Misionaris & Pesan Transfigurasi Yesus Kristus

Renungan Harian Misioner
Kamis, 06 Agustus 2020
Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya
Dan. 7:9-10,13-14, Mzm. 97:1-2,5-6,9; 2 Ptr. 1:16-19; Mat. 17:1-9

Renungan Harian Misioner dari Yung-Fo, Pangkalpinang.

Para sahabat misioner yang terkasih: Shalom semuanya! Menyatukan diri dengan Gereja Semesta, hari ini kita merayakan Pesta Tuhan kita Yesus Kristus menampakkan Kemuliaan-Nya, atau Pesta Transfigurasi; di mana Yesus menunjukkan perubahan “rupa” dari figur-Nya yang manusiawi kepada figur-Nya yang Ilahi. Dalam peristiwa ini, Yesus mengikutsertakan tiga orang murid-Nya: Petrus, Yakobus, dan Yohanes. Dengan melibatkan para murid-Nya dalam penampakan-Nya ini, sesungguhnya Yesus memberi kesempatan supaya mereka mengalami figur-Nya yang Ilahi dan selanjutnya memberi kesaksian tentang peristiwa ini dengan berbagai pesan yang terkandung di dalamnya.

Pesan-pesan Transfigurasi Tuhan kita Yesus Kristus
Melalui peristiwa transfigurasi ini, terdapat sejumlah pesan penting bagi kita, yakni pertama, tentang reuni & perjumpaan para sahabat Allah; kedua, tentang hidup & kebangkitan; ketiga tentang persekutuan para kudus di dalam Yesus Kristus. Kita renungkan masing-masing pesan ini:

1. Reuni & Perjumpaan Para Sahabat Allah.
Orang-orang yang terlibat di dalam peristiwa transfigurasi Yesus ini adalah ketiga murid-Nya,- dan kemudian datang bergabung Musa dan Elia. Mereka semua adalah para sahabat Allah. Musa dan Elia adalah para sahabat Allah di masa Perjanjian Lama, sementara Petrus, Yakobus dan Yohanes adalah para sahabat Allah di masa Perjanjian Baru. Di sini terlihat bahwa di dalam Yesus terjadi kesinambungan antara masa lalu dan masa kini, sehingga orang-orang dari masa lampau berjumpa dengan orang-orang pada masa kini. Di dalam Yesus, semua “masa” berkesinambungan menjadi satu rentetan ziarah: dari masa lalu menyatu dengan masa kini untuk kemudian menuju ke masa depan di dalam Allah. Tuhan kita Yesus Kristus bukan sekedar “Tuan atas Hari Sabat” (Mat. 12:8), tetapi Diri-Nya adalah pemilik dan penguasa waktu (Bdk. Yoh. 1:3-4). Di dalam Yesus, kehidupan para sahabat Allah mengalir dari masa lampau masuk ke dalam masa kini untuk selanjutnya menuju ke dalam keabadian masa depan di dalam Allah!

2. Pesan tentang hidup dan kebangkitan
Di dalam peristiwa ini, ada dua tokoh istimewa, para sahabat Allah di dalam Perjanjian Lama, yang kehidupan manusiawinya sudah berakhir. Musa wafat di Gunung Nebo, di daerah orang-orang Moab (Ul. 34:5.7-8). Elia “terangkat” di daerah seberang Yordan menuju kepada persatuan dengan Tuhan, Allahnya (2Raj. 2:8-11). Sekalipun demikian, kedua tokoh ini datang menjumpai Yesus, Petrus, Yakobus, dan Yohanes sebagai “orang-orang yang hidup.”

Pesan untuk kita ialah bahwa di dalam Yesus, di dalam keilahian-Nya, sungguh ada hidup dan kebangkitan. Pengalaman tentang hidup dan kebangkitan itu sudah menjadi nyata di dalam hidup Musa dan Elia, dan pengalaman itu dihadirkan sebagai “janji” kepada Petrus, Yakobus, dan Yohanes. Janji bahwa para sahabat Allah, yang melaksanakan kehendak Allah sepanjang hidup mereka, akan memperoleh hidup di dalam Tuhan, di alam kebangkitan seperti halnya dengan Musa dan Elia itu.

3. Pesan tentang persekutuan para kudus di dalam Yesus
Di dalam even transfigurasi Yesus ini, terdapat juga pesan bahwa orang-orang yang hidup di dalam setiap masa itu menjadi satu dalam persekutuan para sahabat Allah, yang dapat saling berjumpa dengan perantaraan Tuhan kita Yesus Kristus.

Melalui peristiwa penampakan kemuliaan Tuhan Yesus ini, apa yang menjadi pokok doa Gereja dalam Syahadat Para Rasul, “Aku percaya akan Roh Kudus, ‘persekutuan para kudus’ itu” menjadi hal yang nyata. Karena itu, setiap kali mendoakan Syahadat Para Rasul, marilah kita sadari bahwa kita tidak hanya mengucapkan kata-kata doa, tetapi sesungguhnya kita “mengumumkan” kepada dunia, bahwa persekutuan para kudus itu sungguh telah nyata di dalam Yesus. Syahadat Para Rasul adalah sebuah doa sekaligus pengakuan iman, dan juga pewartaan tentang apa yang menanti para sahabat Allah di masa depan, setelah kehidupan manusiawi kita di masa kini berakhir.

Dengan demikian, kita akhirnya boleh memahami, mengapa Yesus para murid-Nya menceritakan pengalaman transfigurasi diri-Nya ini sebelum Dia bangkit (Mat. 17:9). Sebagaimana kebangkitan itu sudah menyata dalam diri Musa dan Elia, Yesus menginginkan bahwa pewartaan tentang hidup dan kebangkitan yang disediakan Allah bagi para sahabat-Nya itu, bahwa pewartaan tentang hal itu, harus dimateraikan oleh kenyataan tentang kebangkitan Yesus sendiri. Sehingga akhirnya, pewartaan tentang semua pesan transfigurasi ini: tentang reuni & perjumpaan para sahabat Allah, tentang hidup & kebangkitan, dan tentang persekutuan para kudus itu nantinya bukan sekedar sebuah cerita belaka, melainkan sebuah kesaksian iman, sebuah penegasan tentang apa yang sudah terjadi di dalam diri Musa, Elia, dan Yesus sendiri, yang selanjutnya akan terjadi pada semua sahabat Allah.

Pilihan untuk kita adalah mau menerima cara hidup sebagai sahabat Allah seperti Musa dan Elia, dan seperti Petrus, Yakobus dan Yohanes serta semua murid Yesus lainnya? Ataukah ada pilihan lain? Saudara terkasih: Selamat merayakan Pesta Penampakan Kemuliaan Tuhan Yesus hari ini. Dan jangan lupa: tentukan pilihan hidup saudara, apakah bersama Yesus atau tidak? (PMG).

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Kesejahteraan dalam dunia maritim: Semoga semua orang yang bekerja dan hidup dari laut, yaitu pelaut, nelayan beserta keluarganya, dan para petugas yang menjaga laut, senantiasa dikaruniai keselamatan dan kesejahteraan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kerukunan bangsa: Semoga sebagai tindakan nyata dalam menjalin kebersamaan dan kerukunan bangsa, Gereja membuka diri terhadap kebudayaan dan mau menggalakkan aneka ragam kegiatan seni lokal. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami memercayakan usaha kami dalam bernegara supaya terwujudlah keadilan bagi setiap warga negara. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s