Mau Dengarkan Hantu atau Tuhan?

Renungan Harian Misioner
Senin, 03 Agustus 2020
P. S. Stefanus I
Yer. 28:1-17; Mzm. 119:29,43,79,80,95,102; Mat. 14: 22-36

Setelah bersama Yesus memberi makan ribuan orang lewat mukjizat penggandaan roti, kelihatanlah bahwa para rasul dan orang banyak masih belum menyadari siapa Yesus yang sebenarnya. Para rasul segera menyeberang dengan perahu seperti diperintahkan Yesus. Ketika berada di tengah-tengah danau, angin sakal menghadang mereka untuk maju, sehingga mereka hanya diombang-ambingkan gelombang. Mereka takut, karena pengalaman berada dalam perahu yang diombang-ambingkan badai sebelumnya, mereka selamat karena Yesus ada di dalam perahu dan menenangkan badai itu. Kali ini, Yesus tidak bersama mereka! Lihatlah, mereka masih menjadi orang yang percaya karena melihat: ada Yesus, berarti selamat. Sedangkan kali ini, Yesus tidak bersama mereka! Kita pun sering demikian takutnya ketika menghadapi gelombang dan badai hidup yang datang tidak sesuai dengan rencana kita. Namun satu hal kita belajar dari para rasul: mereka terus maju menantang gelombang ke arah mana Tuhan perintahkan! (lih. Mat 8:23-27, 14:22, 24).

Kira-kira jam 3 malam menggambarkan saat di mana orang sungguh-sungguh sampai pada kelelahan dalam ketidaktentuan hidup yang membuatnya kehabisan daya. Di saat itu, seperti para rasul, kita juga sering salah mengenali kehadiran Allah sebagai ‘hantu’. Tidak jarang pula, kita malah mendengarkan ‘hantu’ yang menyamar sebagai ‘nabi-nabi palsu’ yang menebarkan dusta yaitu: tawaran keselamatan yang luar-biasa ‘manis’ tanpa perlunya melakukan pertobatan. Nabi palsu seperti Hananya, ternyata justru menjadi orang fasik yang melawan kebenaran dan kehendak Allah, bahkan menyimpang dari hukum-hukum-Nya dan membawa kebinasaan (Mat. 14:25-26; Yer. 28: 2-11, 15-17; Mzm. 119:95a, 102a).

Pernyataan Yesus, “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” serta merta dapat meredakan ketakutan kita. Lihat, Yesus tidak perlu memperkenalkan diri dengan, “Aku Yesus, ada di sini!” sebab kita ‘domba-domba-Nya harus mengenal suara-Nya!’ Pengenalan akan Kristus inilah yang memberikan rasa tenteram pada kita semua, walaupun seperti Petrus kita pun seringkali masih meminta tanda. Yesus dengan kerendahan hati-Nya akan mengabulkan permintaan ‘konyol’ itu dengan karunia ‘berjalan mengatasi gelombang kehidupan kita,’ hanya dengan satu tujuan yang membawa kita berjalan ke arah-Nya! Tetapi seperti Petrus juga, ketika ‘ada tiupan angin,’ atau fokus utama kita kepada-Nya teralihkan, kita bisa dengan mudah jatuh kembali dan tenggelam dalam kekhawatiran dunia. Karena itu ingatlah, arahkan hati kita kepada Yesus, Anak Allah yang Mahakuasa. Dia selalu menyertai kita, mengulurkan tangan-Nya untuk memegang kita yang kurang percaya ini, supaya bersama-sama dengan-Nya mengarungi kehidupan dalam bahtera keselamatan bersama-Nya (Mat. 14:27-33; Yoh. 10:4).

Bagaimana cara-Nya membangun iman yang demikian? Kita lihat teladan Yesus sendiri! Dia selalu memulai seluruh karya pelayanan-Nya dengan pagi-pagi benar, pergi ke tempat sunyi dan berdoa ketika hari masih gelap, lalu menutup hari-Nya kembali dengan berdoa seorang diri. Yesus mengajar kita untuk terus membangun relasi dengan Allah dan dengan Diri-Nya. Dalam kesendirian doa, kita dapat menyadari serta terus diingatkan untuk menjadi orang-orang yang takut akan Allah, dan mohon agar Ia mengajar kita untuk tulus serta taat pada Firman dan kebenaran-Nya, supaya jangan ada dusta dalam pewartaan kita dan supaya kita tidak menyimpang dari hukum-hukum-Nya, sehingga karena kesaksian iman kita, banyak orang disembuhkan dan diselamatkan! (Mzm. 119:29,43,79,80,102b; Mrk. 1:35; Mat. 14:23, 35-36). (ek)

(Antonius Ekahananta – Awam Katolik Pengajar Misi Evangelisasi)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Kesejahteraan dalam dunia maritim: Semoga semua orang yang bekerja dan hidup dari laut, yaitu pelaut, nelayan beserta keluarganya, dan para petugas yang menjaga laut, senantiasa dikaruniai keselamatan dan kesejahteraan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kerukunan bangsa: Semoga sebagai tindakan nyata dalam menjalin kebersamaan dan kerukunan bangsa, Gereja membuka diri terhadap kebudayaan dan mau menggalakkan aneka ragam kegiatan seni lokal. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami memercayakan usaha kami dalam bernegara supaya terwujudlah keadilan bagi setiap warga negara. Kami mohon…

Amin

One thought on “Mau Dengarkan Hantu atau Tuhan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s