Maukah Engkau Ikut Tuhan Habis-Habisan?

Renungan Harian Misioner
Jumat, 31 Juli 2020
Pesta S. Ignasius dr Loyola
Yer. 26:1-9; Mzm. 69:5,8-10,14; Mat. 13:54-58

Inigo dari Loyola berasal dari bangsawan sederhana dari daerah Basque, Spanyol bagian utara, yang sejak kecil merasa bangga, menjadi putera Gereja Katolik. Oleh sebab itu, pada usia remaja, ia telah dipersembahkan oleh keluarganya untuk menerima tahbisan akolit, sebagai awal proses menjadi klerus Gereja Katolik. Namun kemudian ia tertarik untuk mengejar kemuliaan di kalangan militer dan mencari ketenaran istana. Ia pun menjadi penyala bara keberanian, ketika pasukannya harus membela puri Pampluna dari serangan Prancis, yang jauh lebih besar. Maka ia terluka di kakinya dan harus dioperasi dan oleh karena itu ia menghabiskan 9 bulan di tempat tidur. Ia membaca Kitab Suci dan Riwayat Orang-Orang Kudus, yang menyebabkannya bertobat sehingga mau menyerahkan hidupnya seutuhnya untuk mewartakan Kabar Gembira, dengan memanggul panji-panji Raja Kristus, yang disalib. Ia mengumpulkan banyak orang untuk berbakti kepada Tuhan, dan bersama teman-temannya mendirikan Serikat Yesus (Yesuit) untuk mengabdi Tuhan, “Hanya Demi Semakin Mulianya Allah” (AMDG).

BACAAN PERTAMA – Kitab Ulangan 30:15-20: Gambaran yang nampak dari Kitab Ulangan merupakan lukisan pertobatan Inigo dari Loyola, ketika ditantang untuk memilih “kembali ke Istana Raja-raja ataukah mengabdi Raja Kristus”. Kepadanya ditawarkan kebahagiaan dan kemuliaan kekal, apabila mengikuti Tuhan dan melaksanakah Kehendak-Nya. Pilihannya sangat jelas: meninggalkan Tuhan atau memilih Tuhan. Ignasius memilih Tuhan.

BACAAN LAIN – Yeremia 20:7-9: Dalam bacaan ini, murid Tuhan digambarkan sebagai orang, yang mendengarkan ajakan Allah untuk datang kepadaNya. Ia telah ‘menyerahkan diri pada panggilan Tuhan. Pun kalau dengan demikian ada banyak orang yang mencemoohnya. Namun dalam hatinya ada api yang menyala-nyala, yang baranya memanaskannya guna memenuhi panggilan Allah. Panggilan itu mengatasi segala ambisi duniawi mana pun dan melampaui undangan siapa pun: Ia ikut Tuhan.

MAZMUR TANGGAPAN – Mazmur 1:1-6: Umat diajak berjalan bersama Inigo untuk mengikuti Kehendak Allah dan hukum-hukum-Nya. Di sanalah ia diundang untuk tidak lagi menapaki jalan pendosa, tetapi menapaki jalan-jalan Tuhan. Oleh sebab itu umat diajak berseru: “Terberkatilah Dia yang bersukacita dalam hukum Tuhan” – taat habis-habisan kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN LAIN – Mazmur 34: 2-11: Kalau orang hidup seperti Inigo, maka dapatlah ia merasakan kenikmatan suci. Dikatakannya bahwa “kecaplah dan rasakanlah betapa baiknya Tuhan”. Oleh sebab itu, umat diundang untuk memuji Tuhan setiap waktu dan memuliakan Nama-Nya tenpa henti. Dengan demikian, mukanya akan berseri-seri tanpa ada habisnya. Lalu dibebaskanlah ia dari segala kesesakan.

BACAAN KEDUA ALTERNATIF – 1Korintus 10:31-11:1: Dalam bacaan ini dipaparkanlah pegangan hidup Inigo untuk “melakukan semuanya demi Kemuliaan Allah”. Murid Tuhan tidaklah hidup untuk mencari dirinya sendiri, melainkan untuk sesama dan akhirnya untuk memuliakan Allah. Semua itu terjadi hanya karena “menjadi pengikut Kristus”.

BACAAN INJIL – Lukas 14: 25-33: Orang yang mengikuti Tuhan harus mencintai-Nya habis-habisan. Oleh sebab itu, tidak ada orang atau benda atau kenikmatan yang dapat disukainya, bila sungguh mau mengasihi Tuhan. Oleh sebab itu, setiap orang yang akan mengikuti Tuhan harus melakukan ‘discernment’, memilah-milah dan memilih dari segala hal: untuk akhirnya mengambil keputusan “Ya, saya mau ikut Tuhan, secara utuh dan menyeluruh”.

REFLEKSI: sudah sejak baptis, apalagi, kalau kita berkaul, discernment membawa orang pada keputusan “Ikut Tuhan habis-habisan”. Sejauh manakah hal itu sudah kita laksanakan?

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Keutuhan keluarga: Semoga keluarga-keluarga pada zaman ini tidak merasa sendirian karena senantiasa dapat menemukan cinta, penghargaan dan bimbingan yang mereka perlukan demi terjaganya keutuhan keluarga. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Sumber daya manusia: Semoga dalam rangka peningkatan sumber daya manusia yang dicanangkan pemerintah, lembaga-lembaga pendidikan Katolik, menemukan sarana-sarana untuk menyiapkan peserta didik dalam menghadapi tantangan zaman milenial. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mohon berkat bagi para pelayan pendidikan kami untuk membantu terwujudnya pendidikan keadilan dalam setiap tingkatnya. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s