Menikmati dan Menjalankan Misi Sang Pembebas


Renungan Harian Misioner
Senin, 31 Agustus 2020
P. S. Raymundus Nonnatus

1Kor. 2:1-5; Mzm. 119:97,98,99,100,101,102; Luk. 4:16-30

Pada umumnya, kita cenderung untuk tertarik, percaya, memilih, atau mengikuti seseorang yang menawarkan sesuatu, entah berupa produk, program, visi dan misi yang sesuai dengan keinginan, harapan dan kebutuhan kita. Keinginan, harapan dan kebutuhan setiap orang tentu berbeda-beda, entah dalam bidang ekonomi, kesehatan, politik, pendidikan, teknologi, bisnis dan sebagainya. Produk, program, visi dan misi yang ditawarkan kepada kita tentu sesuai dengan realitas hidup kita atau sesuai dengan harapan dan kebutuhan kita. Dalam bacaan Injil hari ini (Luk. 4: 16-30), dikisahkan bahwa Yesus secara resmi menyampaikan program pewartaan atau misi-Nya. Yesus sebenarnya mengutip Kitab Nabi Yesaya 61:1-2. Nabi Yesaya memaklumkan nubuat pembebasan bagi bangsa Yahudi yang sedang berada dalam masa pembuangan, masa tanpa harapan, dan tanpa masa depan. Orang Yahudi pada waktu itu sungguh mengalami penderitaan karena ketidakadilan, kemiskinan, dan penindasan kuasa Babel. Masa pembuangan memang hampir berakhir, tetapi kebebasan, damai dan keadilan belum dirasakan oleh orang-orang Yahudi. Dalam situasi demikian, nabi Yesaya, utusan Allah mewartakan sebuah harapan yang akan diwujudkan oleh seorang Mesias.

Pada masa hidup Yesus, situasi masyarakat Yahudi pun tidak banyak berubah dan tidak berbeda dengan keadaan masyarakat Yahudi pada masa nabi Yesaya. Bangsa Yahudi dijajah oleh penguasa Roma. Sebagai bangsa jajahan, hak-hak orang Yahudi dirampas dan diinjak-injak, ada kesenjangan sosial antara orang kaya dan orang miskin, diperas oleh sesama bangsa Yahudi yang punya kuasa, dan berbagai situasi lain yang amat memprihatinkan. Singkatnya, orang-orang Yahudi berada dalam keadaan tanpa harapan. Yesus melihat situasi itu dan Ia peka terhadap penderitaan orang-orang sebangsa-Nya. Apa yang dilakukan Yesus? Yesus menghidupkan kembali harapan mereka sebagaimana yang pernah dinubuatkan oleh nabi Yesaya. Harapan itu menjadi kenyataan dalam Yesus. Dalam diri Yesus, harapan menjadi kenyataan. Tahun rahmat Tuhan (tahun Yobel), tahun pembebasan, tahun belas kasih Tuhan telah tiba. Singkatnya, Yesus menyampaikan kabar gembira untuk menjawab situasi masyarakat Yahudi yang sedang berada dalam penderitaan dan tanpa harapan.

Apa program hidup atau misi Yesus? Program hidup dan misi Yesus adalah “menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang” (Luk. 4:18-19). Misi Yesus sebagai nabi telah dinubuatkan oleh nabi Yesaya (Yes. 61:1-2). Artinya, apa yang diberitakan oleh nabi Yesaya dulu, kini dilakukan oleh Yesus sendiri. Yesus membawa keselamatan melalui amanat lisan, bukan melalui perombakan sistem sosial atau politik. Yesus membawa keselamatan melalui kata-kata, bukan melalui perang atau revolusi. Apa yang dulu dijanjikan melalui nubuat nabi Yesaya, kini dalam diri Yesus menjadi kenyataan yang bermakna baru dan dengan cara baru.

Bagaimana sikap dan tanggapan kita terhadap program hidup atau misi Yesus? Nabi Yesaya telah menubuatkan bahwa Mesias akan datang dalam kekuatan Roh Kudus untuk membebaskan orang yang tertawan oleh dosa dan kuasa kejahatan. Yesus datang untuk membebaskan orang dari tawanan perbudakan dosa, ketakutan akan kematian, dan kehancuran tubuh dan jiwa. Kuasa Tuhan sendiri akan menyelamatkan kita dari kehampaan dan kemiskinan spiritual; dari kekacauan dan kesalahan; dari rasa takut akan kematian dan tanpa harapan. Program hidup atau misi Yesus sungguh-sungguh sesuai dengan realitas hidup kita, sesuai dengan kebutuhan dan kerinduan jiwa kita akan kebebasan, kedamaian dan keselamatan. Apapun situasi dan keadaan hidup kita saat ini, Yesus yang sama datang dalam kekuatan Roh Kudus untuk membebaskan kita dari berbagai situasi yang menjauhkan kita dari rahmat Allah dan keselamatan yang telah dijanjikan kepada setiap kita yang percaya kepada-Nya. Hanya orang yang percaya akan sabda Yesus yang akan mengalami penyelamatan, sebagaimana para janda di Sarfat percaya akan pewartaan Nabi Elia sehingga mereka mengalami kuasa Allah. Kita juga akan mengalami kuasa Allah itu, apabila kita percaya dan mengimani sabda-Nya. Sebaliknya, apabila kita menolak Yesus karena harapan, kemauan, dan kebutuhan kita tidak kunjung terpenuhi, kita pun tidak pernah akan mengalami pembebasan, damai dan keselamatan.

Kita pun dipanggil dan diutus oleh Yesus untuk melanjutkan program hidup atau misi Yesus di dunia ini. Sebelum berpikir tentang apa yang harus kita lakukan, apa yang harus kita katakan, hasil apa yang harus kita peroleh, yang pertama dan terutama adalah kita mesti berada bersama Yesus, turut ambil bagian dalam misi-Nya, dalam kebebasan-Nya, dalam diri-Nya sebagai yang diurapi, yang berasal dari Bapa, satu dengan Bapa. Kita tidak mungkin mampu membantu, membebaskan, mendamaikan orang lain kalau kita sendiri tidak lebih dahulu dibebaskan, didamaikan, diselamatkan berkat kehadiran Yesus, berkat kebersamaan kita dengan Dia, Sang Pembebas dan Penyelamat. Semoga berkat kekuatan Roh Kudus, kita menikmati misi Yesus bagi kita dan mampu menjalankan misi Yesus, Sang Pembebas.

(RP. Silvester Nusa, CSsR – Dosen STKIP Weetebula, NTT)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Kesejahteraan dalam dunia maritim: Semoga semua orang yang bekerja dan hidup dari laut, yaitu pelaut, nelayan beserta keluarganya, dan para petugas yang menjaga laut, senantiasa dikaruniai keselamatan dan kesejahteraan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kerukunan bangsa: Semoga sebagai tindakan nyata dalam menjalin kebersamaan dan kerukunan bangsa, Gereja membuka diri terhadap kebudayaan dan mau menggalakkan aneka ragam kegiatan seni lokal. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami memercayakan usaha kami dalam bernegara supaya terwujudlah keadilan bagi setiap warga negara. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s