Cintai Musuhmu, Juga yang Bersembunyi di Bawah Selimut…

Renungan Harian Misioner
Senin Biasa Pekan XXV, 21 September 2020
Pesta S. Matius

Ef. 4:1-7,11-13; Mzm. 19:2-3,4-5; Mat. 9:9-13

SANTO MATIUS
Warisan Tuhan dimuat Matius: yakni Pengutusan untuk mewartakan Kabar Gembira (Antifon Pembukaan: Mat. 28:19-20). Karena warisan leluhur menjelang “kepergian-Nya” itu selalu berharga, maka perintah pengutusan itu dijujung tinggi para murid sampai akhir. Dalam hal ini, jelas, bahwa Matius ikut Yesus bukan hanya “ikut-ikutan” belaka, melainkan sungguh karena memahami maksud Yesus; bahkan mengetahui “mana yang sungguh penting”.

BACAAN PERTAMA – EFESUS 4:1-7.11-13
Para murid Kristus, sudah sejak awalnya, terdiri dari orang yang beraneka warna: pribadi maupun latar belakangnya. Yohanes tidak sama dengan Matius, berbeda dari Simon, berlainan dengan Natanael, dst. Bila nanti Paulus bergabung, polanya lain lagi. Ketika mereka tersebar sampai ke Yunani dan Roma, perbedaan itu semakin luas. Apalagi kalau kita memikirkan Agustinus dari Afrika dan Bonifatius dari Belanda, atau Kim Tae Gon dari Korea. Semua diundang oleh Tuhan. Kemudian semua diutus untuk mewartakan Kabar Gembira ke segala bangsa.

Bagi kita: marilah kita mewartakan Kabar Gembira ke semua orang; bahkan dengan aneka cara.

BACAAN INJIL – MATIUS 9:9-13
Pada masa kini, kerap kali orang dengan mudah dapat menerima, bahwa murid Kristus berasal dari segala suku dan bangsa. Namun, dari pemilihan Matius, kita pun pada masa sekarang boleh belajar, bahwa orang-orang yang secara sosial atau politis kadang kala disebut “orang tidak baik”, sangat mungkin menjadi murid Tuhan. Kalau kita memperhatikan Perintah dalam Matius 28:19-20: sangatlah jelas, bahwa Kabar Gembira hendaklah diwartakan kepada semua bangsa dan segala jenis orang. Dalam perintah itu diutuslah para murid untuk mewartakan Kabar Gembira kepada segala bangsa. Padahal banyak bangsa juga bermusuhan atas dasar pendirian budaya atau pilihan ritual. Kalau memperhatikan “Orientalium Ecclesiarum” dari Konsili Vatikan II, maka perbedaan cara berdoa atau ritus, tidaklah mustahil kita saling menerima. Konstitusi Pastoral “Gaudium Et Spes” juga membuka pintu komunikasi dengan pertimbangan “bonum commune” dari dunia kemasyarakatan. Matius, sungguh tidak mudah diterima dalam pergaulan kemasyarakatan waktu itu, namun Tuhan Yesus mengundangnya. Penjahat yang disalib bersama Yesus, dibimbingnya untuk masuk surga.

Dalam pada itu, kita memang dipesan oleh Yesus, tidak hanya untuk mencintai orang yang mengasihi kita, tetapi juga mencintai musuh-musuh kita. Padahal kita tahu betapa sangat mungkin musuh itu bersembunyi dalam selimut: ada lawan berat dalam keluarga, ada pesaing kuat dalam kelas atau kantor kita. Pesan Tuhan jelas: pergilah mewartakan Kabar Gembira kepada siapa pun juga.

Ada lagi satu teladan yang diberikan Matius, yakni mengenal Yesus secara pribadi sungguh, melaksanakan ajaran-Nya; namun juga mampu menyarikan ajaran Tuhan serta membagikannya kepada sesama, sedemikian, sehingga dapat dibagikan lebih lanjut kepada orang lain lebih lanjut. Pada masa sekarang, kita diundang dan diutus untuk menemukan cara-cara baru dalam mewartakan Kabar Gembira; sebagaimana Matius mewartakan dengan cara yang berlainan daripada Markus, Lukas dan Yohanes; namun dengan kesetiaan iman kepada Tuhan.

BAGI KITA:
Buka mata, buka telinga dan buka seluruh indera kita, kalau-kalau Tuhan memanggil kita untuk mewartakan Kabar Gembira, dengan cara dan di tempat serta kepada orang-orang, yang semula tidak kita duga-duga.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Hormat terhadap sumber daya alam: Semoga semua sumber daya bumi ini tidak dikuras dan dirampas dengan serakah, tetapi dibagikan dengan adil, disertai rasa syukur dan penghargaan terhadap alam. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Menciptakan udara bersih: Semoga dalam partisipasi untuk menciptakan udara bersih, keluarga-keluarga Katolik berinisiatif menjalankan sumbangan yang sederhana dengan menghijaukan lingkungannya masing-masing. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mempersembahkan tekad kami untuk mendaraskan upaya keadilan kami pada Sang Sabda sendiri. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s