Menerima Hikmat Allah

Renungan Harian Misioner
Rabu, 16 September 2020
PW. S. Kornelius, Paus dan S. Siprianus, Uskup & Martir

1Kor. 12:31 – 13:13; Mzm. 33:2-3,4-5,12,22; Luk. 7:31-35

Perumpamaan Yesus dalam bacaan Injil hari ini (Luk. 7:31-35) merupakan tanggapan Yesus terhadap orang Yahudi, termasuk orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang menolak hikmat dan kehendak Allah atas hidup mereka. Dua pribadi yang diutus Allah untuk menyampaikan dan melaksanakan kehendak-Nya adalah Yohanes Pembaptis dan Yesus. Kedua utusan Allah ini mengalami nasib yang sama, penolakan. Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan roti dan tidak minum anggur. Ia mempraktikan hidup mati raga atau askesis. Praktik hidup askesis yang dijalankannya ini membuat banyak orang menganggap Yohanes sebagai orang yang kerasukan setan. Dan anggapan itu menjadi dasar penolakan terhadap Yohanes (Luk. 7:33). Yesus, Anak Manusia juga diutus oleh Bapa untuk menebus dosa manusia dan menyelamatkan manusia dari maut. Yesus bergaul dengan siapa saja dari segala lapisan masyarakat dan golongan. Yesus makan dan minum bersama siapa saja, entah orang baik atau orang jahat. Namun karena itu, Ia dianggap sebagai seorang pelahap dan peminum. Mereka menolak Yesus karena Yesus bersahabat dan makan bersama dengan pemungut cukai dan orang berdosa (Luk. 7:34). Bertolakbelakang dengan apa yang dialami Yohanes, Yesus ditolak karena tidak menjalani hidup askesis dan bersahabat dengan semua orang, termasuk orang berdosa

Berhadapan dengan sikap orang-orang pada waktu itu, khususnya orang-orang Farisi dan ahli Taurat yang menolak hikmat dan maksud Allah terhadap diri mereka, Yesus tentu kecewa. “Seluruh orang banyak yang mendengar perkataan-Nya, termasuk para pemungut cukai, mengakui kebenaran Allah, karena mereka telah memberi diri dibaptis oleh Yohanes” (Luk. 7:29). Bagaimana tanggapan orang Farisi dan ahli Taurat serta orang Yahudi lainnya? “Tetapi orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menolak maksud Allah terhadap diri mereka, karena mereka tidak mau dibaptis oleh Yohanes” (Luk. 7:30). Apa maksud Allah? Maksud Allah adalah menyelamatkan manusia dan dunia. Yohanes Pembaptis maupun Yesus adalah pernyataan Allah dalam rangka menyelamatkan dunia. Yohanes Pembaptis yang mempersiapkan jalan bagi sang Mesias, dan Yesus sebagai Mesias yang dinanti. Sebagai Mesias, Yesus menunjukkan secara jelas tindakan Allah yang menyelamatkan itu: “orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik” (Luk. 7:22). Maksud Allah yang menyelamatkan sebagaimana diwartakan oleh Yohanes melalui tindakan pembaptisan ditolak oleh mereka. Tindakan Allah yang menyelamatkan sebagaimana diperlihatkan oleh Yesus diabaikan. Mereka ingin tanda keselamatan dari Allah sesuai dengan kehendak dan kriteria mereka sendiri.

Yesus mengumpamakan orang-orang yang tidak menerima hikmat Allah dan menolak kehendak Allah “seperti anak-anak yang duduk di pasar dan saling menyerukan: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis” (Luk. 7:32). Mengapa Yesus menyamakan mereka dengan anak-anak yang duduk di pasar? Sebagaimana anak-anak pada umumnya yang belum memahami banyak hal, demikian pula orang-orang Yahudi tidak memahami maksud Allah melalui kehadiran Yohanes dan Yesus. Sebagaimana anak-anak yang belum matang secara spiritual, demikian pula orang-orang Yahudi belum memiliki kematangan rohani dalam diri mereka. Mereka masih labil, belum memiliki standar penilaian yang jelas dan masih cenderung mengikuti kehendak hati dan pikiran mereka sendiri.

Perumpamaan yang diungkapkan Yesus mengajarkan kita bagaimana seharusnya kita mengerti dan menerima kehendak Allah atas diri kita. Allah menghendaki kita mengalami berkat dan keselamatan. Hidup dan pewartaan Yohanes mengajarkan kita bagaimana kita senantiasa mempersiapkan diri untuk menerima tindakan penyelamatan Allah melalui usaha pertobatan yang terus-menerus. Sementara hidup, pewartaan dan tindakan Yesus meyakinkan kita betapa nyata tindakan penyelamatan Allah dalam hidup kita. Yang dituntut dari kita adalah usaha untuk memahami kehendak Allah serta menyadari kehadiran dan karya Allah dalam hidup kita sehari-hari. Kita mesti selalu berusaha untuk menerima hikmat Allah dan mendidik diri kita atas dasar hikmat Allah agar kita memiliki kematangan rohani yang memungkinkan kita untuk menyadari dan mengerti kehendak Allah bagi kita, yakni menikmati berkat dan keselamatan dalam persekutuan dengan Yesus.

(RP. Silvester Nusa, CSsR – Dosen STKIP Weetebula, NTT)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Hormat terhadap sumber daya alam: Semoga semua sumber daya bumi ini tidak dikuras dan dirampas dengan serakah, tetapi dibagikan dengan adil, disertai rasa syukur dan penghargaan terhadap alam. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Menciptakan udara bersih: Semoga dalam partisipasi untuk menciptakan udara bersih, keluarga-keluarga Katolik berinisiatif menjalankan sumbangan yang sederhana dengan menghijaukan lingkungannya masing-masing. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mempersembahkan tekad kami untuk mendaraskan upaya keadilan kami pada Sang Sabda sendiri. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s