Benarkah Orang Kaya Dikutuk dan Orang Miskin Diberkati?

Renungan Harian Misioner
Rabu, 09 September 2020
P. S. Petrus Claver

1Kor. 7:25-31; Mzm. 45:11-12,14-15,16-17; Luk. 6:20-26

MISI : Hendaknya kita menghadirkan Tuhan yang Senantiasa memberkati Orang kaya yang bermurah hati kepada orang yang sedang menderita karena ketidakadilan.

Pertarungan hidup yang diperketat dengan persaingan tidak sehat juga struktur sosial yang tidak adil bermuara pada jurang pemisah antara kaya dengan miskin.

Seruan Yesus yang ditampilkan oleh penginjil Lukas hari ini, mengajak kita untuk merenungkan suatu kepastian yang tidak tersangkalkan yakni keberpihakan Yesus dan Kerajaan Allah pada kaum miskin, tertindas dan melarat.

Berhadapan dengan kaum miskin, Yesus bukan berpihak kepada kemiskinan melainkan hadir bagi orang-orang yang ditimpa kemiskinan karena lumpuhnya keadilan, kejujuran, serta menjamurnya keserakahan. Berkat Allah bagi orang miskin berarti: pertama-tama tindakan Allah untuk menghancurkan struktur-struktur yang menciptakan ketidakadilan, ketidakjujuran bahkan keserakahan. Kedua, tindakan Allah untuk mengubah mentalitas buruk pribadi-pribadi yang ditimpa kemiskinan. Allah mendesak kaum miskin untuk menjadi pribadi yang kreatif, giat bekerja, rendah hati, penuh pertobatan dan percaya kepada Tuhan. Opsi Allah bukan pada kemiskinan, juga bukan pada orang-orang miskin yang keras kepala, keras hati, atau memiliki mentalitas remeh-temeh.

Terhadap orang-orang kaya, Yesus tidak mempersoalkan kekayaan mereka, melainkan sorotan ditujukan pada cara memperoleh kekayaan tersebut serta mentalitas buruk manusia dalam menggunakan kekayaannya. Yesus mengritik sebagian besar orang kaya yang membentengi diri dengan kekayaan mereka, kemudian melupakan rahmat, berkat dan kebaikan Tuhan yang mendatangkan harta melimpah bagi mereka. Lebih lanjut Yesus menentang orang-orang kaya yang terjerat karakter arogansi lalu menggunakan kekayaan mereka untuk memeras, menindas, menguasai sesama serta menjadikan orang-orang miskin sebagai obyek untuk meraih jabatan dan kuasa.

Hari ini, Sabda Yesus mengajak kita untuk menempatkan baik orang kaya maupun orang miskin pada dua sisi pandang yang berbeda. Pertama, orang kaya melambangkan kalangan yang menjauhkan diri dari Allah dan menyangkal kehadiran Tuhan; terutama mereka yang mengumpulkan harta melalui cara yang tidak benar, tidak adil dan tidak jujur, bahkan menggunakan tindakan pemerasan dan penindasan untuk menghancurkan sesama. Pada titik inilah Yesus mau mengatakan “celakalah dan terkutuklah mereka yang kaya.” Kedua, Yesus pasti berpihak pada orang-orang kaya yang memiliki karakter rendah hati, bersyukur, berterima kasih dan takut kepada Allah; orang kaya yang memiliki kasih kepada orang-orang miskin dan menggunakan kekayaannya untuk memperjuangkan keadilan, kejujuran, kebenaran dan perdamaian.

Sementara keberpihakan Yesus kepada kaum miskin pertama-tama tidak serta-merta mengatakan bahwa setiap orang miskin otomatis diberkati Tuhan. Dalam kenyataan yang memprihatinkan, mereka justru menjauh dari Tuhan, tidak membangun pertobatan, tidak memiliki kerendahan hati dan tidak percaya kepada Allah. Tidak sedikit umat Katolik yang jatuh miskin karena bermental enak, malas, tidak tekun dan tidak giat bekerja. Kaum miskin dalam kategori ini tidak termasuk dalam barisan mereka yang berbahagia karena empunya Kerjaan Allah. Kedua: Allah menghendaki agar setiap orang yang terjerat kemiskinan oleh karena struktur-struktur sosial yang tidak adil dan tidak jujur hendaknya memiliki karakter rendah hati, percaya pada kuasa, pertolongan dan kasih-Nya, membangun habitus baru yakni giat bekerja, kreatif, tidak putus asa dan senantiasa memperjuangkan keadilan, kebenaran dan perdamaian.

Dengan demikian oleh kecakapan iman, kita pun boleh mengatakan:
Berbahagialah orang kaya, yang melalui kekayaannya menjadi berkat dan penyalur rahmat, kasih dan pertolongan bagi kaum miskin. Tuhan juga akan mengatakan Celakalah dan terkutuklah bagi kita yang miskin namun angkuh, menjauh dari Tuhan, memelihara kemalasan, dan tidak menghargai pekerjaan kita. Amin.

(RP. Hiasintus Ikun, CMF – Dirdios KKI Keuskupan Palangkaraya)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Hormat terhadap sumber daya alam: Semoga semua sumber daya bumi ini tidak dikuras dan dirampas dengan serakah, tetapi dibagikan dengan adil, disertai rasa syukur dan penghargaan terhadap alam. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Menciptakan udara bersih: Semoga dalam partisipasi untuk menciptakan udara bersih, keluarga-keluarga Katolik berinisiatif menjalankan sumbangan yang sederhana dengan menghijaukan lingkungannya masing-masing. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mempersembahkan tekad kami untuk mendaraskan upaya keadilan kami pada Sang Sabda sendiri. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s