Mengandalkan Tenaga dan Kuasa dari Yesus

Renungan Harian Misioner
Rabu Biasa Pekan XXV, 23 September 2020
P. S. Padre Pio dr Pietrelcina, Imam

Ams. 30:5-9; Mzm. 119:29,72,89,101,104,163; Luk. 9:1-6

Injil hari ini (Luk. 9:1-6) berkisah mengenai Yesus yang mengutus para murid-Nya dan membekali mereka dengan tenaga dan kuasa untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk menyembuhkan orang sakit. Tenaga dan kuasa yang diberikan Yesus bukanlah dalam bentuk benda-benda material, melainkan dalam wujud sabda. Sabda Yesus mempunyai kekuatan atau kuasa untuk mengubah dan memperbarui hidup manusia. Yesus memberikan para murid-Nya tenaga dan kuasa untuk berbicara dan bertindak atas nama-Nya, yaitu untuk mengusir roh-roh jahat, untuk menyembuhkan, dan untuk mewartakan sabda Allah. Dia memberikan tenaga dan kuasa dengan cinta dan kerendahan hati

Setelah memberi tenaga dan kuasa kepada para murid-Nya, Yesus berpesan agar mereka jangan membawa apa-apa dalam perjalanan menuju tempat-tempat perutusan. Mengapa Yesus berpesan kepada para murid-Nya, “Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju?” (Luk. 9:3). Yesus ingin menguji iman mereka dengan tidak memperbolehkan mereka membawa apa-apa di dalam perjalanan. Bekal (Yunani: pēra) yang dimaksud adalah dompet yang dibawa seorang pengemis. Yesus melarang murid-murid-Nya mengemis sebagaimana dilakukan penganut agama lainnya. Yesus hendak menekankan betapa pentingnya kemiskinan dalam roh dalam setiap tugas perutusan. Kemiskinan dalam roh membebaskan para utusan-Nya dari keserakahan dan keasyikan dengan apa yang mereka miliki. Yesus menghendaki para murid-Nya untuk mengandalkan diri-Nya dan bukan mengandalkan diri tenaga dan kuasa mereka sendiri.

Sebagai orang Kristiani, kita adalah murid-murid Yesus. Kita mesti bangga dan bersyukur atas posisi kita di hadapan Yesus. Kita pun dipanggil dan diutus oleh Yesus untuk mewartakan Kerajaan Allah. Meskipun kita sebetulnya tidak layak, lemah dan rapuh, Yesus berhendak untuk bekerja dalam dan melalui setiap kita demi kemuliaan-Nya. Yesus mengutus kita untuk mewakili Dia dalam kata dan perbuatan. Yesus tidak hanya memanggil dan mengutus kita untuk mewartakan Kerajaan Allah, tetapi lebih dari itu Ia memberikan kita tenaga dan kuasa agar kita sanggup mewartakan kabar keselamatan dan sanggup memberi kesaksian akan Kerajaan Allah kepada semua orang melalui cara hidup kita. Yesus, bahkan memberi jaminan bahwa Ia akan menyertai kita senantiasa sampai kepada akhir zaman (Mat. 28:20). Yesus mengajarkan kita untuk menggunakan kuasa demi kebaikan dan kesejahteraan sesama kita, bukan untuk kenikmatan dan kemuliaan diri sendiri sebagaimana yang ditawarkan oleh dunia.

Hari ini, kita memperingati pesta St. Padre Pio. Sejak kecil, St. Padre Pio mengalami penindasan setan dan kesehatannya buruk. Namun, kuasa Yesus menyertainya. Ia merupakan imam pertama yang menerima stigmata Kristus. Padre Pio menjalin persatuan akrab mesra dengan Tuhan melalui Ekaristi Kudus dan doa. Ia tulus menganggap dirinya sebagai orang yang tidak berguna, tidak layak menerima anugerah-anugerah Tuhan, penuh kelemahan dan cacat cela. Meski demikian, ia diberkati dengan karunia-karunia ilahi. Padre Pio dibebaskan dari kuasa setan dan disembuhkan oleh kuasa Yesus. St. Padre Pio telah menggunakan tenaga dan kuasa dari Yesus untuk membawa orang makin dekat dengan Allah dan membuat banyak orang makin berakar dalam iman akan Yesus.

Apakah kita siap dan bersedia untuk mennggunakan tenaga dan kuasa yang Yesus ingin kita praktikkan atas nama-Nya? Yesus telah mempercayakan kita dengan berbagai anugerah dan talenta. Apakah kita mau berpartisipasi dalam pelayanan-Nya, untuk melakukan apa yang Ia tawarkan kepada kita, dan untuk menjadi saksi kebenaran dan kuasa yang menyelamatkan bagi siapa saja yang kepadanya kita diutus? Marilah kita senantiasa menjalin hubungan yang akrab dengan Yesus melalui Ekaristi dan doa sebagaimana St. Padre Pio agar kita pun dianggap layak untuk menerima tenaga dan kuasa dari Yesus serta mengandalkan tenaga dan kuasa dari Yesus dalam segala tugas perutusan kita sebagai murid-murid Yesus.

(RP. Silvester Nusa, CSsR – Dosen STKIP Weetebula, NTT)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Hormat terhadap sumber daya alam: Semoga semua sumber daya bumi ini tidak dikuras dan dirampas dengan serakah, tetapi dibagikan dengan adil, disertai rasa syukur dan penghargaan terhadap alam. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Menciptakan udara bersih: Semoga dalam partisipasi untuk menciptakan udara bersih, keluarga-keluarga Katolik berinisiatif menjalankan sumbangan yang sederhana dengan menghijaukan lingkungannya masing-masing. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mempersembahkan tekad kami untuk mendaraskan upaya keadilan kami pada Sang Sabda sendiri. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s