Cinta Allah Lampaui Batas & Sekat Manusia

Renungan Harian Misioner
Rabu, 05 Agustus 2020
Pemberkatan Basilika SP. Maria
Yer. 31:1-7; MT Yer. 31:10,11-12ab,13; Mat. 15:21-28

Sangat nyata dalam kehidupan kita bahwa relasi kita seringkali ditentukan oleh sekat yang kita ciptakan sendiri; entah itu suku, bangsa, ras, pilihan politik, budaya, maupun agama. Kita berusaha untuk melestarikannya sebagai suatu tradisi yang kelak menjadi sebuah kewajiban yang harus ditaati. Bahkan kita membatasi ruang Allah untuk mengekspresikan cinta-Nya dalam perspektif manusiawi kita yang kita label sebagai tradisi atau ajaran agama.

Kedua bacaan hari ini menginspirasi kita untuk menyadari bahwa cinta dan kebaikan Allah itu melampaui batas atau sekat yang dibangun oleh manusia. Allah memiliki prinsip-Nya sendiri dalam menjalankan cinta-Nya. Apa yang menjadi pesan bacaan hari ini? Pertama, cinta Allah ditawarkan kepada semua manusia dan menjadi kebebasan manusia untuk memilih atau menolak tawaran-Nya. Penginjil Matius memberikan kita perspektif baru akan cara Allah mencintai manusia. Dalam kehidupan kita, sangat sering kita membangun tembok yang memisahkan kita dengan Tuhan atau sesama kita. Yesus menginspirasi kita untuk merobohkan tembok yang kita bangun itu dan menawarkan universalitas cinta-Nya. Cinta dan kemanusiaan menjadi nilai-nilai yang utama yang harus menjadi prinsip dalam hidup kita sebagai orang Kristiani. Universalitas cinta Allah itu menggugah kita, bahwa kemurahan kasih Allah itu diberikan kepada semua orang yang datang kepada-Nya dengan iman dan kepercayaan tanpa memedulikan siapa mereka. Dengan kata lain, kepedulian Tuhan melampaui batas ras, bangsa, budaya, dan agama hingga ke hati semua orang. Karena itu sepatutnya kita berdoa dan bekerja dengan tulus agar dapat meruntuhkan tembok kesombongan, intoleransi, dan prasangka kita.

Kedua, tetap bertekun seperti perempuan yang memohon pada Yesus. Perempuan itu tidak mudah menyerah pada penolakan Yesus. Dia yakin bahwa apa yang dia mohonkan pasti dikabulkan oleh Yesus. Ketekunan untuk tetap berharap pada belas kasih Yesus membuahkan hasil, “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kau kehendaki”. Dan seketika itu juga anaknya sembuh” (Mat. 15:28). Yesus mengabulkan permohonannya karena harapan dan iman yang besar pada Yesus. Selain ketekunan perempuan itu dan kemurahan hati Yesus, hal luar biasa yang kita temukan dalam kisah ini adalah bahwa keduanya, menunjukkan sikap fleksibilitas yang tinggi meskipun mereka tetap teguh dalam prinsip, visi, dan misi mereka. Yesus tidak pernah berkompromi hanya untuk kenyamanan-Nya sendiri, tetapi bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip yang sesuai dengan misi-Nya! Ia berkata kepada perempuan itu, “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing. Kata perempuan itu: ‘Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya’”. (Mat. 15:26-27).

Keduanya menunjukkan sikap yang sangat fleksibel, tetapi tetap setia pada prinsip mereka dan menghormati prinsip masing-masing. Meskipun demikian, mereka juga bersedia melakukan penyesuaian selama prinsip-prinsipnya jelas. Perempuan itu tidak memperjuangkan hak yang penuh dan istimewa seperti yang dimiliki oleh orang Yahudi. Ia menyadari statusnya sendiri dan menerima apa yang dapat diberikan Yesus meski dalam kapasitas yang sangat terbatas. Fleksibilitas ini telah membawa kesembuhan pada puterinya. Apabila perempuan itu tetap bersikeras untuk mendapatkan hak yang penuh dan istimewa seperti orang Yahudi, dia mungkin tidak akan mendapatkan apa pun.

Ketika tidak ada lagi jalan untuk mengatasi situasi sulit dalam hidup kita, satu-satunya harapan dan kekuatan kita adalah Allah sendiri, dan itu hanya melalui ketekunan kita dalam doa. Ketekunan dalam doa -karena iman- menjadi kunci untuk membuka pintu kemurahan hati Allah untuk mendengarkan dan mengabulkan permohonan kita.

Maka hendaknya kita tetap tekun berdoa memohon kebijaksanaan agar kita dapat mengambil keputusan yang tepat seperti yang dilakukan oleh Yesus. Seperti Yesus, kita harus tetap fokus pada prinsip-prinsip kita tetapi juga tahu kapan kita harus bersikap fleksibel demi kebaikan yang lebih besar -membagikan cinta Allah- tanpa mengabaikan prinsip-prinsip kita. Inilah sikap Yesus dalam pelayanan-Nya, khususnya ketika Dia berhadapan dengan persoalan hukum dan tradisi Yahudi. Hendaklah ini juga menjadi sikap iman yang harus kita kembangkan jika kita ingin menemukan kebebasan sejati sebagai seorang Kristiani!

(RP. Gabriel Joseph, CSsR – Imam di Manila)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Kesejahteraan dalam dunia maritim: Semoga semua orang yang bekerja dan hidup dari laut, yaitu pelaut, nelayan beserta keluarganya, dan para petugas yang menjaga laut, senantiasa dikaruniai keselamatan dan kesejahteraan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kerukunan bangsa: Semoga sebagai tindakan nyata dalam menjalin kebersamaan dan kerukunan bangsa, Gereja membuka diri terhadap kebudayaan dan mau menggalakkan aneka ragam kegiatan seni lokal. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami memercayakan usaha kami dalam bernegara supaya terwujudlah keadilan bagi setiap warga negara. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s