“Selamat Ulang Tahun” Bunda Sang Emmanuel

Renungan Harian Misioner
Selasa, 08 September 2020
PESTA KELAHIRAN SANTA PERAWAN MARIA

Mi. 5:1-4a atau Rm. 8:28-30; Mzm. 13:6ab,6cd; Mat. 1:1-16,18-23 (Mat. 1:18-23)

Marilah kita merenungkan, bagaimana merayakan Hari Kelahiran Bunda kita. Bagaimana kita membuatnya bersukacita: tentulah sesuai dengan kesenangannya atau dengan hal-hal atau orang yang disukainya. Nah, Maria suka, kalau dihubungkan dengan Yesus, Anak-Nya, Sang Cahaya Dunia, yakni Kristus Allah kita (Antifon Pembukaan). Bagi kita, para murid Kristus, kelahiran Maria, memang tidak diceriterakan dalam Injil, tetapi diandaikan menjadi persiapan dekat menuju pada Penjelmaan Allah Putera, karena dipersiapkanlah darah dan daging, tempat Emmanuel akan memulai kehadirannya sebagai Anak Manusia.

BACAAN I – MIKHA 5:1-4a:
Pada zamannya, Mikha sering mendengar Yesaya berbicara mengenai Emmanuel. Dikotbahkannya mengenai pengutusan Emmanuel (Yes. 7:14). Penyebutan hal ini akan menyiapkan sebutan mengenai peran Yusuf, dalam Keluarga Nasaret, yang dalam Injil akan dikatakan. Sekaligus perlu digarisbawahi keluhuran Yusuf dan Betlehem, sebagai kota Daud. Dengan demikian, akan jelaslah, bahwa pada tempatnyalah, kalau Guru dari Nasaret itu disebut Anak Daud. Sebagai konteks perlulah dikatakan, bahwa Israel pada waktu itu terpecah belah dan sering ada perselisihan internal maupun eksternal. Hal itu menjadi landasan, kalau nanti orang perlu mendengar panggilan Sang Guru, untuk mempersatukan dan memperdamaikan Israel, walau masih akan diperdalam lebih Ilahi lagi. Konteks sosial ini penting digarisbawahi, agar nanti Pewartaan Kabar Gembira menjadi lebih jelas.

BACAAN II – Roma 8:28-30:
Paulus memberi arti lebih mendalam pada tempat keluarga dan leluhur Yesus. Mereka itu merupakan Keluarga Besar, yang mengakui, betapa Allah sudah berkarya banyak bagi anak cucu Yakub, Ishak, Abraham. Dengan demikian, para murid Kristus dijelaskan mengenai penyiapan penebusan oleh Allah dan langkah-langkah Karya Allah, yang berkesinambungan sampai dengan pengiriman Sang Penebus. Sekaligus diperlihatkannya, betapa Allah melibatkan manusia dalam proses langkah demi langkah demi Penyelamatan seluruh umat manusia. Seberapa pun hambatannya, Rencana Penyelamatan Allah akan terlaksana.

BACAAN INJIL – Matius 1:1-a6. 18-23:
Kita diajak untuk membaca bagian ini, tidak sebagai deretan nama dan angka-angka, melainkan memerhatikan makna keseluruhannya: betapa Sang Putera, langkah demi Langkah masuk ke dalam sejarah umat manusia, melalui adat, kebiasaan, tabiat, tradisi dan perkembangan iman mereka, seraya membersihkan noda-noda dosa mereka. Perawan Maria ditampilkan di sini sebagai perawan Israel yang beriman; yang berkaitan cinta dengan keturunan Daud. Oleh sebab itu, Anaknya nanti memiliki warna-Daud, sehingga sesuai dengan nubuat para Nabi. Jadi, melalui Yesus, Allah beserta kita, tidak secara ‘bayangan saja’, melainkan secara nyata, sampai ke darah dan daging.

BAGI KITA:
Kelahiran Santa Perawan Maria, bukanlah sekedar peristiwa biologis dan historis, melainkan peristiwa berkenannya Allah mendekatkan Diri-Nya kepada kita, mengatasi dosa manusia maupun merangkum seluruh proses biologis, historis, alamiah dan Ilahi sebagai suatu perpaduan. Oleh sebab itu, Buah Kelahiran Maria, yakni Yesus, sungguh Allah dan sungguh manusia. Marilah kita mengungkapkan Syahadat Iman kita.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Hormat terhadap sumber daya alam: Semoga semua sumber daya bumi ini tidak dikuras dan dirampas dengan serakah, tetapi dibagikan dengan adil, disertai rasa syukur dan penghargaan terhadap alam. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Menciptakan udara bersih: Semoga dalam partisipasi untuk menciptakan udara bersih, keluarga-keluarga Katolik berinisiatif menjalankan sumbangan yang sederhana dengan menghijaukan lingkungannya masing-masing. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mempersembahkan tekad kami untuk mendaraskan upaya keadilan kami pada Sang Sabda sendiri. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s