bagi seluruh bumi. Universalitas keselamatan sudah diwartakan Yesaya.

MAZMUR TANGGAPAN – Mzm. 139:1-3.13-14ab.1.4c-15; Refrain 13b: Umat diajak memuji Tuhan karena misteri penciptaan Yohanes Pembaptis. Tujuannya, bukanlah untuk menikmati keistimewaan itu, melainkan untuk memuliakan Allah, yang mengenal Yohanes dalam-dalam dan yang menguatkannya setiap langkah hidupnya. Dengan demikian Allah ada dalam seluruh diri Yohanes.

BACAAN KEDUA – Kis. 13:22-26: Paulus sangat mengenali jalan-jalan Tuhan, yang penuh misteri. Ia mengajarkan kepada umatnya, bagaimana kedatangan Tuhan Yesus sudah disiapkan sejak Saul disingkirkan dan Daud menggantikannya serta dinubuatkan bahwa keturunannya akan menjadi Juruselamat Israel. Dalam hal ini, Paulus sangat mendalami pesan-pesan yang tersimpan dalam Perjanjian Lama. Ia memang sudah sejak muda mendalami Alkitab. Bahkan Paulus juga menemukan pemahaman mendalam mengenai pengutusan Yohanes Pembaptis. Orang ini dipandangnya sebagai utusan Allah yang dengan rendah hati mewartakan kedatangan Sang Mesias. Paulus mewartakan Kabar Gembira yang diwartakan Yohanes Pembaptis itu, baik kepada mereka yang mengenal iman Perjanjian Lama, maupun mereka yang ‘takut akan Allah’ lain-lainnya lagi.

BAIT PENGANTAR INJIL – Luk. 1:76: Umat diajak mendalami diri Yohanes Pembaptis. Ia memang anak Zakharia. Tetapi bahkan ayahnya sendiri menunjukkan segi iman Yohanes, yaitu sebagai pribadi yang merintis jalan agar umat manusia dapat menyambut Sang Mesias.

BACAAN INJIL – Luk. 1:57-66.80: Kita diperkenalkan pada keluarga Yohanes Pembaptis, tempat ia dilahirkan dan dibesarkan, dalam kesadaran iman akan Allah yang maharahim. Keistimewaan Yohanes Pembaptis juga nampak dari pengalaman ayahnya – Zakharia – yang ‘tidak bicara sejak menerima Kabar Gembira akan datangnya anaknya pada usia tuanya, dan kemudian disehatkannya kemampuan bicara ayah itu ketika Yohanes lahir dan diberi nama khas’. Zakharia memuji Allah karena seluruh peristiwa itu diperkenankan terjadi oleh Allah, supaya orang menghayati iman kepada Allah. Jadi Kelahiran Yohanes Pembaptis merupakan peristiwa yang diperkenankan menjadi “tanda dan sarana iman” bagi Paguyuban Umat Beriman, dalam lingkup Perjanjian Baru.

Refleksi: Sejauh manakah kita bertindak dan berbicara seperti Yohanes Pembaptis, ‘berseru-seru bagaikan di padang gurun’, tanpa banyak alasan sehingga kita tidak berbuat apa pun? Marilah kita memohon iman di tengah Gereja dan menyediakan diri untuk menjadi pewarta Kabar Baik berkat Roh Allah. Seluruh dunia menantikan Kabar Gembira melalui kita.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Menempuh Jalan Hati: Semoga saudara-saudara kita yang sedang menderita bisa menemukan jalan hidup yang mengantar mereka untuk dapat disentuh oleh Hati Kudus Yesus. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para petani: Semoga pemerintah dan pihak-pihak yang berwenang, berkehendak kuat untuk membantu dan berpihak pada kelangsungan dan kesejahteraan hidup para petani. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami menggabungkan diri dengan Hati Yesus yang Mahakudus agar dari lubuk hati yang terdalam atau sungguh-sungguh mengusahakan keadilan bagi seluruh bangsa kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s