Misionaris Menghadirkan Kerajaan Surga di Dalam Dunia!

Renungan Harian Misoner
Rabu Biasa XIV, 08 Juli 2020
P. S. Adrianus III, S. Prokopius
Hos. 10:1-3,7-8,12; Mzm. 105:2-3,4-5,6-7; Mat. 10:1-7

Dari Yung-Fo Pangkalpinang,
Para sahabat misioner yang terkasih: Shalom! Firman Tuhan hari ini mengangkat perkembangan hidup umat Allah Perjanjian Lama yang semakin menjauh dari Allah dan Kerajaan-Nya, serta panggilan dan perutusan para murid Yesus untuk memberitakan Kerajaan Allah. Di antara kedua Bacaan ini, ada Pemazmur yang muncul dengan nasihat supaya manusia mencari wajah Tuhan dan kekuatan-Nya (Mzm. 105:4).

1. Manusia meninggalkan Tuhan
Konteks pewartaan Nabi Hosea adalah situasi hidup di mana Israel dan Yehuda meninggalkan Tuhan Allah nenek-moyang mereka dan beribadah kepada berhala. Gambaran hidup umat yang meninggalkan Allahnya ini dihadirkan langsung melalui kehidupan pribadi dan pengalaman Sang Nabi. Atas perintah Tuhan, Hosea menikahi seorang perempuan sundal hingga melahirkan anak-anak sundal, karena Israel dan Yehuda telah bersundal dan membelakangi Tuhan (Hos. 1:2). Demikian, tindakan “meninggalkan Allah yang benar untuk tunduk dan menyembah dewa-dewa kafir” disamakan dengan tindakan persundalan!

Dalam Bacaan Pertama hari ini, digambarkan bahwa sejalan dengan kemakmuran yang diperoleh, umat bukan semakin mendekat kepada Allah nenek-moyang mereka, melainkan semakin banyak mezbah untuk dewa-dewa kafir dibangun; dan untuk dosa “membelakangi Allah” ini, Israel dan Yehuda harus menanggung hukuman dari Tuhan (Hos. 10:1-3). Rasa takut akan Tuhan semakin menghilang (Hos. 10:3), Israel dan Yehuda semakin jauh meninggalkan Tuhan. Karena itu Hosea diutus kepada umat itu untuk mengingatkan mereka akan dosa-dosa mereka, dan akan hukuman Allah yang akan menimpa mereka apabila mereka tidak bertobat. Kepada bangsa itu Hosea menyerukan, “…sudah waktunya untuk mencari Tuhan, yang akan mendatangi Umat-Nya dengan keadilan dan kasih-setia” (Hos. 10:12).

Pengalaman hidup dan pewartaan Hosea menunjukkan bahwa manusialah yang meninggalkan Tuhan, dan Tuhan Allahlah yang mengambil inisiatif untuk mencari umat-Nya untuk membawa mereka kembali kepada-Nya dan kepada cara hidup yang dirancangkan-Nya bagi mereka, yakni hidup di dalam kasih setia dan keadilan.

2. Tuhan mencari dan mendatangi manusia
Oleh karena terjebak dalam kehidupan yang penuh dosa dan tidak mengetahui jalan untuk kembali kepada Allah, maka Allah mengutus para nabi-Nya untuk membawa mereka kembali kepada-Nya. Selain para nabi, akhirnya Allah mengutus Putera-Nya sendiri, yang lalu memilih dan mengutus para murid-Nya untuk misi penyelamatan ini (Mat. 10:1-4). Tugas para murid Yesus ini adalah memberitakan kedatangan Kerajaan Surga kepada umat Israel (Mat. 10:5-7).

