Janji Tuhan Menjaga Kita Semua & Gereja-Nya

Renungan Harian Misioner
Senin, 29 Juni 2020
HARI RAYA S. PETRUS DAN S. PAULUS, RASUL
Kis. 12:1-11; Mzm. 34:2-3,4-5,6-7,8-9; 2Tim. 4:6-8,17-18; Mat. 16:13-19

BACAAN PERTAMA – Kisah Para Rasul 12:1-11: Tindakan banyak pimpinan masyarakat, dulu maupun sekarang, kerap memanfaatkan emosi religius untuk langkah mencari popularitas politis. Herodes menyerang para Rasul juga menggunakan cara serupa. Ia menangkap Yakobus, saudara Yohanes, dan dengan demikian menyenangkan orang Yahudi, yang tidak suka akan pengikut agama baru, yang memuja Yesus Kristus itu. Oleh sebab itu, ia menangkap Petrus, dan memenjarakannya dengan penjagaan sangat kuat. Sementara umat tidak berdaya: satu-satunya yang menguatkan mereka dalam situasi itu hanyalah berdoa. Mereka penuh iman, bahwa Allah tidak akan melupakan mereka. Ternyata Tuhan mendengarkan doa mereka. Petrus dilepaskan dari penjara yang dijaga dengan kuat sekali itu, dengan cara yang tidak terduga dan memang tidak dapat dimengerti secara manusiawi sama sekali; hanya Allah yang dapat mengambil langkah seperti itu. Petrus mengajak umat memandang peristiwa itu, tidak dari sudut kehebatan dirinya, melainkan “Aku tahu benar-benar, bahwa Tuhan telah mengutus malaikat-Nya, untuk meluputkan daku dari tangan Herodes dan dari segala keinginan jahat orang Yahudi”.

Pertanyaan reflektif yang dapat kita renungkan adalah: dapatkah kita membayangkan (kontemplasi) situasi serupa dan mengimani, bahwa “Tuhan akan mengutus malaikat-Nya”? Kalau dulu Allah itu Mahakuasa, masihkah kita mengimani, bahwa sekarang pun Tuhan tetap melindungi kita, dengan cara-cara, yang hanya diketahui oleh-Nya sendiri?

MAZMUR ANTAR-BACAAN – Mazmur 34:5b: Umat penuh kepercayaan, bahwa Allah Mahakuasa dan dapat melepaskan bangsa-Nya dari segala ketakutan. Pada masa kini, tidak terbilang jumlah dan luasnya rasa takut, yang sering membebani hidup, ya sekitar rasa sakit, perihal beban ekonomi, tentang ancaman politis atau yuridis, bahkan secara religius. Pandanglah Tuhan, yang akan melindungi kita secara tuntas di tengah bahaya apa pun.

BACAAN KEDUA – 2 Timotius 4:6-8.17-18: Timotius dan umat diajak Paulus untuk melihat dalam hidupnya, tantangan untuk menghadapi pelbagai macam hal. Sering kali kondisinya sudah hampir sampai akhir. Apalagi, tidak ada manusia yang membela atau nampaknya mau menyelamatkannya. Namun ia menegaskan kepada umat, betapa ia memercayai kedekatan Allah, yang pasti membelanya. Ia yakin, bahwa Tuhan pasti akan menyelamatkannya secara utuh dan tuntas.

BAIT PENGANTAR INJIL – Matius 16:18: Janji Tuhan untuk menjaga Petrus dan Gereja-Nya akan dipenuhi, dalam keadaan apa pun. Sebab Tuhan itu setia.

BACAAN INJIL – Matius 16:13-19: Petrus mendapat anugerah agung dari Allah Bapa, untuk mengerti hakikat Sang Guru, sebagai “Kristus, Putera Allah yang hidup”. Ungkapan iman yang amat mendalam itu melampaui cara siapa pun dalam memandang dan menghormati Guru Nasaret itu. Namun, pandangan Petrus itu bukanlah buah perasaan atau pemikirannya sendiri. Bahwa Petrus dapat menyatakan iman pada “Kristus semulia itu” adalah buah iman, yang diberikan oleh Bapa. Percayakanlah diri kepada Tuhan, yang pasti akan membukakan hati dan budi, agar lidah kita dapat mengungkapkan iman terdalam mengenai Sang Putera, sebagai “Kristus, Putera Allah yang hidup”. Roh Bapa akan menjiwai kita sehingga boleh menjadi saksi-Nya untuk memungkinkan banyak orang menyambut perwahyuan kerahiman Allah dan mengimani Sang Kristus. Lalu para murid Kristus itu juga diperkenankan mewartakan iman kepada seluruh dunia.

Refleksi: Apakah iman kita mendorong kita juga untuk menjadi saksi iman di mana pun kita berada? Apakah iman itu menguatkan agar kita melayani Tuhan sampai titik darah terakhir?

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Menempuh Jalan Hati: Semoga saudara-saudara kita yang sedang menderita bisa menemukan jalan hidup yang mengantar mereka untuk dapat disentuh oleh Hati Kudus Yesus. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para petani: Semoga pemerintah dan pihak-pihak yang berwenang, berkehendak kuat untuk membantu dan berpihak pada kelangsungan dan kesejahteraan hidup para petani. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami menggabungkan diri dengan Hati Yesus yang Mahakudus agar dari lubuk hati yang terdalam atau sungguh-sungguh mengusahakan keadilan bagi seluruh bangsa kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s