Mengimani Yesus dengan Tulus

Renungan Harian Misioner
Sabtu, 26 September 2020
P. S. Kosmas dan S. Damianus

Pkh. 11:9 – 12:8; Mzm. 90:3-4,5-6,12-13,14,17; Luk. 9:43b-45

Menerima situasi yang berbeda dengan apa yang kita bayangkan memang sulit. Bahkan ketika peristiwa tersebut jelas dan sesuai dengan kenyataan, seringkali gagasan yang sudah tertanam di pikiran kita tidak mudah berganti begitu saja. Hal yang serupa dialami para murid ketika Yesus untuk yang kedua kalinya memperingatkan mereka akan sengasara-Nya. Para murid yang sebelumnya menyaksikan banyak mukjizat dan beberapa dari mereka justru melihat sendiri Yesus dimuliakan di atas gunung, masih berpikiran Yesus adalah Mesias versi mereka. Yesus akan terus mengadakan mukjizat, pembebaskan bangsa-Nya dari penjajahan Romawi, dan menjadi Raja seperti Daud.

Yesus ingin agar kehadiran-Nya dipahami dengan benar. Bahwa hidup-Nya merupakan tanda paling nyata Kasih Allah kepada manusia. Mukjizat yang terbesar adalah Yesus sendiri. Ia ingin menunjukkan bahwa bahkan penderitaan dan kematian tidak pernah melunturkan Kasih Allah. Yesus berharap para murid-Nya sanggup menerima kenyataan tersebut. Yesus dengan sabar menantikan para murid sanggup menerima-Nya sebagaimana mestinya, bukan sebagaimana gagasan para murid. “Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya” (Luk. 9:45). Hingga Yesus wafat di salib-pun para rasul belum mengerti. Hanya ketika Roh Kudus dicurahkan atas mereka dalam peristiwa Pentakosta-lah, mereka dimampukan untuk mengerti seluruh sejarah keselamatan dalam Kitab Suci.

Menerima Yesus sebagai Allah yang hadir bersama kita memang tidak semudah mengucapkan syahadat iman. Yesus senantiasa hadir dalam hidup kita. Roh Kudus-Nya telah dicurahkan pula atas diri kita masing-masing dalam pembaptisan dan penguatan. Kini yang kita perlukan adalah kerendahan hati untuk membuka diri menerima Yesus sebagaimana adanya. Itulah yang akan memampukan kita untuk mengasihi sesama dengan tulus, mengampuni orang-orang yang bersalah kepada kita dan saling meneguhkan saudari-saudara kita yang menderita, tersingkir dan membutuhkan uluran tangan kita. Roh Kudus sendiri yang akan menuntun diri kita menerima Yesus dan menjadikan kita anak-anak Bapa di Surga. Tuhan memberkati.

(Br. Kornelius Glossanto, SX – Missionaris Xaverian)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Hormat terhadap sumber daya alam: Semoga semua sumber daya bumi ini tidak dikuras dan dirampas dengan serakah, tetapi dibagikan dengan adil, disertai rasa syukur dan penghargaan terhadap alam. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Menciptakan udara bersih: Semoga dalam partisipasi untuk menciptakan udara bersih, keluarga-keluarga Katolik berinisiatif menjalankan sumbangan yang sederhana dengan menghijaukan lingkungannya masing-masing. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mempersembahkan tekad kami untuk mendaraskan upaya keadilan kami pada Sang Sabda sendiri. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s