3. Kerajaan Surga vs Kerajaan Dunia
Kepada para murid yang dipanggil dan diutus-Nya untuk mewartakan Kerajaan Surga ini, Yesus melengkapi mereka dengan sejumlah kuasa, antara lain “kuasa untuk mengusir roh-roh jahat, dan kuasa untuk melenyapkan segala penyakit dan kelemahan” (Mat. 10:1). Ketika kuasa-kuasa ini bekerja dan membawa penyembuhan dan pembebasan bagi mereka yang menerima pewartaan para murid itu, di situlah kehadiran Kerajaan Surga dapat dialami. Yesus sendiri menegaskan hubungan antara pengusiran roh jahat ini dengan kehadiran Kerajaan Surga (Mat. 12:28).

Pewartaan tentang Kerajaan Surga ini merupakan langkah baru yang diambil oleh Allah ketika institusi Kerajaan, yang didirikan untuk mengatur kehidupan Umat Allah telah gagal untuk membawa orang kepada Allah (Hos. 8:4 dan 10:3). De fakto, institusi Kerajaan itu sejak kemunculannya sudah merupakan perlawanan terhadap Allah dan pengingkatan terhadap identitas diri Umat Allah itu sendiri, karena mereka ingin menjadi sama dengan bangsa-bangsa lain (1Sam. 8:4-9).

Warta tentang Kerajaan Surga oleh para murid menjadi pilihan dari Allah sendiri melalui Yesus Kristus Putera-Nya, untuk membawa umat-Nya kembali lagi kepada-Nya dan hidup sesuai dengan Firman-Nya. Subyek pewartaan tentang Kerajaan itu pertama-tama ditujukan kepada “domba-domba yang hilang di antara Umat Israel” (Mat. 10:5-6), karena merekalah yang dahulu meninggalkan Allah dengan meminta seorang raja manusia sama seperti mereka. Sebagai umat Pilihan Allah, sesungguhnya Allahlah yang menjadi Raja mereka, dan dengan meminta seorang raja manusia, mereka mengingkari Allah dan jati-diri mereka sebagai umat Allah (1Sam. 8:7).

Perutusan para murid dengan warta tentang datangnya Kerajaan Allah adalah pilihan Allah untuk memulihkan jati-diri umat-Nya, dan memulihkan kembali takhta-Nya sebagai Raja atas mereka. Para murid Yesus diikutsertakan dalam misi pemulihan ini. Demikian, ketika seorang raja manusia, membawa umat menjauh dari Allah, para rasul sebagai murid Yesus – melalui warta tentang datangnya Kerajaan surga – membawa kembali orang-orang kepada Allah, Raja yang sesungguhnya atas umat milik-Nya! Tugas para rasul ini sekarang menjadi tugas Gereja dan semua anggota Gereja termasuk anda dan saya, kita semua ikut bertanggung jawab untuk membawa orang “bukan semakin menjauh dari Allah” melainkan “semakin mendekat dan menyatu dengan Allah!”

Melalui anda dan saya yang telah menerima Yesus, Allah Bapa surgawi kita berkenan memanggil kembali semua orang ke dalam kerajaan-Nya: untuk mengalami kuasa penyembuhan dan pembebasan-Nya, sehingga semua orang dapat lepas dari segala penyakit dan kelemahan. Sebagai misonaris, saudara dan saya adalah “pembawa penyembuhan dan pembebasan Allah ini.” Semoga kita menjadi sarana yang berguna di tangan Tuhan. Amin! (PMG).

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Keutuhan keluarga: Semoga keluarga-keluarga pada zaman ini tidak merasa sendirian karena senantiasa dapat menemukan cinta, penghargaan dan bimbingan yang mereka perlukan demi terjaganya keutuhan keluarga. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Sumber daya manusia: Semoga dalam rangka peningkatan sumber daya manusia yang dicanangkan pemerintah, lembaga-lembaga pendidikan Katolik, menemukan sarana-sarana untuk menyiapkan peserta didik dalam menghadapi tantangan zaman milenial. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mohon berkat bagi para pelayan pendidikan kami untuk membantu terwujudnya pendidikan keadilan dalam setiap tingkatnya. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s