Biarkan Gandum dan Lalang Tumbuh Bersama

Renungan Harian Misioner
Minggu Biasa XVI, 19 Juli 2020
Keb. 12:13,16-19; Mzm. 86:5-6,9-10,15-16a; Rm. 8:26-27; Mat. 13:24-43 (panjang) atau Mat. 13:24-30 (pendek)

Agama Yahudi pada zaman Yesus tidaklah seragam seperti yang sering dibayangkan. Ada banyak kelompok dan aliran. Setiap kelompok mengklaim dirinya sebagai kelompok yang paling taat-Taurat. Setiap aliran membanggakan dirinya sebagai “sisa kecil” Umat Pilihan yang paling sah. Komunitas Qumran mencap sesat kelompok Yahudi lainnya. Merekapun memisahkan diri ke gurun dan mengikuti penanggalan yang berbeda. Kaum Farisi apalagi! Konon nama “Farisi” memang berarti “memisahkan diri”. Mereka tidak mau bergabung dengan kebanyakan umat Yahudi lainnya yang dianggap tidak taat Taurat. Orang Saduki tidak mau bergabung dengan kaum Farisi yang dicap sudah menambahi Taurat Musa dengan aneka tradisi lisan yang merupakan tafsiran mereka sendiri.

Yesus tampil beda. Ia tidak membentuk aliran “mesianis murni dan eksklusif”, tetapi sebuah kelompok yang terbuka, mengembara sambil mewartakan, tanpa kantor-pusat. Yang paling parah, Ia bergaul dengan semua orang: pria-wanita, orang saleh maupun pendosa. Pewartaan-Nya tentang Kerajaan Allah tertuju kepada semua. Benih Sabda ditaburkan-Nya kepada semua jenis tanah! Sikap-Nya sungguh realistis: pewartaan-Nya pasti diterima atau ditolak. Selalu ada dua kelompok dan dua reaksi yang berbeda.

Meski Yesus menabur gandum, namun Ia tahu si Iblis pun giat menabur lalang. Dua jenis benih yang total berbeda, namun akan tampak sama saja, terutama di awal pertumbuhan. Keduanya baru tampak berbeda waktu gandum mulai berbulir. Maka, mencabut lalang di fase awal akan berakibat fatal, sebab gandum akan ikut hilang! Inilah kejutan dari si Tuan kebun: membiarkan keduanya tumbuh bersama-sama sampai panen tiba. Tentu saja ada risiko dan bahaya: akar-akar lalang dapat merusak gandumnya.

Kerajaan Allah dihadirkan di dunia ini oleh Yesus dan Gereja-Nya. Namun demikian, setelah lebih dari 2000 tahun, kejahatan dan dosa tetap ada dalam dunia, bahkan dalam Gereja sendiri. Iblis tetap aktif mempertahankan kerajaannya. Selalu ada orang yang tidak percaya dan yang menyesatkan sesamanya. Berhadapan dengan mereka, Saya dan Anda mudah tergoda untuk memisahkan diri, atau mengucilkan mereka. Yesus tidak sepakat dengan “sikap farisi” seperti itu. Gereja adalah corpus mixtum: jemaat campuran yang terdiri dari anggota berkualitas gandum dan lalang! Tentu saja selalu ada risiko orang benar disesatkan oleh orang jahat. Akan tetapi bahaya yang jauh lebih besar adalah kesombongan orang-orang benar, yang berupaya melenyapkan setiap orang lemah dan yang dicap pendosa dari persekutuan atau dari lingkungan masyarakat. Padahal, kedua-duanya harus dibiarkan hidup berdampingan sampai akhir zaman.

Memisahkan dan mengadili bukanlah tugas saya dan Anda. Tuhan sendirilah yang akan memisahkan dan menghukum para pendosa dan penyesat pada saat Pengadilan definitif nanti. Dialah yang akan membalas setiap orang sesuai dengan perbuatannya. Tetapi, selama kita hidup di dunia ini, biarlah saya dan Anda memperlihatkan kesabaran dan belas-kasih Tuhan kepada sesama. Bukankah saya dan Andapun senantiasa diberi-Nya harapan dan kesempatan, setiap kali kita jatuh dan tersesat?

(Hortensio Mandaru – Lembaga Alkitab Indonesia Jakarta)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Keutuhan keluarga: Semoga keluarga-keluarga pada zaman ini tidak merasa sendirian karena senantiasa dapat menemukan cinta, penghargaan dan bimbingan yang mereka perlukan demi terjaganya keutuhan keluarga. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Sumber daya manusia: Semoga dalam rangka peningkatan sumber daya manusia yang dicanangkan pemerintah, lembaga-lembaga pendidikan Katolik, menemukan sarana-sarana untuk menyiapkan peserta didik dalam menghadapi tantangan zaman milenial. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mohon berkat bagi para pelayan pendidikan kami untuk membantu terwujudnya pendidikan keadilan dalam setiap tingkatnya. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s