Tumbuh dan Berkembang dalam Kuasa Allah

Renungan Harian Misioner
Senin, 27 Juli 2020
P. S. Aurelius dan S. Natalia
Yer. 13:1-11; MT Ul. 32:18-19,20,21; Mat. 13:31-35

Perumpamaan tentang biji sesawi dan ragi (Mat. 13:5-31) merupakan bagian dari rangkaian perumpamaan tentang Kerajaan Allah (Mat. 13:1-58). Melalui perumpamaan tentang biji sesawi, Yesus menekankan perbedaan antara kecilnya biji dan besarnya sayuran: ”Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar daripada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon….” (Mat. 13:32). Pertanyaan yang mungkin muncul dalam pikiran para pendengar-Nya adalah: Siapa yang memungkinkan pertumbuhan sesawi yang menakjubkan itu? Yesus hendak menegaskan bahwa kalau Allah meraja atau menegakkan kuasa-Nya, maka situasinya akan serupa dengan biji sesawi yang ditaburkan orang di ladang, bertumbuh dan hasil akhirnya sesawi itu lebih besar daripada sayuran yang lain.

Demikian pula dengan benih Sabda Allah yang ditaburkan dalam hati manusia. Benih Sabda Allah yang ditaburkan dalam hati manusia mulanya kecil sekali bila dibandingkan dengan kerajaan duniawi. Yesus sendiri yang datang mewartakan dan membawa Kerajaan Allah adalah pribadi yang biasa-biasa saja, sederhana, dan kurang diperhitungkan dalam masyarakat sebelum Ia tampil di depan publik. Namun, kuasa Allah menyertai Dia. Yesus yang sebelumnya adalah pribadi yang biasa-biasa saja, tampil secara mengagumkan dan menakjubkan di depan publik lewat cara hidup-Nya, pengajaran-Nya dan mukjizat-mukjizat yang dilakukan-Nya. Para murid Yesus pun bukanlah orang-orang yang berasal dari kalangan raja, bangsawan, pemuka agama atau kaum cerdik-pandai. Sebaliknya, mereka adalah orang-orang sederhana, nelayan dan petani yang kurang berpendidikan. Namun, karena kuasa Yesus yang menyertai mereka, akhirnya mereka menjadi rasul-rasul besar yang berani mewartakan Injil hingga rela mati sebagai martir. Berkat pewartaan mereka, pengikut Yesus berkembang di berbagai wilayah. Dalam sejarah Gereja pun demikian, segala sesuatu berawal dari yang kecil dan sederhana. Berkat kuasa Allah dan kuasa Yesus, umat Kristiani yang sebelumnya kecil secara kuantitas dan kualitas, kini tersebar di seluruh penjuru dunia dan tak henti-hentinya mewartakan Injil hingga detik ini.

Demikian pula, “Hal Kerajaan Surga seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya” (Mat. 13:33). Seorang wanita mengambil sedikit ragi, mencampurnya dengan sejumlah besar tepung, dan membakarnya menjadi roti. Tanpa dicampur dengan ragi, tepung tetaplah sebagai tepung. Ketika ragi dimasukan ke dalam tepung, ragi itu akan meresap ke dalam seluruh adonan. Cara ragi bekerja tidak dapat dilihat dengan mata, tetapi pengaruhnya dapat dilihat. Jumlah ragi sedikit, tetapi pengaruhnya besar. Demikianlah cara Kerajaan Allah menyatakan kehadiran dan kekuasaan-Nya di dunia saat ini dan dalam diri kita masing-masing. Ragi adalah lambang kuasa Allah yang berkarya dalam diri setiap manusia dan mengubah manusia dari dalam. Kerajaan Allah menghasilkan sebuah transformasi dalam diri orang yang menerima hidup baru yang diberikan oleh Yesus Kristus. Ketika kita menyerahkan hidup kita kepada Yesus Kristus dan membiarkan sabda-Nya berakar dalam hati kita, kita diubah dan dikuduskan oleh daya Roh Kudus yang bersemayam di dalam diri kita.

Perumpamaan tentang biji sesawi dan ragi membantu kita untuk memahami bagaimana sesungguhnya Allah hadir dan berkarya dalam hidup kita setiap saat. Kita diyakinkan bahwa jika kita menerima benih Kerajaan Allah dalam hati kita, benih Kerajaan Allah itu akan tumbuh dan berkembang dalam diri kita. Kita diyakinkan pula bahwa Allah menyertai kita dan bekerja dengan cara yang tak kelihatan. Rahmat Allah memang tidak tampak di depan mata kita, tetapi kuasa rahmat-Nya membuat hidup kita terus berkembang dan bermakna bagi orang lain.

Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi kita untuk merasa kecil dan merasa tak berguna dalam kehidupan ini. Tak ada alasan bagi kita untuk merasa sebagai minoritas yang tak ada manfaat atau pengaruh dalam kehidupan bermasyarakat. Ketika kita membiarkan benih Sabda Allah tertanam dalam hati kita dan membiarkan diri kita dirasuki oleh Roh Kudus, kehidupan spiritual kita bertumbuh dan berkembang serta berguna bagi kesejahteraan dan keselamatan sesama kita. Marilah kita membiarkan diri untuk tumbuh dan berkembang dalam kuasa Allah yang senantiasa hadir dalam hidup kita.

(RP. Silvester Nusa, CSsR – Dosen STKIP Weetebula, NTT)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Keutuhan keluarga: Semoga keluarga-keluarga pada zaman ini tidak merasa sendirian karena senantiasa dapat menemukan cinta, penghargaan dan bimbingan yang mereka perlukan demi terjaganya keutuhan keluarga. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Sumber daya manusia: Semoga dalam rangka peningkatan sumber daya manusia yang dicanangkan pemerintah, lembaga-lembaga pendidikan Katolik, menemukan sarana-sarana untuk menyiapkan peserta didik dalam menghadapi tantangan zaman milenial. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mohon berkat bagi para pelayan pendidikan kami untuk membantu terwujudnya pendidikan keadilan dalam setiap tingkatnya. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s