Puji DIA, Muliakan dan Wartakan!

Renungan Harian Misioner
Sabtu, 08 Agustus 2020
P. S. Dominikus
Bacaan Khusus: 1Kor. 2:1-10; Luk. 9:57-62

Santo Dominikus de Guzman adalah pendiri Ordo Pengkhotbah, yang biasanya disingkat dengan OP. Di dalamnya ada Romo, Bruder dan Suster; bahkan awam pula. Santo Dominikus sudah menjadi tokoh besar sejak abad 12, ketika Gereja diganggu oleh orang-orang Albigenses. Dominikus ingin membantu, agar orang tetap dalam iman yang benar kepada Tritunggal yang Mahakudus dalam Gereja Katolik Roma. Sudah sejak awal, tokoh agung sebesar Dominikus, melayani komunitasnya dalam kolegialitas dan tidak dengan secara otoriter, misalnya dalam menentukan pusat ordonya yang pertama. Sejak awal pula, ia telah bekerjasama dengan para wanita, yang mau melayani Kristus dalam Gereja-Nya.

BACAAN PERTAMA – 1 Korintus 2:1-10: Dalam seluruh bakti warga Gereja, seperti Dominikus, setiap titik kerjanya dipersembahkan dalam Yesus Kristus. Yang mau disampaikan kepada semua orang hanyalah peristiwa Tuhan Yesus Kristus, khususnya bahwa Ia telah wafat bagi penyelamatan manusia. Pewartaannya bukanlah tentang dirinya atau pengetahuan dan kehendaknya sendiri; bukan pula bertumpu pada kemampuannya sendiri; melainkan berlandaskan pada Roh Allah. Hal ini amat nampak dalam hidup St. Dominikus, terutama pada awal pelayanannya. Tujuannya adalah bahwa ketaatan para pengikutnya sungguh bertumpu pada Kehendak Allah. Andaikatalah Paulus atau Dominikus menyampaikan sesuatu kebijakan, maka kerangka dasarnya tetaplah “kebijaksanaan dari Allah”, bukan dengan akal dan rekayasa manusiawi. Dominikus percaya, bahwa Allah sudah menyediakan seluruh kebijakan itu bagi pelayanannya, bukan atas kehendak manusiawinya.

BACAAN INJIL: Lukas 9:57-62: Dalam perikop ini, Lukas mencatat ajaran Guru Yesus, yang berjumpa dengan banyak orang, yang mengaku mau mengikuti Yesus (sebagaimana banyak orang juga mau ikut St. Dominikus untuk katanya melayani Tuhan). Lukas mencatat, betapa banyak (calon) murid-murid itu yang memakai dalih beraneka untuk tidak seutuhnya segera mengikuti Yesus, tetapi senantiasa mendahulukan pelaksanaan tugas pengutusan dengan urusannya atau kepentingan atau cara kerjanya sendiri. Yesus minta agar semua dalih itu ditinggalkan saja; juga kalau nampaknya secara budaya atau tradisional ‘layak’. Namun Yesus menegaskan: murid-Nya harus segera dan seutuhnya mengikuti-Nya; jangan “lagi-lagi meraih kepentingannya sendiri”. Para ‘pembajak’ seyogianya tidak ‘menoleh-noleh lagi’.

REFLEKSI: Dalam kedua bacaan yang dipilih, nampak sekali bagaimana Gereja mengajak umat untuk dari satu sayap membayangkan hidup Bersama Tuhan (alias ‘mengontemplasikan Tuhan Yesus’), dari sayap lain ‘sungguh mau merelakan diri untuk mencurahkan segalanya, sehingga Kehendak Tuhan terwujud, pada dirinya maupun pada sesama’ (alias ‘membagikan sikap itu kepada siapa pun juga’ atau aliis tradere). Bersama Dominikus, apakah kita sungguh seutuhnya melayani Tuhan dalam komunitas beriman dengan berpangkal pada Tuhan, berfokus pada Tuhan, berhasrat seperti Tuhan dan hanya bermuara pada Tuhan? Hanya kalau demikianlah maka murid Yesus di masa kini dapat dengan tulus ‘memuji Tuhan, memuliakan Allah dan mewartakan Tritunggal’. Tugas ”laudare, benedicere dan praedicare” dalam hal itu bukanlah tugas sekelompok orang, melainkan pelayanan semuanya. Setiap warga Gereja, segenap umat Allah, dipanggil untuk tugas ‘laudare, benedicere dan praedicare’, seperti St. Dominikus.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Kesejahteraan dalam dunia maritim: Semoga semua orang yang bekerja dan hidup dari laut, yaitu pelaut, nelayan beserta keluarganya, dan para petugas yang menjaga laut, senantiasa dikaruniai keselamatan dan kesejahteraan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kerukunan bangsa: Semoga sebagai tindakan nyata dalam menjalin kebersamaan dan kerukunan bangsa, Gereja membuka diri terhadap kebudayaan dan mau menggalakkan aneka ragam kegiatan seni lokal. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami memercayakan usaha kami dalam bernegara supaya terwujudlah keadilan bagi setiap warga negara. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s