Kuduskanlah Dirimu Dari Ragi Dosa

Renungan Harian Misioner
Senin, 7 September 2020
P. S. Regina

1Kor. 5:1-8; Mzm. 5:5-6,7,12; Luk. 6:6-11

Yesus tidak menentang peraturan hari Sabat, Ia hanya menegaskan bahwa hari Sabat itu diberikan Allah kepada manusia agar dapat memenuhi kebutuhan manusia untuk beristirahat, beribadah dan bersekutu dengan Allah. Setelah penebusan Kristus hari Sabat mendapat nama baru yakni hari Tuhan, dan dijadikan hari baru yaitu hari pertama dalam seminggu. Karena sukacita dan ucapan syukur atas penyelamatan Kristus kita menguduskan hari itu dalam sebuah pertemuan kudus di rumah ibadat, hal ini harus menjadi alasan utama ketika kita masuk ke dalam Gereja. Di sana kita ingin mendengarkan Kristus mengajar kita, menerima anugerah kesembuhan seturut kehendak-Nya sesuai kebutuhan kita sebab dihadapan-Nya tidak ada yang tersembunyi dan Ia mengetahui segala pikiran kita. Maka perayaan Ekaristi harus menjadi saat pemulihan bagi umat Allah untuk kembali kepada keutuhan lahir dan batin manusia ciptaan Allah yang sungguh amat baik. Sebagai penghormatan atas hari Tuhan ini kita harus mewujudkan teladan Yesus yang berbuat baik dan menyelamatkan ‘nyawa’ mereka yang membutuhkan pertolongan-Nya (Luk. 6:6-10).

Menguduskan hari Tuhan bukan sekedar peraturan gerejawi yang menuntut ketaatan pada peraturan lebih mutlak daripada mewujudkan makna kebenaran kasih yang sesungguhnya. Tetapi juga menuntut kekudusan diri yang pantas menjadi teladan pengikut Kristus yang banyak diperhatikan dan dilihat orang. Sadar atau tidak, bahkan tidak bisa disangkal bahwa masih ada dosa-dosa yang tak pantas dilakukan oleh mereka yang mengaku diri orang Kristen sehingga membawa aib dan celaan yang dibicarakan banyak orang. Itu sebabnya Paulus tidak segan-segan menegur dengan keras jemaat yang kedapatan bersalah karena melakukan dosa yang keji (1Kor. 5:1).

Sebutannya sebagai ‘orang sombong’ kepada orang yang tidak menyadari dosanya, menunjukkan bahwa kesombongan orang seringkali membuat dirinya menyembunyikan kesalahannya dan menutupinya dengan hal-hal lain. Perlu kerendahan hati yang sejati untuk membuat orang bisa melihat dan mengakui kekeliruannya, sebab Allah tidak berkenan kepada kefasikan dan membenci semua orang yang melakukan kejahatan. Orang jahat takkan menumpang pada Tuhan dan pembual tidak akan tahan di depan mata-Nya. Menurut Paulus, orang seperti ini sebaiknya dikucilkan dan diserahkan kepada Iblis dengan kuasa Tuhan Yesus. Tuhan akan membinasakan sifat kedagingannya agar rohnya dapat diselamatkan (1Kor. 5:2,5; Mzm. 5:5-7).

Sedikit ragi mengkhamirkan seluruh adonan. Berdasarkan kepedulian pada kekudusan dan keberlangsungan Gereja, pimpinan Gereja harus membuang ‘ragi yang lama’. Kristus, Anak Domba Paskah kita juga telah disembelih supaya kita menjadi ‘adonan yang baru dan tidak beragi’ yaitu umat yang mati terhadap dosa, menjadi satu dan mengambil bagian dalam kematian-Nya agar menjadi satu di dalam kebangkitan-Nya, kita mempunyai hati dan hidup yang baru baik secara jasmani dan rohani. Hidup dengan berlindung dibawah naungan-Nya akan menjadikan kehidupan kita sebagai ‘perayaan roti tak beragi’ yang artinya berperilaku sehari-hari maupun berkegiatan keagamaan dengan murni dan benar karena mengasihi Dia (1Kor 5:6-8; Mzm 5:12). (ek)

(Antonius Ekahananta – Awam Katolik Pengajar Misi Evangelisasi)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Hormat terhadap sumber daya alam: Semoga semua sumber daya bumi ini tidak dikuras dan dirampas dengan serakah, tetapi dibagikan dengan adil, disertai rasa syukur dan penghargaan terhadap alam. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Menciptakan udara bersih: Semoga dalam partisipasi untuk menciptakan udara bersih, keluarga-keluarga Katolik berinisiatif menjalankan sumbangan yang sederhana dengan menghijaukan lingkungannya masing-masing. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mempersembahkan tekad kami untuk mendaraskan upaya keadilan kami pada Sang Sabda sendiri. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s