Jangan Malas, Maka Allah Menyempurnakannya!

Renungan Harian Misioner
Sabtu Biasa Pekan XXIV, 19 September 2020
P. S. Yanuarius

1Kor. 15:35-37,42-49; Mzm. 56:10,11-12,13-14; Luk. 8:4-15

Sahabat misioner terkasih,
Perumpamaan tentang penabur benih yang dikisahkan dalam Injil tadi mengantar kita pada keyakinan bahwa Allah menaburkan Sabda-Nya kepada siapa saja, tanpa pilih kasih. Ini berarti Allah terbuka dan murah hati berkenan memberikan Sabda Keselamatan-Nya kepada siapa pun, tanpa membeda-bedakan orang, karakter, latar belakang, golongan, kelompok atau apapun. Allah menghendaki kesuburan, kesejahteraan, kebahagiaan, dan keselamatan semua orang. Ini dari pihak Allah, Sang Penabur.

Yang ditabur adalah benih Sabda Allah. Allah tidak menanam pohon atau buah, tapi menabur benih. Kita tahu benih itu kecil, ringkih, mungkin tidak begitu kelihatan, tapi kuat, berdaya dan membawa kehidupan. Kecil, sehingga bisa masuk ke mana saja bahkan lubang yang sempit. Ringkih, karena diinjak saja bisa mati. Namun kuat dan berdaya, karena ternyata bisa menembus aspal, beton, batu, sehingga kadang kita bisa melihat di jalanan aspal atau di tembok beton muncul tumbuhan hijau. Benih itu membawa kehidupan karena tumbuh dari benih menjadi tunas kemudian berkembang makin besar menjadi pohon, berbunga dan akhirnya berbuah. Lalu benih Sabda Allah itu apa? Benih itu bisa berwujud Sabda Allah yang tersurat dalam Kitab Suci dan bacaan-bacaan Liturgi yang setiap hari kita dengarkan. Bisa berwujud ajaran-ajaran suci Gereja atau nasihat-nasihat para Kudus, Santo-Santa. Bisa berwujud petuah-petuah luhur dari orang tua dan leluhur kita. Bisa juga berupa kearifan-kearifan lokal yang sudah terpelihara berabad-abad yang mengantar orang pada kebijaksanaan hidup. Ini dari pihak benih. Dengan benih itu, dimaksudkan bahwa Allah mengundang orang untuk menerima, mencerna dan bekerjasama. Ya, kita diundang bekerjasama untuk melindungi, merawat, mengairi, memupuk, menyiangi supaya benih Sabda Allah itu tumbuh, mengakar, mekar, berkembang dan berbuah. Allah tidak memberikan sesuatu yang langsung jadi, karena Ia tidak ingin kita menjadi pemalas. Allah ingin mengajak kita mengusahakan bersama-sama. Allah menghendaki kita rajin, ulet, tekun dan setia.

Sekarang dari pihak penerima benih. Dikisahkan ada empat situasi penerima. Yang pertama adalah yang menerimanya, lalu datanglah iblis dan mengambil benih sabda itu, supaya si penerima tidak percaya dan diselamatkan. Yang kedua adalah yang mendengar sabda itu, menerima dengan gembira, tetapi tidak mengakarkan benih sabda itu. Yang ketiga ialah yang menerima sabda itu, tetapi dalam proses pertumbuhannya lebih dikuasai oleh rasa khawatir, haus kekayaan dan kenikmatan duniawi, sehingga hidupnya tidak berbuah baik. Situasi keempat adalah orang yang menerima sabda itu, menyimpannya dalam hati yang baik, dan selanjutnya menghasilkan buah berlimpah. Dari keempat situasi itu, dalam situasi manakah kita berada saat ini? Kalau kita sedang berada dalam situasi keempat, puji Tuhan. Kita bersyukur dan teruslah dalam kebaikan. Atau, mungkin kita berada dalam salah satu situasi antara pertama sampai ketiga. Jangan cemas dan gelisah karena situasi itu bisa berubah kalau kita mau dengan sungguh berbalik arah dan bertobat.

Allah itu terbuka dan murah hati berbagi Sabda-Nya, berbagi berkat-Nya. Benih Sabda-Nya itu kuat dan berdaya hidup. Allah hanya ingin kita jangan jadi pemalas, melainkan jadilah rajin, ulet, tekun dan setia. Maka, Allah akan menggenapi dan menyempurnakannya sehingga berbuah limpah. Amin.***NW

(RD. M Nurwidi Pranoto – Dirnas Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Hormat terhadap sumber daya alam: Semoga semua sumber daya bumi ini tidak dikuras dan dirampas dengan serakah, tetapi dibagikan dengan adil, disertai rasa syukur dan penghargaan terhadap alam. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Menciptakan udara bersih: Semoga dalam partisipasi untuk menciptakan udara bersih, keluarga-keluarga Katolik berinisiatif menjalankan sumbangan yang sederhana dengan menghijaukan lingkungannya masing-masing. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mempersembahkan tekad kami untuk mendaraskan upaya keadilan kami pada Sang Sabda sendiri. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s