Semua Itu Milik TUHAN – Berikanlah Dengan Cuma-Cuma!

Renungan Harian Misioner
Kamis Biasa XIV, 09 Juli 2020
P. S. Gregorius Grassi, S. Agustinus Zhao Rong, dkk (Martir Cina)
Hos. 11:1,3-4,8c-9; Mzm. 80:2ac,3b,15-16; Mat. 10:7-15

Saudara dan saudariku yang dikasihi Tuhan. Saya dan mungkin juga Anda pasti punya pengalaman merasa kecewa dan marah karena kebaikan yang sudah dilakukan tidak dihargai atau diapresiasi dengan baik. Saya juga mempunyai beberapa pengalaman di mana ada umat yang kecewa karena tidak mendapat tempat atau nama, seperti yang diharapkannya di dalam Gereja, terkait dengan sumbangan materiil yang sudah diberikan mereka kepada Gereja. Bahkan ada yang menyampaikan kekecewaannya secara langsung di dalam rapat dan mengatakan, “Percuma selama ini saya memberikan sumbangan kepada Gereja”. Ada juga yang mengatakan, “Sia-sia saya dan keluarga saya selama ini berkorban untuk Gereja, toh tidak dihargai oleh umat lainnya dan hanya dipandang sebelah mata”. Kemudian, mereka yang marah dan kecewa itu perlahan-lahan menarik diri dari komunitas dan menghilang. Saya dan mungkin juga Anda seringkali marah tanpa memberi ruang maaf pada orang lain atau kemarahan itu bahkan belum reda sampai sekarang.

Bacaan pertama hari ini memberikan saya pelajaran yang sangat berarti yakni Allah yang berbalik dari murka-Nya dan selalu ingat akan perjanjian serta kasih setia-Nya bagi umat pilihan-Nya. Meski Israel terus salah dan bersikap tidak setia, Allah tetap ingat akan perjanjian-Nya. Jika kita juga selalu ingat akan motivasi luhur kita sejak awal bahwa semua kebaikan yang saya perbuat adalah untuk kebaikan itu sendiri, maka seharusnya rasa marah dan kecewa itu dapat reda lebih cepat. Kita perlu selalu mengingat “untuk apa” saya berbuat baik.

Hal inilah yang juga terus diingatkan oleh Yesus ketika Dia mengutus murid-murid-Nya, “Kalian telah memperolehnya dengan cuma-cuma karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma”. Yesus tahu betul bahwa manusia memiliki kecenderungan: selalu merasa dirinya hebat; merasa apa yang dimilikinya dikarenakan usahanya sendiri; ingin mendapatkan nama, kedudukan terhormat; ingin dipuji atas kebaikannya; dan manusia mudah menjadi kecewa bila merasa tidak dihargai atas kebaikan yang telah diperbuatnya. Para murid terus diingatkan bahwa apa yang telah mereka peroleh yaitu punya kuasa untuk menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, mentahirkan orang kusta dan mengusir setan-setan adalah diperoleh dengan cuma-cuma. Karena diperoleh pula dengan cuma-cuma maka haruslah pula diberikan dengan cuma-cuma kepada mereka yang membutuhkannya. Sesungguhnya pesan Yesus ini juga masih relevan dan berlaku untuk kita. Apa yang kita alami sampai saat ini, apa yang kita peroleh dari usaha dan jerih lelah kita tidak lain semata-mata karena kebaikan Tuhan dan diberikan Tuhan pada kita tanpa syarat. Tuhan sungguh mengasihi kita dan mengajak kita untuk menjadi saluran rahmat dan berkat bagi setiap orang. Seperti Ia mengasihi kita tanpa syarat, Ia mengajak kita juga menjadi saluran rahmat-Nya dalam tugas perutusan kita masing-masing.

Apapun peran kita saat ini, kita semua diutus menjadi saluran rahmat Tuhan. Mereka yang diberi banyak maka besarlah pula tanggung jawabnya. Dan satu hal yang diminta dalam tugas perutusan itu adalah tidak tergantung dan menghambakan diri pada kekayaan duniawi yang bisa saja membelenggu diri kita, mengaburkan motivasi kita dan akhirnya kita bisa jatuh pada perhambaan cinta diri untuk diakui dan dihormati.

(RD. Hendrik Palimbo – Dosen STIKPAR Toraja, Keuskupan Agung Makassar)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Keutuhan keluarga: Semoga keluarga-keluarga pada zaman ini tidak merasa sendirian karena senantiasa dapat menemukan cinta, penghargaan dan bimbingan yang mereka perlukan demi terjaganya keutuhan keluarga. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Sumber daya manusia: Semoga dalam rangka peningkatan sumber daya manusia yang dicanangkan pemerintah, lembaga-lembaga pendidikan Katolik, menemukan sarana-sarana untuk menyiapkan peserta didik dalam menghadapi tantangan zaman milenial. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mohon berkat bagi para pelayan pendidikan kami untuk membantu terwujudnya pendidikan keadilan dalam setiap tingkatnya. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s