Rahasia Kerajaan Sorga

Renungan Harian Misioner
Kamis, 23 Juli 2020
P. S. Birgitta
Yer. 2:1-3,7-8,12-13; Mzm. 36:6-7ab,8-9,10-11; Mat. 13:10-17

“Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya…” [Mat. 13:11-12].

Firman Tuhan melalui nabi Yeremia kepada penduduk Yerusalem, Tuhan begitu mencintai Israel, menuntun Israel keluar dari tanah Mesir, menyertai mereka melewati padang gurun yang tandus dan membawa mereka ke tanah yang subur. Tapi apa yang diperbuat Israel kepada Tuhan adalah kejahatan. Mereka mencemari tanah yang Tuhan berikan. Para imam tidak lagi bertanya: Di manakah Tuhan? Pelaksana hukum tidak mengenal Dia lagi, para gembala durhaka. Para nabi bernubuat demi Baal. Mereka meninggalkan Tuhan, sumber air yang hidup, untuk menggali kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air. Yang berakhir dengan kekeringan, kehampaan, tidak memiliki apa pun lagi. Akibat dari ketidaktaatan.

Kepada para murid, Tuhan telah menetapkan agar mereka menerima karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga. Tuhan memilih orang-orang beriman yang percaya kepada Dia sebagaimana para murid. Serta menjadikan mereka tanah yang subur agar menjadi tempat bertumbuhnya benih sabda. Bukan semata karena usaha atau jerih payah mereka sendiri, melainkan oleh karena karunia yang diberikan kepada mereka, asalkan mau membuka hati, membiarkan Tuhan yang berkarya. Dia memilih kita sebagai murid-murid-Nya di zaman now, untuk dapat mengerti rahasia Kerajaan Sorga.

Injil hari ini kita diingatkan, seringkali kita tidak menggunakan telinga dan mata dengan baik. Patutlah bersyukur, atas anugerah istimewa dari Tuhan, rahasia Kerajaan Sorga dibukakan bagi kita. Kita diberi mata yang dapat melihat jalan menuju keselamatan dan telinga yang dapat mendengar sabda-Nya. Sudahkah kita menggunakan sesuai fungsinya?

Injil lain menulis “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberitakan dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti” [Luk. 8:10, Mrk. 4:11-12].

Untuk dapat melihat dan mendengar dengan baik, dibutuhkan kerendahan hati. Dari akar kata rendah hati/humble/humus-humilis. Humus merupakan lapisan tanah yang subur, di mana semua jenis tanaman dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah lebat.

Dalam diri orang yang rendah hati, dia mampu melihat karya Tuhan dalam setiap peristiwa kehidupan, dia mampu bersyukur atas karya sesama yang lebih baik dari apa yang dapat dilakukannya, bukan malah iri hati/dipandang sebagai pesaing.

Apa yang didengar, pengajaran, nasihat dan sabda Tuhan akan meresap dan mengendap dalam hatinya serta menghasilkan buah dalam tindakan baik/positif. Berbeda dengan orang yang keras hati, apa yang dilihat dan yang didengar cepat berlalu, ia akan pura-pura tidak melihat dan tidak mendengar atau mendengar tetapi masuk telinga kanan keluar telinga kiri.

Marilah kita mohon rahmat kerendahan hati agar hati kita menjadi tanah yang subur sehingga mampu melihat dan mendengar dengan baik, yang terutama mampu melihat dan mendengar karya dan sabda Tuhan melalui situasi/suara orang-orang sekomunitas/di sekitar kita. Agar selanjutnya, kita mampu menghasilkan buah yang baik, yang tulus dalam pengabdian/pelayanan kepada Tuhan dan pelayanan kepada sesama. Semoga kelak kita bersama dapat masuk dalam Kerajaan Sorga, Kerajaan Allah yang abadi.

(Alice Budiana – Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini, Paroki Kelapa Gading – KAJ)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Keutuhan keluarga: Semoga keluarga-keluarga pada zaman ini tidak merasa sendirian karena senantiasa dapat menemukan cinta, penghargaan dan bimbingan yang mereka perlukan demi terjaganya keutuhan keluarga. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Sumber daya manusia: Semoga dalam rangka peningkatan sumber daya manusia yang dicanangkan pemerintah, lembaga-lembaga pendidikan Katolik, menemukan sarana-sarana untuk menyiapkan peserta didik dalam menghadapi tantangan zaman milenial. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mohon berkat bagi para pelayan pendidikan kami untuk membantu terwujudnya pendidikan keadilan dalam setiap tingkatnya. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s