Belajar Mencinta Seperti Yesus

Renungan Harian Misioner
Minggu Biasa XIV, 05 Juli 2020
Za. 9:9-10; Mzm. 145:1-2,8-9,10-11,13cd-14; Rm. 8:9,11-13; Mat. 11:25-30

Allah mewahyukan diri-Nya dalam pelbagai agama. Apa kekhususan pewahyuan Allah lewat Yesus? Hari ini Yesus menegaskan kekhususannya. Misteri Kerajaan Allah hanya dibuka kepada “orang kecil”: kepada orang yang mau merendahkan diri, yang berjiwa seperti anak-anak: polos dan terbuka pada proyek dan rencana Allah. Misteri itu akan tersembunyi bagi kaum “bijak dan pandai”: kaum Farisi dan ahli-Taurat, baik dahulu maupun sekarang. Mereka yang berambisi, yang berpretensi mengenal rencana jalan Allah, merekalah yang justru tidak melihat bahwa rencana Allah itu sedang terwujud dalam dan melalui Yesus. Kaum Farisi dan Ahli Taurat membanggakan diri sebagai kaum cerdik-pandai dan mengenal Hukum Allah (Taurat), tetapi mereka gagal menangkap inti Hukum itu, yaitu: keadilan, belas-kasih dan kesetiaan (Mat. 23:23). Selalu saja mereka menolak Yesus, bersekongkol melawan rencana dan proyek Allah yang sedang Dia hadirkan.

Penguasa agama Yahudi juga berkomplot dengan penjajah Romawi. Perkawinan agama dengan politik bukanlah gejala baru. Rakyat dan umat ditindas demi melanggengkan kuasa, harta dan kepentingan. Tentu saja Yesus menolak sistem yang tidak adil seperti ini. Ia pun mengundang mereka yang tertindas: “Marilah kepada-KU semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu”. “Kelegaan” (anapausis) di ayat ini dapat juga berarti pause, “istirahat”: istirahat Sabat, istirahat dari perang setelah musuh dikalahkan, istirahat abadi (kematian), ataupun gambaran tentang “keselamatan”, saat dunia akhirnya ditata menurut kehendak Allah secara sempurna dan kita menikmati Sabat abadi. Itulah undangan Yesus bagi kita hari ini.

Kuk adalah beban hukum Taurat yang memberatkan umat. Yesus menawarkan beban ajaran-Nya. Bukan berarti Ia menghapus Hukum Taurat. Bukan juga berarti mengikuti Yesus itu lebih mudah. Justru sebaliknya: hukum Taurat harus dijalankan sesuai dengan maksud aslinya, sesuai kehendak Allah. Itulah Yesus simpulkan dalam perintah kasih. Menjalankan hukum kasih kepada semua orang, bahkan musuh, sebenarnya jauh lebih berat. Akan tetapi, beban hukum kasih itu pasti akan menjadi ringan, kalau Saya dan Anda belajar dari Yesus. Dia sendiri menjadi teladan kasih-ekstrim: kasih sampai mati! Apa resepnya? Dia sendiri menegaskan: “belajarlah kepada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati”. Hidup kita adalah proses belajar untuk mencinta seperti Dia: mencinta kendati dikhianat, mengasih kendati dibenci. Jelas, ini bukan cinta-biasa, ini kasih yang hampir mustahil. Tetapi Yesus juga memberi kiat dan kunci. Pertama, lemah-lembut seperti Dia, yang datang sebagai manusia lemah, dan hanya berharap sepenuhnya pada Bapa. Kedua, rendah-hati seperti Dia, yang selalu siap melayani manusia, khususnya orang hina-dina dan berdosa (bdk. Mat. 20:28).

Di tengah semua beban dan persoalan hidup yang menghimpit, di tengah stress dan rutinitas pekerjaan yang melelahkan, semoga ajakan Yesus tetap menguatkan, melegakan dan menggerakkan kita: Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah kepada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

(Hortensio Mandaru – Lembaga Alkitab Indonesia Jakarta)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Keutuhan keluarga: Semoga keluarga-keluarga pada zaman ini tidak merasa sendirian karena senantiasa dapat menemukan cinta, penghargaan dan bimbingan yang mereka perlukan demi terjaganya keutuhan keluarga. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Sumber daya manusia: Semoga dalam rangka peningkatan sumber daya manusia yang dicanangkan pemerintah, lembaga-lembaga pendidikan Katolik, menemukan sarana-sarana untuk menyiapkan peserta didik dalam menghadapi tantangan zaman milenial. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mohon berkat bagi para pelayan pendidikan kami untuk membantu terwujudnya pendidikan keadilan dalam setiap tingkatnya. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s