Allah Kita Suka Mengampuni

Renungan Harian Misioner
Kamis, 13 Agustus 2020
P. S. Hippolitus, S. Pontianus
Yeh. 12:1-12; Mzm. 78:56-57,58-59,61-62; Mat. 18:21 – 19:1

Dalam sebuah kisah nyata ada seorang bapak paruh baya yang menderita penyakit leukimia atau kanker darah dalam masa yang cukup lama. Bapak ini divonis oleh dokter bahwa hidupnya hanya akan bertahan hingga dua bulan ke depan saja. Sudah diupayakan berbagai cara dalam pengobatannya namun ia tak kunjung sembuh dan atas persetujuan dirinya serta keluarganya, bapak ini memutuskan menjalani operasi cangkok sumsum tulang belakang. Keputusan ini diambil karena sudah dilakukan berbagai pengobatan dan terapi namun ia tak sembuh juga.

Pada keesokan harinya ketika tiba waktunya, tim dokter melakukan pemeriksaan terakhir sebelum operasi. Ada sesuatu yang aneh atau tidak biasa yang dijumpai oleh tim dokter. Mereka tidak menemukan tanda-tanda sakit yang diderita oleh pasien. Setelah pengecekan darah dan lain sebagainya, kondisi bapak ini ditemukan baik. Ia berangsur pulih dan membaik dalam semalam. Karena bingung dan tidak percaya, dokter yang menanganinya ini bertanya kepadanya, “Apa yang terjadi tadi malam? Apa yang bapak telah lakukan? Adakah yang bapak minum sehingga bapak bisa berangsur pulih hanya dalam semalam saja?” Bapak itu menjawab, “Saya tidak meminum apapun dokter. Yang saya lakukan semalam hanyalah mengampuni seseorang yang bersalah kepadaku. Saya menyadari sakit yang paling parah saya derita sebenarnya bukanlah sakit fisik melainkan rasa dendam yang puluhan tahun telah saya pendam. Itulah penyakit terberat saya. Semalam saya juga memohon ampun pada Tuhan atas rasa dendam yang selama ini saya simpan”. Dokter itu kemudian pergi dan dalam diam ia memuji kebesaran Tuhan.

Bacaan Injil hari ini menegaskan kembali salah satu ajaran Kristiani yang utama yaitu pengampunan. Dari sudut pandang Petrus dan kita manusia pada umumnya, pengampunan itu ada batasnya. Namun dari sudut pandang Yesus, pengampunan itu tiada batasnya sebagaimana kita juga dikasihi-Nya tanpa batas. Alasan satu-satunya kita memberi pengampunan kepada orang lain karena kita sendiri adalah orang berdosa yang telah menerima pengampunan dari-Nya. Oleh belas kasih dan kerahiman Tuhan kita semua diampuni, bahkan sedemikian cinta-Nya Allah kepada kita manusia, Ia mengutus Putra-Nya untuk menebus dosa-dosa kita manusia. Namun sebaliknya kita berlaku seperti seorang hamba yang telah dibebaskan dan dihapuskan hutangnya tetapi tidak tahu bersyukur dan melakukan hal yang sama, yaitu mengampuni. Kita berlaku sebaliknya, kita menghukum, menghakimi dan tidak mau mengampuni. Akibatnya upah dari amarah tidak lain adalah maut itu sendiri yang membawa pada kebinasaan sebagaimana yang dialami oleh hamba yang jahat itu.

Pengampunan mengajarkan kepada kita pada tindakan kasih yang menyembuhkan baik secara jasmani, mental dan spiritual. Rasa dendam justru membuat kita memelihara penyakit psikis akibat kemarahan yang terus kita bawa tanpa kita sadari akan menjadi bumerang bagi diri kita sendiri. Mengampuni sesama yang bersalah kepada kita adalah suatu tindakan menyembuhkan diri sendiri bahkah melahirkan kehidupan baru yang membawa rasa gembira dan sukacita. Tuhan yang telah mengampuni segala dosa dan kesalahan kita mengajak kita untuk menjadi agen penyalur kasih-Nya melalui cara-cara kita setiap hari menebarkan kasih melalui pengampunan. Allah itu Kasih, Allah itu suka mengampuni.

(RD. Hendrik Palimbo – Dosen STIKPAR Toraja, Keuskupan Agung Makassar)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Kesejahteraan dalam dunia maritim: Semoga semua orang yang bekerja dan hidup dari laut, yaitu pelaut, nelayan beserta keluarganya, dan para petugas yang menjaga laut, senantiasa dikaruniai keselamatan dan kesejahteraan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kerukunan bangsa: Semoga sebagai tindakan nyata dalam menjalin kebersamaan dan kerukunan bangsa, Gereja membuka diri terhadap kebudayaan dan mau menggalakkan aneka ragam kegiatan seni lokal. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami memercayakan usaha kami dalam bernegara supaya terwujudlah keadilan bagi setiap warga negara. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s