Teguhkan Hati, Imanmu Menyelamatkan Engkau

Renungan Harian Misioner
Senin Biasa XIV, 06 Juli 2020
P. S. Maria Goretti
Hos. 2:13,14b-15,18-19; Mzm. 145:2-3,4-5,6-7,8-9; Mat. 9:18-26

Injil yang kita renungkan hari ini, menampilkan dua mukjizat penyembuhan sekaligus, yakni penyembuhan anak perempuan dari seorang kepala rumah ibadat dan juga penyembuhan seorang perempuan yang sakit pendarahan. Dari dua kisah penyembuhan ini, hemat saya ada hal menarik yang perlu kita dalami bersama, yakni soal bagaimana usaha mereka untuk mengalami kesembuhan.

Pertama, kisah penyembuhan anak perempuan seorang kepala rumah ibadat. Tokoh yang perlu kita renungkan di sini adalah kepala rumah ibadat yang anaknya disembuhkan oleh Yesus. Dari statusnya dia bukanlah orang biasa. Dia punya jabatan dan kedudukan di kalangan orang Yahudi. Jabatannya pun cukup strategis yakni menyangkut urusan keagamaan yang menjadi ciri khas bangsa Yahudi. Dari jabatannya tidak dapat dipungkiri bahwa dia adalah orang yang berseberangan dengan Yesus dan merupakan sahabat ahli-ahli Taurat yang selalu melihat Yesus sebagai ancaman bagi mereka. Tidak dapat disangsikan lagi bahwa Yesus bukanlah pilihan utamanya untuk menyembuhkan anaknya dari sakit. Tentunya sudah banyak tabib yang berusaha menyembuhkan anaknya. Tapi usahanya tersebut sia-sia. Mungkin baginya Yesus diperkirakan sebagai orang terakhir yang bisa menyembuhkan anaknya. Dia datang dengan permohonan: “Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup”. Permohonan ini berasal dari motivasi yang sangat lemah. Di mana menempatkan Tuhan sebagai pilihan terakhir. Tetapi walaupun demikian Tuhan tetap menanggapinya dengan cara yang sama. Kata Yesus: “Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi dia tidur”. Inilah ciri Tuhan yang kita imani.

Kedua, perempuan yang sakit pendarahan. Penyakit ini sangat menyiksa perempuan itu. Selain sakit fisik yang harus dirasakannya, ada beban psikis yang harus ditanggungnya. Secara sosial penyakit ini dianggap najis. Dia dijauhkan dan tidak berkontak fisik dengan orang lain karena dianggap akan menajiskan orang lain. Menariknya adalah usaha untuk mendapatkan penyembuhan dari Yesus begitu luar biasa. Dia menanggalkan atribut yang dikenakannya yakni sebagai perempuan najis, lalu bergerak menembus kerumunan orang banyak hanya untuk menyentuh jumbai jubah Yesus. Karena dia percaya bahwa “asal kujamah saja jubahnya, aku akan sembuh”. Menariknya adalah walaupun sekian banyak orang ada bersama dengan-Nya dan berdesakan, tetapi Yesus mampu mengetahui ada orang menyentuh-Nya dengan motivasi yang berbeda, yakni ingin mendapatkan kesembuhan. Maka kata Yesus kepada perempuan itu “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau”.

Dari dua kisah di atas, hal yang patut kita syukuri dan renungkan adalah:
• Tuhan tidak memedulikan soal seberapa jauh kita mengenal-Nya, apakah Dia menjadi pilihan pertama atau terakhir bagi kita, namun apabila kita terbuka hati untuk datang kepada-Nya percayalah Dia akan menganugerahkan mukjizat terindah buat kita. Dia akan membangunkan kita dari beban persoalan dan penderitaan yang kita alami. Dalam Dia tidak ada penderitaan yang kekal (mati), hanya tidur sesaat. Dalam Dia hanya ada kebahagiaan kekal.
• Percayalah Tuhan mengenal dan mengetahui setiap kebutuhan kita. Dia akan memerhatikan kita satu persatu. Tugas kita adalah percaya sepenuh kepada-Nya.

(RD. Stefanus Si – Imam Keuskupan Weetebula)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Keutuhan keluarga: Semoga keluarga-keluarga pada zaman ini tidak merasa sendirian karena senantiasa dapat menemukan cinta, penghargaan dan bimbingan yang mereka perlukan demi terjaganya keutuhan keluarga. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Sumber daya manusia: Semoga dalam rangka peningkatan sumber daya manusia yang dicanangkan pemerintah, lembaga-lembaga pendidikan Katolik, menemukan sarana-sarana untuk menyiapkan peserta didik dalam menghadapi tantangan zaman milenial. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mohon berkat bagi para pelayan pendidikan kami untuk membantu terwujudnya pendidikan keadilan dalam setiap tingkatnya. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s