Misionaris: Memurnikan Tradisi Budaya & Filsafat Setempat dengan Inti Iman Kristiani

Renungan Harian Misioner
Jumat, 18 September 2020
P. S. Yosef Cupertino

1Kor. 15:12-20; Mzm. 17:1,6-7,8b,15; Luk. 8:1-3

Renungan Harian Misioner dari Yung-Fo, Pangkalpinang

Para sahabat misioner yang terkasih: shalom!
Bacaan Pertama hari ini, Rasul Paulus dalam surat kepada Jemaat di Korintus menulis tentang kebangkitan. Tema serupa, juga diangkat oleh Daud dalam doanya memohon keadilan Tuhan ketika dirinya mengalami tuduhan palsu dan penganiayaan (Mzm. 17:5 khususnya pada kata “bangun.”). Sementara dalam Injil, kita menjumpai Yesus sedang berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah.

1. Kebangkitan & Hidup di dalam Pewartaan Paulus
Korintus adalah jantungnya budaya Yunani yang sangat kuat berakar pada filsafat, yang mengajarkan bahwa tidak ada kebangkitan badan. Badan adalah penjara bagi jiwa manusia. Jiwa akan bebas ketika badan manusia mati. Ajaran tentang kehidupan kekal tidak dikenal dalam filsafat dan tradisi Yunani. Oleh karenanya, warta kebangkitan kepada Jemaat Korintus yang berada di jantung kebudayaan dan filsafat Yunani ini sempat memunculkan kebingungan. Surat-surat Paulus kepada Jemaat di Korintus dimaksudkan untuk mencairkan hal tersebut. Paulus menegaskan bahwa kebangkitan Kristus merupakan dasar iman Kristen sekaligus juga dasar bagi kebangkitan bagi orang-orang yang menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Yang ditegaskan Paulus: pertama, Kebangkitan Kristus (1Kor. 15:1-11), kedua, Kebangkitan Orang mati (1Kor. 15:12-34) dan ketiga, Kebangkitan badan (1Kor. 15:35-58). Kebangkitan Kristus merupakan pusat iman kristiani. Oleh karena Yesus telah bangkit dari antara orang mati seperti yang telah Dia janjikan, maka kita tahu bahwa apa yang dikatakan-Nya itu benar: Dia adalah Allah. Karena kebangkitan Kristus, maka kita mempunyai kepastian dan jaminan bahwa dosa kita akan diampuni, dan kita tahu bahwa Kristus hidup, serta dapat menjadi pengantara kita kepada Allah. Kristus telah mengalahkan kematian, dan kitapun akan dibangkitkan juga.

Di zaman Paulus, menjadi pengikut Kristus sering menyebabkan seseorang dihukum, dikucilkan dari keluarga, atau bahkan menjadi miskin. Kepercayaan kepada Kristus, tidak membuat orang mendapatkan banyak dalam kehidupan bermasyarakat. Kekristenan bukanlah jalan untuk mendongkrak karir hidup duniawi seseorang. Namun orang Kristen tidak akan mendapatkan pengampunan dosa dan tidak berpengharapan tentang kehidupan yang kekal, seandainya Tuhan kita Yesus Kristus tidak dibangkitkan. Sebagai yang pertama bangkit dari antara orang-orang mati, kebangkitan Kristus menjadi jaminan bagi kebangkitan kita!

Dari hidup dan pewartaan Paulus, khususnya surat-suratnya kepada Jemaat di Korintus, kita mewarisi poin penting karya misinya. Paulus tidak mengkompromikan imannya akan Kristus berikut pewartaannya. Iman akan Kristus tidak ditempatkannya sebagai sub-ordinasi dari tradisi filsafat dan budaya setempat, yang dalam hal ini adalah tradisi dan budaya Yunani, sebaliknya Paulus memurnikan tradisi budaya dan filsafat helenis itu dengan (menegaskan tentang) inti iman Kristiani, yakni hidup dan pribadi serta karya-karya dan ajaran Yesus Kristus, juga ajaran sesama rasul.

Bahkan Paulus menjadikan tradisi budaya dan filsafat setempat sebagai sarana untuk mewartakan Injil. Demikian kita membaca ketika Paulus berada di Aeropagus, inilah yang dia wartakan kepada kepada para pendengarnya, “Paulus pergi berdiri di atas Areopagus dan berkata: ‘Hai orang-orang Atena, aku lihat, bahwa dalam segala hal kamu sangat beribadah kepada dewa-dewa. Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu. Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia, dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang […]” (Kis. 17:22-34).

2. Kebangkitan dan hidup di dalam doa Daud
Warta tentang Kebangkitan dan Hidup muncul dalam Doa Permohonan Daud kepada Allah. Sekalipun tema tentang kebangkitan itu belum banyak muncul di dalam PL, namun tema ini muncul dalam beberapa pengalaman orang-orang pilihan Allah. Misalnya dalam Ayub 19:25-27; Mzm. 16:10; 49:15; 139:17; Yes. 26:19; dan Dan. 12:2.13. Bagi Daud dalam Mzm. 17:19 itu, kebangkitan itu akan berlaku bagi orang benar!

3. Kebangkitan dan hidup di dalam pewartaan Yesus Kristus
Di pewartaan Yesus, kita menemukan salah satu contoh bahwa iman akan diri-Nya memurnikan tradisi budaya dan adat-istiadat setempat. “[…] Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia, dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.” (Luk. 8:1-3).

Kaum perempuan ditempatkan Tuhan kita sejajar dengan para rasul di dalam tugas pewartaan Injil Kerajaan Allah. Poin ini juga menjadi penting bagi kita semua yang mewarisi dan melanjutkan karya misi Yesus Kristus tersebut: dalam mewartakan Injil Kerajaan Allah, semua orang mendapatkan kesempatan yang sama untuk ikut berpartisipasi, apakah laki-laki atau perempuan, Yahudi maupun Yunani, (Bdk. Gal. 325-29). Poin ini menjadi penting, karena masyarakat Yahudi adalah masyarakat patriarchal, di mana kaum lelaki lebih diutamakan dari pada kaum perempuan. Contohnya dalam perikop tentang pergandaan roti, jumlah kaum lelaki disebutkan lengkap dengan jumlah angkanya, tetapi perempuan dan anak-anak tidak disebutkan secara lengkap dengan jumlah seperti itu (Bdk. Yoh. 6:10).

Agar supaya sebagai misionaris Kerajaan Allah, kita mampu untuk bekerja seperti Rasul Paulus dan Tuhan kita Yesus Kristus yakni “memurnikan tradisi budaya dan filsafat serta adat-istiadat setempat dengan terang Injil Kerajaan Allah,” marilah kita menyatukan diri dengan Daud, memohon kepada Allah supaya kita boleh hidup sebagai “orang benar” di hadapan-Nya (Mzm. 17:15). Amin. [PMG].

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Hormat terhadap sumber daya alam: Semoga semua sumber daya bumi ini tidak dikuras dan dirampas dengan serakah, tetapi dibagikan dengan adil, disertai rasa syukur dan penghargaan terhadap alam. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Menciptakan udara bersih: Semoga dalam partisipasi untuk menciptakan udara bersih, keluarga-keluarga Katolik berinisiatif menjalankan sumbangan yang sederhana dengan menghijaukan lingkungannya masing-masing. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mempersembahkan tekad kami untuk mendaraskan upaya keadilan kami pada Sang Sabda sendiri. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s