Harga Kemuridan dan Keselamatan Kita

Renungan Harian Misioner
Jumat, 07 Agustus 2020
P. S. Sistus II & S. Kayetanus
Nah. 1:15; 2:2; 3:1-3,6-7; MT Ul. 32:35cd-36ab,39abcd,41; Mat. 16:24-28

Misi: Meningkatkan kesadaran akan konsekuensi kemuridan yang akan membawa keselamatan bagi kita yang terus setiap ada Kristus.

Setiap keputusan dan perbuatan pada tingkat dan konteks manapun selalu meletakkan di hadapan kita konsekuensi, dan konsekuensi itu menunjukkan masa depan yang harus dihadapi. Kedua bacaan yang disuguhkan pada kita hari ini mengajak kita untuk belajar membangun keberanian dalam menentukan sikap di tengah dunia yang sedang memperagakan diri sebagai dunia ingat diri, dunia pertarungan yang lebih membawa korban bagi sesama karena melecehkan keadilan.

Nahum menghatar kita untuk melihat tiga sikap iman dalam hidup keseharian kita yakni: Pertama, seluruh rangkai hidup kita, kisah, peristiwa, tindakan serta karya kita hendaknya menjadi madah pujian bagi Allah yang senantiasa melindungi dan memelihara kita. Kedua, kewaspadaan serta kesetiaan adalah sikap iman yang tepat untuk menghindari kehancuran. Kehancuran kita terjadi ketika kita keluar dari kesetiaan pada Allah, mempertontonkan kemampuan dan keangkuhan kita. Ketiga, setiap kita dengan berbagai kelemahan pasti dikepung dosa, namun pengharapan dan perjuangan memperbaiki hidup atau membangun pertobatan adalah sikap iman yang sungguh dibutuhkan karena kasih dan kemurahan hati Allah sesungguhnya melampaui kekuatan dosa serta kelemahan kita.

Agar tidak terjebak di tengah ruang kehancuran, Yesus justru menawarkan prinsip kemuridan yang hendaknya kita turuti yakni: menyangkal diri dan menempatkan Allah sebagai segalanya dalam segala perjuangan hidup kita. Dengan menyangkal diri tidak berarti kita sedang mengesampingkan potensi diri kita yang juga adalah anugerah Tuhan. Menyangkal diri yang Yesus maksudkan adalah tidak menjadikan diri kita sebagai pusat segala aktivitas melainkan seluruh rangkaian aktivitas kita adalah untuk membangun perjumpaan yang abadi dengan Kristus.

Yesus menggunakan kata kehilangan nyawa yang sesungguhnya sangat sejajar dengan terminus kehancuran yang digunakan Nabi Nahum. Kehilangan nyawa akan dialami mereka yang dengan segala perjuangannya membangun sebuah menara pujian atas dirinya, menempatkan diri sebagai pusat segala lingkaran hidup lalu tidak peduli pada Tuhan sebagai asal segala kehidupan dan kelimpahan.

Yesus pada kesempatan ini bukan mengoreksi usaha kita untuk memperoleh segala sesuatu. Yesus bukan menentang semua derap perjuangan untuk mengumpulkan segala sesuatu yang baik demi kesejahteraan hidup yang layak. Yang menjadi denyut dan getar seruan Yesus adalah semua yang kita perjuangkan demi diri kita hendaknya mengarahkan kita pada masa depan yang tiada akhir yakni kelimpahan abadi karena kebersamaan kita dengan Tuhan.

Dengan demikian harga termahal kemuridan serta keselamatan kita bukan dibayar dengan perjuangan untuk melengkapi diri dengan segala barang melainkan menggunakan segala sesuatu yang kita miliki untuk mendekatkan diri pada Tuhan dan sesama. Tuhan tidak berkenan pada sikap dan perbuatan kita yang menjadikan diri sebagai pusat kepentingan lalu lupa untuk berbuat benar dan baik, adil dan jujur.

Yesus mengajak kita agar belajar menjadi pribadi yang sanggup berjuang untuk boleh memiliki segala sesuatu yang baik dan berguna melalui cara yang benar, adil dan jujur serta membuka mata pada berbagai kesulitan dan derita sesama, lalu meningkatkan semangat berkorban untuk rela memberi. Inilah defenisi mendalam dari penyangkalan diri. Harga tertinggi kemuridan kita serta keselamatan yang kita rindukan dibayar dengan pengorbanan kita yang disatukan dengan pengorbanan Kristus.

Mari belajar memuji Tuhan dan berkorban bagi sesama sebagai wujud penyangkalan diri. Amin.

(RP. Hiasintus Ikun, CMF – Dirdios KKI Keuskupan Palangkaraya)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Kesejahteraan dalam dunia maritim: Semoga semua orang yang bekerja dan hidup dari laut, yaitu pelaut, nelayan beserta keluarganya, dan para petugas yang menjaga laut, senantiasa dikaruniai keselamatan dan kesejahteraan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kerukunan bangsa: Semoga sebagai tindakan nyata dalam menjalin kebersamaan dan kerukunan bangsa, Gereja membuka diri terhadap kebudayaan dan mau menggalakkan aneka ragam kegiatan seni lokal. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami memercayakan usaha kami dalam bernegara supaya terwujudlah keadilan bagi setiap warga negara. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s