Berpuasalah untuk Mengasihi Bukan untuk Menghakimi

Renungan Harian Misioner
Jumat, 04 September 2020
P. S. Rosa dr Viterbo

1Kor. 4:1-5; Mzm. 37:3-4,5-6,27-28,39-40; Luk. 5:33-39

Misi : Melalui Berpuasa yang benar dan tulus kita membangun Perjumpaan dengan Tuhan, seraya menemukan Kasih Tuhan untuk membawa pengharapan dan sukacita.

Gema Sabda Tuhan pada hari ini mengajak kita untuk berani mengakui diri sebagai orang yang berdosa yang tidak memiliki otoritas apapun untuk menghakimi sesama di hadapan Tuhan. Teks 1Kor. 4:1-5, yang kita renungkan hari ini, berkisah tentang Rasul Paulus yang mengingatkan Jemaat Korintus agar menyadari diri sebagai orang berdosa, yang tidak memiliki otoritas apa pun untuk menghakimi sesama, karena hanya Tuhan yang berhak menghakimi (bdk. 1Kor. 4:4).

Sementara Injil Lukas 5:33-39 menampilkan kelompok Farisi dan para ahli Taurat yang sedang dirasuki aksi popularitas diri serta pencitraan melalui berpuasa. Mereka membandingkan tata hidup murid Yohanes yang berpuasa dengan tata laku murid Kristus yang tidak berpuasa.

Berhadapan dengan aksi gagal paham dan tumpul iman itu, Yesus memberikan beberapa pernyataan, yang sesungguhnya merupakan muatan padat dari arti berpuasa untuk mencairkan kebekuan akal serta membatunya hati mereka.

Yesus mau menggiring kaum Farisi, ahli Taurat bahkan kita semua untuk mendalami kesejatian makna Berpuasa.

Sesungguhnya Berpuasa berarti tindakan untuk meningkatkan kesadaran bahwa manusia sangat bergantung pada Tuhan, dan sangat membutuhkan kehadiran Tuhan. Berpuasa juga berarti menata langkah persiapan untuk berjumpa dengan Tuhan serta mengalami Kehadiran Tuhan.

Berpuasa juga dapat dimaknai sebagai usaha menemukan terang dan pencerahan dari Tuhan untuk memulai suatu karya, meminta berbagai karunia serta pengampunan yang membawa pembaruan hidup serta sukacita.

Pada tataran sosio-religius, Berpuasa tidak lain dari menggali dan menemukan kekuatan Tuhan untuk bergerak keluar, menata cita rasa dan ketergugahan untuk berbelasksih kepada orang-orang yang sangat membutuhkan pertolongan kita.

Dengan demikian, penegasan Yesus sungguh benar bahwa para murid yang sedang mengikuti Dia, kini belum saatnya untuk berpuasa, sebab semua yang akan dicari, digali dan diminta melalui berpuasa telah disediakan Yesus kepada para murid-Nya.

Kekuatan dan kehadiran Tuhan, Perjumpaan dengan Tuhan, anugerah, terang, pencerahan, pengampunan, pengharapan, sukacita dan pembaruan hidup telah tersedia. Perhatian dan belaskasih kepada sesama yang menderita telah Yesus teladankan, dan para murid telah dan sedang mengalami semuanya itu. Maka benar belum saatnya para murid berpuasa. Yang diminta oleh Yesus bukan berpuasa melainkan membuka diri pada pengalaman serta realitas baru yang dibawa Yesus tanpa menghakimi dan menggeser realitas lama.

Panggilan kita sebagai murid Kristus adalah panggilan kerendahan hati, bukan panggilan pencitraan serta saling menghakimi. Tindakan serta kesetiaan iman secara benar dan tulus melalui Puasa adalah sebuah doa dan tindakan kerendahan hati yang menegaskan bahwa kita sangat tergantung pada kuasa dan kekuatan Tuhan, kita sangat membutuhkan anugerah, pencerahan, pengampunan serta sukacita.

Dengan demikian ketaatan serta kerinduan iman untuk berjumpa dengan Tuhan serta mengalami kehadiran Tuhan merupakan tujuan luhur kita untuk berpuasa. Berpuasa yang kita lakukan hendaknya membawa kita pada suatu kepuasan iman yakni kita boleh membawa pengharapan, sukacita serta kasih untuk membantu dan melayani orang yang sangat membutuhkan pertolongan kita.

Perbuatan dan cita rasa iman bukan kesempatan dan ruang untuk memojokkan dan menghakimi orang lain sebagai yang tidak benar di mata kita, melainkan untuk membawa diri kita dan sesama kepada Tuhan sebagai orang berdosa yang senasib membutuhkan pengampunan Tuhan. Amin.

(RP. Hiasintus Ikun, CMF – Dirdios KKI Keuskupan Palangkaraya)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Hormat terhadap sumber daya alam: Semoga semua sumber daya bumi ini tidak dikuras dan dirampas dengan serakah, tetapi dibagikan dengan adil, disertai rasa syukur dan penghargaan terhadap alam. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Menciptakan udara bersih: Semoga dalam partisipasi untuk menciptakan udara bersih, keluarga-keluarga Katolik berinisiatif menjalankan sumbangan yang sederhana dengan menghijaukan lingkungannya masing-masing. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mempersembahkan tekad kami untuk mendaraskan upaya keadilan kami pada Sang Sabda sendiri. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s