Misionaris Berani, Cerdas, Setia dan Tangguh

Renungan Harian Misioner
Jumat Biasa XIV, 10 Juli 2020
P. Felisitas, S. Rufina & Secunda
Hos. 14:2-10; Mzm. 51:3-4,8-9,12-13,14,17; Mat. 10:16-23

Misi: Melantangkan dan memaklumkan dengan berani, cerdas dan setia – keselamatan dan Kerajaan Allah di tengah beragam tantangan.

Misi Hosea dalam Perjanjian Lama untuk menyerukan kasih dan Kesetiaan Allah kepada Israel serta Penyesalan dan Pertobatan Israel mendapat kelanjutannya pada kisah Perjanjian Baru, yang ditampilkan Injil Matius hari ini. Injil Matius menyajikan kisah perutusan para Murid Yesus – di tengah situasi yang sulit bahkan mengancam – untuk memaklumkan Warta Sukacita serta menyerukan pertobatan.

Allah, melalui Nabi Hosea utusan-Nya mengingatkan bangsa Israel – yang telah tergelincir lagi dalam dosa, agar mencermati empat hal penting yakni:
• Kasih dan kesetiaan Allah tidak pernah berubah.
• Israel harus melakukan pertobatan dan penyesalan sempurna.
• Israel harus berada dalam kebenaran.
• Harus menjadi bangsa yang budiman dan bijaksana.

Allah tidak hanya menuntut pertobatan, namun menegaskan bahwa oleh pertobatan, Israel akan menjadi bangsa yang: sejahtera dan penuh sukacita; hidup, bertumbuh subur dan berkembang berlipat-ganda; memperoleh nama yang disanjung dan harum semerbak; berada dalam naungan Tuhan dan tidak binasa. Namun bagi mereka yang tegar dan membatu hati serta tetap tidak bertobat akan tergelincir dalam derita yang berkepanjangan.

Sementara para Murid Yesus harus sungguh menyadari bahwa mereka diutus di tengah tantangan – yang berasal dari dua kekuatan – yang amat sulit dan mengancam yakni
kekuatan dan tantangan dari luar berupa:
• Dibenci dan ditolak oleh berbagai kalangan.
• Ditentang oleh lembaga-lembaga serta penguasa.
• Diseret kepada penguasa agama maupun politik.
• Telah terbuka ruang dan kesempatan penganiayaan bagi mereka.

Sementara kekuatan dari dalam yang menentang adalah terjadi perpecahan dan konflik keluarga yang ekstrim bahkan hingga saling membunuh. Maka Yesus mengingatkan para Murid-Nya agar dalam bermisi di tengah kesulitan yang tajam itu, hendaknya memiliki karakter iman sebagai berikut:
• Kewaspadaan dan kecermatan iman. Tidak asal maju dan bertindak.
• Keberanian dan kesetiaan iman: berani, dan memiliki keyakinan untuk bertindak benar.
• Kecerdasan dan kebijaksaan iman : hendaknya menggunakan akal sehat, bertindak cerdas, cerdik dan cermat.
• Keputusan dan ketaatan iman: memutuskan langkah yang tetap, menghindar bukan karena takut melainkan demi mencapai target dan tujuan yang sudah ditentukan.
• Pegangan dan ketangguhan iman: menyerahkan diri pada kuasa dan kekuatan Tuhan. Mampu membaca rencana Allah bahwa pada saat itu mereka belum dituntut untuk menjadi martir.

Hari ini, Yesus menyapa kita agar melakukan tindakan dua arah yakni membangun penyesalan sempurna dan berani menjadi pembawa kabar Sukacita Injili di tengah kerumitan persoalan yang sedang menyerempet keras berbagai aspek kehidupan manusia. Berbagai tantangan serta kesulitan yang menghadang hendaknya tidak menciutkan nyali iman kita dan mendesak kita untuk mundur, melainkan sebagai kesempatan untuk membuktikan totalitas tanggung jawab iman kita.

Maka sebagai pemberita Kerajaan Allah dan pembawa kegembiraan Injili di tengah gejolak dunia kekinian, hendaknya kita memiliki beberapa instrumen iman yakni:
• Pegangan iman dan pengalaman iman.
• Kewaspadaan dan kecermatan iman.
• Keberanian dan ketangguhan iman.
• Kebijaksanaan dan kecerdasan iman.
• Keputusan dan tindakan iman.
• Ketaatan dan kesetiaan iman.

Marilah menjadi pewarta Kerajaan Allah yang bijaksana, cerdas, cermat cerdik dan berani. Amin.

(RP. Hiasintus Ikun, CMF – Dirdios KKI Keuskupan Palangkaraya)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Keutuhan keluarga: Semoga keluarga-keluarga pada zaman ini tidak merasa sendirian karena senantiasa dapat menemukan cinta, penghargaan dan bimbingan yang mereka perlukan demi terjaganya keutuhan keluarga. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Sumber daya manusia: Semoga dalam rangka peningkatan sumber daya manusia yang dicanangkan pemerintah, lembaga-lembaga pendidikan Katolik, menemukan sarana-sarana untuk menyiapkan peserta didik dalam menghadapi tantangan zaman milenial. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mohon berkat bagi para pelayan pendidikan kami untuk membantu terwujudnya pendidikan keadilan dalam setiap tingkatnya. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s