Martir Pandemi Covid-19

Renungan Harian Misioner
Sabtu Biasa XVII, 1 Agustus 2020
PW St. Alfonsus Maria de Liguori, Uskup dan Pujangga Gereja
Yer. 26:11-16.24; Mat. 14:1-12

Dua tokoh diangkat dalam bacaan-bacaan Sabda Tuhan hari ini, yaitu Yeremia dan Yohanes Pembaptis. Keduanya menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran, mewartakannya sekaligus menjalankannya dengan penuh komitmen, bahkan dibelanya mati-matian. Yeremia ditampilkan dalam bacaan pertama yang diambil dari Kitab Yeremia. Yeremia ditangkap dan dituntut hukuman mati karena telah bernubuat tentang kehancuran kota. Namun, Yeremia keukeuh bahwa ia bernubuat karena Tuhan yang mengutusnya. Yeremia menyampaikan pesan Tuhan supaya para pemuka dan seluruh rakyat memperbaiki tingkah laku dan perbuatan mereka serta mendengarkan suara Tuhan sehingga Tuhan tidak mendatangkan malapetaka atas kota yang sudah bobrok karena perilaku penduduknya. Sementara itu, Yohanes Pembaptis diangkat kembali dalam Injil Matius hari ini. Kehadiran Yesus mengingatkan Herodes akan Yohanes Pembaptis. Yohaneslah yang menegur Herodes karena mengambil Herodias, istri Filipus saudaranya, menjadi istrinya. Atas kebenaran yang ia bela dan tegakkan ini, kepalanya dipenggal atas perintah Herodes karena hasutan Herodias dan putrinya.

Kedua tokoh, baik Yeremia dan Yohanes Pembaptis, adalah martir. Mereka rela dihukum dan berani mati untuk membela dan menegakkan kebenaran. Yang mereka pikirkan dan perjuangkan adalah apa yang baik dan benar di mata Allah maupun manusia. Yang diupayakan keduanya adalah keselamatan sejati. Mereka penuh komitmen berani berkorban untuk kebaikan bersama, bahkan saat harus berhadapan dengan kelaliman.

Para saudara terkasih, itulah pesan Tuhan bagi kita hari ini: menjadi martir. Pertanyaannya adalah bagaimana menjadi martir di masa kini, apalagi di masa pandemi Corona Covid-19 ini?

Setiap hari diberitakan dinamika situasi pandemi Covid-19. Sampai hari ini belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Sebaliknya justru terjadi peningkatan, bahkan rata-rata lebih dari seribu setiap harinya. Diberitakan per 31 Juli kemarin ada penambahan 2.040 dengan jumlah total 108.376 kasus Covid-19 di Indonesia. Sebagian masyarakat terkesan sudah cuek, masa bodoh terhadap pandemi ini. Meski di mana-mana terpajang rambu-rambu aturan protokoler kesehatan demi pencegahan dan pemutusan rantai penyebaran Covid-19, serta masih diterapkan PSBB di berbagai tempat, namun hal-hal itu tidak dihiraukan. Masih banyak masyarakat yang melanggar dan bertindak semaunya sendiri. Pelanggaran-pelanggaran dan berbagai ketidakdisiplinan ini tentu membahayakan baik diri sendiri maupun orang lain.

Oleh karena itu dalam situasi pandemi seperti yang kita alami ini, dibutuhkan dan dituntut disiplin diri yang tinggi. Rasa saya, untuk menjadi martir saat ini diwujudkan dengan sederhana, yaitu dengan berani berkorban membela dan memperjuangkan keselamatan bersama. Konkretnya, berani mati raga tidak bertindak semaunya sendiri; berani disiplin tidak mudah pergi ke berbagai tempat bila sungguh tidak perlu dan penting, apalagi kalau hanya sekedar rekreasi atau jalan-jalan; taat memakai masker meski bagi sebagian orang tidak nyaman tapi justru di situlah letak penghayatan pengorbanannya; rajin cuci tangan untuk menjaga kebersihan; menjaga jarak aman dengan social distancing; dan taat terhadap aturan protokoler yang telah ditetapkan oleh yang berwenang. Tindakan-tindakan itu semua dijalankan dan disadari sebagai perwujudan iman dan kebenaran demi keselamatan dan kebaikan bersama. Inilah laku kemartiran sederhana dengan tindakan-tindakan kecil, namun berdaya menyelamatkan. Taat, disiplin dan karantina diri dengan landasan doa-doa menjadi jalan-jalan kecil kemartiran di masa pandemi. Ingat kata-kata nabi Yeremia, “Perbaikilah tingkah laku dan perbuatanmu dan dengarkanlah suara Tuhan Allahmu.” ***NW

(RD. M Nur Widipranoto – Dirnas Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Kesejahteraan dalam dunia maritim: Semoga semua orang yang bekerja dan hidup dari laut, yaitu pelaut, nelayan beserta keluarganya, dan para petugas yang menjaga laut, senantiasa dikaruniai keselamatan dan kesejahteraan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kerukunan bangsa: Semoga sebagai tindakan nyata dalam menjalin kebersamaan dan kerukunan bangsa, Gereja membuka diri terhadap kebudayaan dan mau menggalakkan aneka ragam kegiatan seni lokal. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami memercayakan usaha kami dalam bernegara supaya terwujudlah keadilan bagi setiap warga negara. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s