Janji dan Kasih Allah adalah Kepastian

Renungan Harian Misioner
Jumat, 17 Juli 2020
P. S. Alexis
Yes. 38:1-6,21-22,7-8; MT Yes. 38:10,11,12abcd,16; Mat. 12:1-8

Misi: Mengembangkan Kepatuhan dan Kesetiaan Iman Melalui Perbuatan Kasih, Kebenaran dan Kebaikan agar Orang Lain Mengalami Kehidupan

Janji Allah untuk menyelamatkan umat manusia merupakan kepastian karena Allah adalah setia. Berhadapan dengan janji Allah yang pasti dan setia, kita hanya bisa mengambil sikap seperti Hiskia, yang ditampilkan dalam kitab Yesaya yang kita renungkan pada hari ini. Hiskia, menyerahkan diri penuh iman dan harapan pada kasih kuasa dan keputusan Allah. Hiskia menyadari sungguh bahwa Allah setia dan tak pernah ingkar janji maka, Hiskia menghadirkan diri apa adanya di hadapan Allah dan dengan segala kerinduan dan ketulusan hati membuka diri pada tindakan Allah yang membebaskan dan memulihkan. Hiskia menyerahkan diri dengan segala keterbatasan namun dalam kemurnian hati dan kejujuran meyakini bahwa Allah pasti setia pada janji-Nya dan kesetiaan Allah melampaui keterbatasan Hiskia. Kesetiaan dan kepastian janji Allah untuk menyelamatkan manusia semata-mata terjadi karena Allah menempatkan belaskasihan-Nya diatas segala-galanya. Belaskasihan Allah menjadi titik acuh iman Hiskia karena Allah adalah kasih.

Sementara pada Injil Matius hari ini membawa kaum Farisi maupun kita semua pada suatu gugatan kepatuhan Iman. Kaum Farisi diajak oleh Yesus untuk menemukan dan melaksanakan: kasih, kebenaran, kebaikan, kejujuran, keadilan sebagai makna terdalam dan tujuan luhur dari Hari Sabat. Dengan kata lain, semua kepatuhan untuk melaksanakan ketentuan-ketentuan Hari Sabat hendaknya membuahkan kasih, kebaikan, kebenaran, kebahagiaan, sukacita, pembaruan,pemulihan dan kehidupan.

Adalah benar bahwa Hari Sabat merupakan kesempatan untuk memuliakan Tuhan namun lebih dari itu Hari Sabat menjadi kesempatan untuk mengalami kehadiran Tuhan yang penuh kasih yakni Yesus yang adalah Hari Sabat. Maka, pengalaman akan kasih Allah yang dihayati dengan melaksanakan dan menjalankan Hari Sabat secara benar dan tepat merupakan buah perjumpaan kita dengan Kristus, Sang Hari Sabat.

Menerima Tuhan yang mengasihi kita serta mengalami kasih dan kebaikan Allah mengajak Kita untuk memahami sungguh bahwa kepatuhan kepada ketentuan dan ajaran Iman hendaknya bukan demi meraih penilaian positif publik melainkan membawa sukacita dan kehidupan bagi sesama. Dengan kata lain, kesetiaan ketaatan dan kepatuhan iman hendaknya mendorong setiap kita untuk mengutamakan perbuatan benar dan baik, kasih dan kemurahan hati, kejujuran dan keadilan yang pada gilirannya menghasilkan pembaruan, pemulihan, sukacita, kebahagiaan dan keselamatan.

Penegasan Yesus hari ini merupakan ajakan untuk mempertajam pemahaman kita tentang ketentuan-ketentuan dan ajaran-ajaran iman yang berlaku, bukan sebagai regulasi-regulasi kaku dan baku yang membatasi ruang gerak saluran perbuatan kasih yang menyelamatkan. Maka panggilan kita sebagai pengikut Kristus bukan untuk memperjuangkan secara sambil lalu sikap ketaatan dan kepatuhan atas ajaran-ajaran iman, melainkan menemukan dan melaksanakan isi dan muatan ajaran-ajaran iman yang selalu menghantar setiap orang pada pengalaman akan kasih Allah. Yang menjadi perjuangan kepatuhan Iman kita adalah melaksanakan secara benar butir-butir ajaran iman dengan menempatkan martabat manusia dan keselamatannya di atas semua ajaran dan ketentuan iman, karena itulah rencana dan kehendak Allah dalam diri Kristus Sang Hari Sabat.

Marilah kita mengakui dan menyadari sungguh bahwa tujuan luhur dari Hari Sabat, muatan serta isi ajaran iman kita, tidak pernah membatasi apalagi menghentikan ruang gerak kita untuk melakukan perbuatan kasih yang di dalamnya termuat kemuliaan Allah dan keselamatan Manusia. Amin.

(RP. Hiasintus Ikun, CMF – Dirdios KKI Keuskupan Palangkaraya)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Keutuhan keluarga: Semoga keluarga-keluarga pada zaman ini tidak merasa sendirian karena senantiasa dapat menemukan cinta, penghargaan dan bimbingan yang mereka perlukan demi terjaganya keutuhan keluarga. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Sumber daya manusia: Semoga dalam rangka peningkatan sumber daya manusia yang dicanangkan pemerintah, lembaga-lembaga pendidikan Katolik, menemukan sarana-sarana untuk menyiapkan peserta didik dalam menghadapi tantangan zaman milenial. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mohon berkat bagi para pelayan pendidikan kami untuk membantu terwujudnya pendidikan keadilan dalam setiap tingkatnya. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s