Apa Sikap Kita di Tengah “Hujan” Informasi

Renungan Harian Misioner
Selasa, 25 Agustus 2020
S. Ludovikus, S. yosef dr Calasanz

2Tes. 2:1-3a,13b-17; Mzm. 96:10,11-12a,12b-13; Mat. 23:23-26

Sahabat-sahabat Tuhan ytk,
Salam jumpa lagi melalui temu berhikmah di Selasa V bulan Agustus ini. Kita diajak merenungkan pesan Sabda Tuhan hari ini yang sangat aktual dengan situasi kita zaman sekarang di mana kita ‘dihujani aneka pengetahuan dan informarsi. Apa yang perlu kita lakukan menghadapi situasi ‘hujan informasi’ tersebut:

Yesus mengajar kita melalui Injil hari ini untuk tidak gampang terpengaruh oleh pengaruh orang-orang seperti kaum Farisi yang terkesan mau menjadikan dirinya sebagai ‘tolok ukur’ atau standar nilai bagi publik dan ‘memaksa’ orang lain mengikuti mereka, tetapi mereka sendiri tidak mampu menjaga kesesuaian antara ajaran dan perbuatan mereka. Menurut Yesus, tampilan luar yang indah perlu disertai isi yang berbobot pula. Atau ungkapan milenial ‘kesingnya ok, isinya juga ok’.

Paulus juga mengajak umat yang dibentuknya di Tesalonika agar tidak mudah terpengaruh dengan ajaran sesat waktu itu yang mengajarkan bahwa saat kedatangan Tuhan segera tiba, karena itu orang jangan pedulikan lagi-lagi dunia termasuk mengurus tubuh jasmaniah mereka, melainkan hanya fokus menantikan Tuhan. Terhadap kesesatan itu, Paulus mengajak umatnya untuk menghadapi penyesatan itu dengan sikap tenang dan bijak sehingga mereka gampang di’provokasi’ oleh ulah orang-orang demikian dengan segala ajaran yang ‘diklaim’ benar padahal menyesatkan. Menariknya, Paulus, berdasarkan pengalaman pribadinya sebagai seorang Farisi yang dulunya mengagung-agungkan ajaran dan tradisi Yahudi namun berbalik mengikuti Yesus, mengajak umatnya agar mengikuti ajarannya tentang Injil Yesus Kristus karena mengandung kebenaran-kebenaran universal yang diakui siapa saja.

Maka Sabda Tuhan tersebut diperdengarkan kepada kita sebagai penuntun dalam menghadapi fenomena demikian dalam hidup kita sekarang. Maka kita belajar memiliki sikap-sikap yang bisa membantu kita menghadapi realita tersebut termasuk hujan informasi akibat perkembangan IPTEK:

  1. Dari nasihat Yesus hari ini kita belajar untuk tidak mudah terkecoh dengan kesing luar yang indah menawan tetapi bijak menyelami isinya berkualitas dan membantu kita serta berguna untuk kita atau tidak.
  2. Kegelisahan Umat Tesolanika karena ‘terkecoh’ dengan ajaran sesat mengajar kita untuk tidak gegabah percaya informasi yang kita terima. Kita perlu hadapi dengan tenang dan bijak mencerna-memilah benar-salahnya, manfaat-tidaknya, konstruktif atau destruktif. Hal ini akan membantu kita pada langkah selanjutnya untuk memilih sikap apa yang perlu saya lakukan menghadapi informasi itu. Tak semua informasi harus diterima dan dikonsumsi karena kita hanya menghabiskan waktu dan energi. Pilah dan pilih yang baik, benar dan bermafaat untuk hidup dan kiprah.
  3. Ajakan Paulus agar umat Tesalonika ‘menimba’ pengetahuan dari Injil-Sabda Tuhan adalah ajakan untuk kita juga karena Sabda Tuhan telah terbukti sebagai buku penuntun kehidupan sejati karena bersumber dari Allah yang adalah Jalan, Kebenaran dan Kehidupan sejati. Atau dalam bahasa Bait Pengatar Injil hari ini dari Ibrani 4:12: Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

Selamat merenungkan dan menerapkannya, Tuhan pasti memberkati.

(RP. John Masneno, SVD – Sekretaris Eksekutif Pusat Spiritualitas Sumur Yakub)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Kesejahteraan dalam dunia maritim: Semoga semua orang yang bekerja dan hidup dari laut, yaitu pelaut, nelayan beserta keluarganya, dan para petugas yang menjaga laut, senantiasa dikaruniai keselamatan dan kesejahteraan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kerukunan bangsa: Semoga sebagai tindakan nyata dalam menjalin kebersamaan dan kerukunan bangsa, Gereja membuka diri terhadap kebudayaan dan mau menggalakkan aneka ragam kegiatan seni lokal. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami memercayakan usaha kami dalam bernegara supaya terwujudlah keadilan bagi setiap warga negara. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s