Jadilah Orang Kecil dan Bodoh yang Mengenal BAPA

Renungan Harian Misioner
Rabu, 15 Juli 2020
P. S. Bonaventura
Yes. 10:5-7,13-16; Mzm. 94:5-6,7-8,9-10,14-15; Mat. 11:25-27

Ungkapan syukur Yesus hari ini adalah wujud penghiburan atas ungkapan-ungkapan pedih ketika Ia mengecam kota-kota yang tidak mau bertobat pada bacaan kemarin. Perhatikan bahwa yang dilakukan Yesus adalah reaksi yang umum seperti saat seseorang mengalami kesedihan, misalnya pada masa ini seseorang jatuh sakit, dan ia masih dapat mengatakan: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab aku hanya sakit demam berdarah, bukan Covid-19.” Pujian dan hormat kepada Allah dari segalanya dengan iman dan percaya bahwa Dia akan memberi kita segala kebaikan yang kita perlukan dan melindungi kita dari segala kejahatan, akan menghilangkan perasaan sedih dan takut (bdk. Rm. 8:28; Mat. 11:25).

Doa Yesus juga menyebut tentang dua kelompok orang: bijaksana dan pandai, serta orang kecil. Yang masuk dalam kelompok pertama biasanya para cendekiawan, mereka paling ahli dalam hal-hal duniawi dan menyelami rahasia-rahasia ilmu pengetahuan. Biasanya, mereka juga orang-orang yang paling tidak berpengalaman dalam hal-hal rohani, seringkali bodoh dan keliru tentang rahasia-rahasia Kerajaan Sorga, karena mereka tidak pernah menyadari kuasa-Nya dan tidak mau membuka hati mereka untuk merasakan kasih Allah dalam hidup mereka. Sedangkan kelompok ‘orang kecil’ adalah orang biasa, bukan hanya diukur dari rendah kedudukannya, namun dari kerendahan hatinya. Mereka bahkan mungkin miskin dan menderita, tetapi dengan lembut hati mereka menanggapi Kristus dengan mengakui ketidakberdayaan mereka, sehingga seperti halnya seorang anak kecil mereka mampu menerima ajaran-Nya dan dengan mudah mensyukuri apapun karunia Tuhan. Yang masuk dalam kelompok ini juga adalah semua orang yang disebut berbahagia dalam khotbah di bukit (Mat. 18:3; 5:2-11).

Lalu apakah ‘semua yang disembunyikan’ dari si bijak dan pandai itu? Rahasia yang dinyatakan hanya kepada orang kecil itu adalah rahasia Kerajaan Allah. Karunia ini memampukan orang-orang kecil belajar menghampiri Allah melalui pujian dan doa, serta memandang-Nya sebagai Bapa. Mereka bersandar pada-Nya atas dasar hubungan anak-Bapa, bukan hanya untuk meminta belas kasihan-Nya, melainkan juga untuk mengucap syukur atas belas kasih yang sudah diterima daripada-Nya. Pengetahuan akan hal inilah yang dikatakan Yesus berkenan pada Bapa (Mzm. 94:9-10,14-15; Mat. 13:11; 11:26).

Kekhawatiran akan virus Corona ditambah ungkapan beberapa cendekiawan yang berisi omongan kosong telah menimbulkan berbagai pertentangan bahkan dapat menggoncangkan iman. Itu semua berasal dari apa yang disebut pengetahuan. Beberapa pemimpin dunia bahkan terkesan memanfaatkan kondisi ini untuk kepentingan mereka sendiri, berperan seolah-olah ‘dunia milik mereka.’ Penguasa-penguasa manusia ini lupa bahwa mereka hanyalah alat di tangan Allah (lihat bangsa Asyur). Mereka menunjukkan kebodohan luar biasa ketika dengan congkak melawan Dia yang telah mengaruniakan kekuasaan supaya Allah memakai mereka untuk maksud-maksud baik-Nya sendiri (lih. 1Tim. 6:20-21; Yes. 10:5-7, 13-16).

Marilah kita mohon agar Tuhan melihat dan mengindahkan umat-Nya, memerhatikan orang-orang bodoh dan bebal itu agar menggunakan kepandaian mereka untuk ‘mengecilkan diri’ dan menyadari bahwa segala kuasa untuk menghukum dan mempertobatkan telah diserahkan kepada Yesus. Pemeliharaan Tuhan akan menata kembali segala kekacauan di bumi ini menurut hukum keadilan-Nya dan semua orang akan menaati-Nya dengan tulus hati sehingga Yesus berkenan menyatakan rahasia surgawi agar kita dapat mengenal dan sampai kepada Bapa (Mzm. 94:5-10,14-15; Mat .11:27). (ek)

(Antonius Ekahananta – Awam Katolik Pengajar Misi Evangelisasi)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Keutuhan keluarga: Semoga keluarga-keluarga pada zaman ini tidak merasa sendirian karena senantiasa dapat menemukan cinta, penghargaan dan bimbingan yang mereka perlukan demi terjaganya keutuhan keluarga. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Sumber daya manusia: Semoga dalam rangka peningkatan sumber daya manusia yang dicanangkan pemerintah, lembaga-lembaga pendidikan Katolik, menemukan sarana-sarana untuk menyiapkan peserta didik dalam menghadapi tantangan zaman milenial. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mohon berkat bagi para pelayan pendidikan kami untuk membantu terwujudnya pendidikan keadilan dalam setiap tingkatnya. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s