Sudah Jernihkah Nuranimu?

Renungan Harian Misioner
Sabtu, 11 Juli 2020
P. S. Benediktus
Yes. 6:1-8; Mzm. 93:1ab,1c-2,5; Mat. 10:24-33

Yesus hari ini melanjutkan nasihat-Nya kepada para Rasul-Nya. “Janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka… apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah” (Mat.10:26-27). Yesus dengan jelas hari ini memberikan tantangan sekaligus menyiapkan para Rasul-Nya untuk berani menjadi corong kebenaran. Bahkan harus melawan arus kebiasaan yang tidak benar. Yesus mengajak kita untuk berpikir dan bersikap “outside the box”, karena tidak ada seorang pun yang sanggup menyembunyikan kebenaran itu selamanya. Waktu akan mengungkapkan kebenaran kepada kita, jika tidak sekarang atau dalam kehidupan ini, kita yakin bahwa kebenaran akan menang pada hari terakhir.

Namun bersikap demikian bukanlah hal yang mudah. Mengatakan kebenaran cenderung mendatangkan risiko. Dalam tradisi kekristenan, banyak martir yang meninggal karena menyuarakan kebenaran dan mempertahankan imannya. Kita juga mengenal beberapa tokoh dunia seperti Martin Luther King Jr., Mahatma Gandhi, yang menyerukan kebenaran, berjuang melawan ketidakadilan justru dibenci, bahkan harus berakhir dengan pengasingan atau dibunuh. Realitas kehidupan kita sehari-hari pun membuktikan bahwa ada orang yang dikucilkan atau diancam karena mengatakan kebenaran, memperjuangkan keadilan, atau melawan praktik kebiasaan yang salah namun dianggap wajar oleh kebanyakan orang. Orang pun menjadi takut untuk menyuarakan kebenaran, memilih untuk tidak bersuara karena takut dikucilkan komunitasnya, atau dianggap berbeda. Ketika kita diam dan tidak berani menyuarakan kebenaran atau mengatakan kebenaran yang kita tahu, pada saat itulah kita menyangkal iman kita akan Yesus! Kita mencari kenyamanan sendiri dan berlindung di balik kepalsuan dan kepura-puraan.

Menyadari risiko yang akan diterima oleh para pengikut-Nya, Yesus pun memberikan kekuatan dengan mengatakan, “Janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada DIA yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka” (Mat. 10:28). Yesus membangun kesadaran para Rasul-Nya bahwa hidup kita di tangan TUHAN, karena itu kita hendaknya menempatkan rasa takut bukan pada yang bisa membunuh tubuh saja, tetapi “takutlah kepada Dia yang membunuh jiwa maupun tubuh”! Ketidakmampuan kita untuk mengungkapkan kebenaran karena kita dibayangi ketakutan yang sifatnya duniawi, takut kepada kepada mereka yang hanya dapat membunuh tubuh. Dan jika kita memilih untuk berkompromi dengan kebenaran, hati nurani kita akan menghantui kita, tidak hanya dalam kehidupan ini tetapi juga di kehidupan yang akan datang.

Yesus pun meyakinkan kita bahwa ketika kita berjalan dalam kebenaran, Allah akan selalu bersama kita, “Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga” (Mat. 10:32-33). Ketika hati nurani kita jelas, mengatakan dengan jujur di hadapan Tuhan dan sesama, maka kita tidak perlu takut kepada siapa pun, karena kita tidak perlu menyembunyikan apa pun. Ketakutan akan Tuhan dan sesama selalu mendatangkan rasa malu, karena itu orang berusaha menyembunyikan perbuatannya yang salah. Sebaliknya, ketakutan akan Allah akan memacu kita untuk beriman dan bertindak secara benar, menghargai apa yang benar-benar baik dan benar. Ini akan memberikan kita hikmat dan penilaian yang benar karena melihat segala sesuatu dari sudut pandang Allah, yang adalah kebenaran mutlak dan tujuan akhir hidup kita. Ketakutan yang demikian membuat kita semakin rendah hati dan taat kepada firman-Nya, lebih mengandalkan kekuatan dan kasih karunia-Nya. Ketakutan akan Tuhan membuat kita semakin menghormati perintah cinta kasih-Nya untuk semakin mencintai semua orang. Ketika kita takut akan Tuhan, maka kita tidak lagi takut pada dunia, terutama kepalsuan. Inilah panggilan Kristiani dan tanggungjawab moral kita!

Marilah kita berdoa memohon kekuatan Roh Kudus untuk menerangi hati kita, agar kita memiliki hati nurani yang bersih, menuntun kita untuk hidup dalam kebenaran dan berani membela orang-orang kecil yang mengalami penindasan atau ketidakadilan!

(RP. Gabriel Joseph – Imam di Manila)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Keutuhan keluarga: Semoga keluarga-keluarga pada zaman ini tidak merasa sendirian karena senantiasa dapat menemukan cinta, penghargaan dan bimbingan yang mereka perlukan demi terjaganya keutuhan keluarga. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Sumber daya manusia: Semoga dalam rangka peningkatan sumber daya manusia yang dicanangkan pemerintah, lembaga-lembaga pendidikan Katolik, menemukan sarana-sarana untuk menyiapkan peserta didik dalam menghadapi tantangan zaman milenial. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mohon berkat bagi para pelayan pendidikan kami untuk membantu terwujudnya pendidikan keadilan dalam setiap tingkatnya. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s