Siap Menjadi “Tanah yang Subur”

Renungan Harian Misioner
Jumat, 24 Juli 2020
P. S. Sharbel Makhluf
Yer. 3:14-17; MT Yer. 31:10,11-12ab,13; Mat. 13:18-23

Injil yang kita renungkan hari ini, merupakan sebuah penjelasan dari Yesus atas perumpamaan tentang penabur. Dalam perumpamaan tersebut digambarkan bahwa ada empat tempat di mana benih itu ditaburkan oleh sang penabur yaitu: di pinggir jalan, tanah berbatu, semak duri dan di tanah yang baik. Dari penjelasan Yesus tersebut, tentunya kita dapat menangkap bahwa ada dua hal yang menjadi fokus perhatian kita, yaitu benih dan tanah. Benih melambangkan Sabda Tuhan, sedangkan tanah melambangkan hati manusia yang akan ditaburi Sabda Tuhan.

Tentang Sabda Tuhan (benih), nabi Yesaya menyerukan demikian “Seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke sana melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikian firman yang keluar dari mulut Allah”. Sabda Tuhan adalah sabda yang berdaya guna. Bertolak dari kesaksian nabi Yesaya ini maka hemat saya yang perlu kita renungkan pada saat ini adalah soal pribadi manusia yang akan menerima Sabda Tuhan itu.

Tidak dapat dipungkiri bahwa ada berbagai macam disposisi batin manusia dalam menanggapi Sabda Tuhan itu. Yesus menggambarkan ada empat disposisi batin manusia dalam menanggapi Sabda Tuhan:
Pertama, orang-orang yang mendengarkan Sabda Tuhan, namun tidak memahaminya. Akibatnya ketika tantangan datang (musuh/iblis) mereka cepat goyah dan jatuh dalam pelukan dosa (gambaran benih yang jatuh di pinggir jalan).
Kedua, orang-orang yang mendengarkan Sabda Tuhan, namun Sabda itu tidak mengakar dalam dirinya. Sabda itu layu bahkan mati dalam diri mereka. Akibatnya mereka cepat beralih dari iman mereka (gambaran Sabda yang jatuh di tanah berbatu).
Ketiga, orang-orang yang mendengarkan sabda Tuhan, namun Sabda Tuhan itu tidak berdaya guna dalam dirinya, sehingga mereka gampang dihimpit oleh kekhawatiran dunia dengan segala tipu muslihatnya (gambaran Sabda yang tumbuh di semak berduri).
Keempat, orang-orang yang mendengarkan Sabda Tuhan dan mereka memahaminya, akibat Sabda itu bertumbuh subur dalam diri mereka serta menghasilkan buah.

Dari keempat hal ini, pasti yang menjadi harapan kita bersama adalah menjadi “tanah yang subur”. Tanah yang mampu memberikan pertumbuhan bagi benih. Tentu ini bukanlah pelkara gampang. Untuk itu yang perlu kita upayakan saat ini adalah memelihara diri kita agar bisa menjadi tanah yang subur. Tanah yang bisa memberikan pertumbuhan yang berlimpah atas benih sabda Tuhan. Karena itu kita perlu menciptakan lahan subur dalam diri, dalam keluarga dan dalam komunitas kita dengan cara:
 Mendengarkan dan berdialog dengan Tuhan dalam doa-doa kita.
 Memelihara cara hidup yang baik seperti kesetiaan, kejujuran, dan kerendahan hati.
 Siap melakukan segala sesuatu yang baik dan benar dalam hidup kita.

(RD. Stefanus Si – Imam Keuskupan Weetebula)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Keutuhan keluarga: Semoga keluarga-keluarga pada zaman ini tidak merasa sendirian karena senantiasa dapat menemukan cinta, penghargaan dan bimbingan yang mereka perlukan demi terjaganya keutuhan keluarga. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Sumber daya manusia: Semoga dalam rangka peningkatan sumber daya manusia yang dicanangkan pemerintah, lembaga-lembaga pendidikan Katolik, menemukan sarana-sarana untuk menyiapkan peserta didik dalam menghadapi tantangan zaman milenial. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mohon berkat bagi para pelayan pendidikan kami untuk membantu terwujudnya pendidikan keadilan dalam setiap tingkatnya. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s