Tuhan Mencintai Penderma yang Riang

Renungan Harian Misioner
Senin, 10 Agustus 2020
Pesta S. Laurensius
2Kor. 9:6-10; Mzm. 112:1-2,5-6,7-8,9; Yoh. 12:24-26

Sebagai diakon, tugas Laurensius adalah ‘membantu, agar pengutusan agung dari Tuhan, yakni mewartakan Kabar Gembira’ dapat terlaksana. Dalam peristilahan masa kini, kadang kala orang akan menyebutkan, bahwa tugasnya adalah ‘supporting’ dalam Gereja. Namun dari sudut pandangan iman, semua dari pelayan umat, mempunyai tugas sama, yakni “mengambil bagian sedemikian, sehingga Karya Kedatangan Kerajaan Allah senantiasa terwujud”, walau secara organisatoris ada urutan kedalaman atau keluasan peran.

BACAAN PERTAMA – 2Korintus 9:6-10: Paulus mengajak semua ‘asisten’ atau ‘cooperatores’-nya dalam pastoral, hendaknya melaksanakan partisipasinya dalam membangun komunitas gerejawi: berhati rela. Isi pokoknya adalah bahwa kita diundang untuk melaksanakan tugas-tugas kegerejaan sepenuh hati dan tidak dengan ‘merasa terpaksa’. Sebab, dikatakannya “Tuhan mencintai penderma yang riang”. Dapat saja kalimat tersebut tadi dikaitkan dengan’derma keuangan atau benda materiil’, yang tentu saja dapat merupakan ‘pengorbanan yang berat’ bagi orang-orang yang ’miliknya terbatas’. Namun umat sesungguh-sungguhnya mempunyai banyak hal, yang dapat amat diperlukan oleh sesamanya. Yang paling dekat dengan ’derma harian’ adalah ‘kerelaan dan sikap murah hati’ yang menyertai setiap derma. Itulah yang oleh Paulus amat dipentingkan. Pada masa sekarang, menyumbangkan waktu dan per-hati-an juga dapat menjadi bagian dari partisipasi penting dalam pembangun komunitas gerejawi. Intensi terdalam setiap pemberian adalah bahwa Allah sudah lebih dahulu ‘memberikan Diri-Nya’ bagi keselamatan kita. Kepada orang Korintus diingatkan, bagaimana “…Allah dengan murah hati …memberi kepada orang-orang miskin, kebaikan-Nya tetap selama-selamanya”. Menjadi problematis, apabila kita memberi derma, ”supaya mendapat ‘ganti’ berupa anugerah lain”. Apalagi, Tuhanlah justru yang akan melipatgandakan karunia-karunia-Nya; tanpa diminta.

MAZMUR ANTAR BACAAN – Mazmur 112:1-2.5-9: Umat diajak untuk berbuat baik kepada sesama. Dasarnya adalah iman akan Allah, yang berbuat baik kepadanya sedemikian banyak, sehingga kita ‘tidak dapat membalas-Nya’, seberapa pun.

BACAAN INJIL – Yohanes 12:24-26: Nampaknya ada dua arah, yang ingin diungkapkan oleh pengarang Injil di sini. Dari satu sisi, rujukan kepada peristiwa pertanian yang perlu disentuh untuk mempermudah umat menangkap maksudnya; dari sisi lain, terdengar bahwa ada nubuat ke masa depan, ketika Tuhan Yesus akan ‘wafat dan menghasilkan begitu banyak orang yang ikut dalam Kerajaan Allah.’ Oleh sebab itu, para murid diundang untuk mengikuti Tuhan. Kalau demikian, murid Tuhan akan selalu ada di mana pun Kristus berada.

REFLEKSI: apakah kita siap untuk ikut melayani di komunitas gerejawi, pada lingkup apapun? Sampaikah kesediaan kita melayani di altar Tuhan atau di biara? Atau mengarahkan anak menuju kepada kemungkinan pelayanan yang lebih luas? Kalau kita sudah menjadi pelayan gerejawi, apakah kita melakukannya dengan riang gembira dan penuh syukur kepada Tuhan?

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Kesejahteraan dalam dunia maritim: Semoga semua orang yang bekerja dan hidup dari laut, yaitu pelaut, nelayan beserta keluarganya, dan para petugas yang menjaga laut, senantiasa dikaruniai keselamatan dan kesejahteraan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kerukunan bangsa: Semoga sebagai tindakan nyata dalam menjalin kebersamaan dan kerukunan bangsa, Gereja membuka diri terhadap kebudayaan dan mau menggalakkan aneka ragam kegiatan seni lokal. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami memercayakan usaha kami dalam bernegara supaya terwujudlah keadilan bagi setiap warga negara. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s