Sudah Siap dijala TUHAN?

Renungan Harian Misioner
Kamis, 30 Juli 2020
P.S. Petrus Krisologus
Yer. 18:1-6; Mzm. 146:2abc,2d-4,5-6; Mat. 13:47-53

Saudara dan saudariku yang dikasihi Tuhan. Hari ini dalam bacaan Injil kita membaca bagaimana Yesus mengajarkan tentang Kerajaan Surga dalam sebuah perumpamaan tentang pukat yang dilabuhkan di laut. Sebenarnya bacaan yang sama yang lebih lengkap sudah kita dengarkan pada Hari Minggu Biasa XVII yaitu dari Matius 13:44-52. Cara Yesus mengajar murid-murid-Nya dan kepada orang banyak seringkali dengan menggunakan perumpamaan. Kadang perumpamaan ini tidak mudah dipahami bahkan membuat para murid bertanya apa maksud dari perumpamaan tersebut misalnya, “Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu” (Mat. 13:37). Saya pun terkadang harus membaca berulang-ulang untuk memahami maksud pengajaran Yesus. Yesus tahu betul kekurangan kita, bahwa kita punya masalah untuk memahami hal-hal surgawi, karena itu seringkali Dia berbicara kepada kita memakai gambaran yang lebih membumi agar kita memahami pengajarannya dengan lebih dalam sesuai dengan konteks hidup kita.

Bagi saya yang semasa kecil sudah akrab dengan pukat (semacam jaring yang besar dan panjang untuk menangkap ikan) akan lebih mudah memahami maksud pengajaran Yesus ini. Ketika saya masih di bangku sekolah dasar sampai sekolah menengah pertama, saya sering kali bermain di wilayah teluk dan melihat secara dekat bagaimana para nelayan memisahkan ikan yang baik dan membuang beberapa ikan yang tidak dapat dimakan atau sampah lainnya yang ikut masuk ke dalam pukat. Yesus memberikan perumpamaan tentang Kerajaan Surga seumpama pukat yang ditebarkan ke laut, mengajak kita untuk merenungkan bahwa keselamatan yang dibawa oleh Yesus diperuntukkan bagi semua orang bagaikan pukat yang ditebarkan ke laut untuk menjaring siapa saja dan nanti pada masanya tiba ketika Tuhan datang untuk kedua kalinya barulah Ia mulai memisah-misahkan mana ikan-ikan yang baik dan mana yang tidak baik. Suatu imajinasi yang baik dari pemisahan orang-orang yang baik yaitu murid-murid yang setia dari orang-orang yang jahat.

Kita semua tentu berharap pada akhirnya kitapun didapatinya sebagai ikan (murid) yang baik ketika pukat ditaburkan ke laut (dunia). Bagaimana agar kita didapatinya sebagai anak-Nya yang setia? Seperti Sabda Tuhan kepada nabi Yeremia dalam bacaan pertama, kita harus memberikan diri kita sepenuhnya dibentuk oleh Tuhan seperti tanah liat di tangan tukang periuk, “Demikianlah sabda Tuhan. Sungguh seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kalian di tangan-Ku” (Yer. 18:6). Tuhan senantiasa mau membentuk kita karena Ia tahu betapa rapuhnya diri kita yang seringkali jatuh dalam dosa. Namun tanpa usaha dan penyerahan diri yang total di dalam tangan Tuhan, kita tidak akan pernah menjadi pribadi yang baik. Siapkanlah dirimu untuk mau dibentuk oleh tangan Tuhan agar kelak kamu didapatinya sebagai pribadi pilihan ketika Tuhan menebarkan jala-Nya dan menjaring kita semua masuk ke dalam Kerajaan-Nya yang mulia.

(RD. Hendrik Palimbo – Dosen STIKPAR Toraja, Keuskupan Agung Makassar)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Keutuhan keluarga: Semoga keluarga-keluarga pada zaman ini tidak merasa sendirian karena senantiasa dapat menemukan cinta, penghargaan dan bimbingan yang mereka perlukan demi terjaganya keutuhan keluarga. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Sumber daya manusia: Semoga dalam rangka peningkatan sumber daya manusia yang dicanangkan pemerintah, lembaga-lembaga pendidikan Katolik, menemukan sarana-sarana untuk menyiapkan peserta didik dalam menghadapi tantangan zaman milenial. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mohon berkat bagi para pelayan pendidikan kami untuk membantu terwujudnya pendidikan keadilan dalam setiap tingkatnya. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s