Misi: Bijak Menjaga Perdamaian Dunia

Hari ke-3 Sabtu Imam, Renungan Bulan Misi
Sabtu, 3 Oktober 2020
Peringatan : St. Ewaldus Bersaudara, Martir

Bacaan : Ayb. 42:1-3,5-6,12-17
Injil : Luk. 10:17-24

“Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.” (Luk. 10:19)

Setiap menjelang hari Raya Pentakosta, pada umumnya Gereja mengadakan “Novena Roh Kudus”. Dalam Novena itu, salah satu yang dimohon adalah “Karunia Kebijaksanaan” atau “Roh Hikmat”. Apa sih sebenarnya, yang dimaksud dengan karunia kebijaksanaan? Karunia kebijaksanaan adalah karunia yang memungkinkan manusia untuk memiliki pengetahuan akan Tuhan dan segala sesuatu yang berhubungan dengan Tuhan. Karunia kebijaksanaan memungkinkan seseorang melihat segala sesuatunya dari kacamata Tuhan, maka orang ini dapat menimbang segala sesuatunya dengan tepat, mempunyai perspektif yang jelas akan kehidupan, melihat segala yang terjadi dalam kehidupannya dengan baik tanpa adanya kepahitan, dan dapat bersukacita meskipun di dalam penderitaan.

Bacaan Injil hari ini, berbicara tentang kembalinya ketujuh puluh murid Yesus. Mereka berbangga dan bersukacita karena telah berhasil menaklukkan setan-setan atas nama Yesus. Maka, Yesus menegaskan kepada mereka, kata-Nya: “Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu…” (Luk. 10:19). Kuasa yang Tuhan berikan kepada para murid-Nya dan kita juga, hendaknya kita gunakan dengan bijaksana. Dan lebih dari itu, Yesus mengatakan, “bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di surga”. Hal ini menunjukkan kepada kita, bahwa Kuasa Allah ada dalam diri kita sangatlah berharga di mata Tuhan, bahkan nama kita terdaftar di surga. Namun, hal ini janganlah membuat kita sombong dan merasa hebat, sehingga akhirnya tidak bisa berlaku bijak di tengah dunia ini.

Sebagai murid-murid Yesus yang telah diberi kuasa-Nya, hendaknya kita bertindak bijaksana, sadar diri, rendah hati dan mampu menempatkan diri sebagai ciptaan-Nya. Bila kita melihat kembali kisah penciptaan, Allah menciptakan alam semesta baik adanya. Setelah melihat semua baik adanya, maka Allah pun menciptakan manusia, sesuai gambar dan rupa Allah dan memberikannya kuasa atas alam semesta ini. Hal ini, senada dengan apa yang dikatakan dalam dokumen Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama. Dokumen ini mengatakan bahwa, “Dia adalah Pencipta yang telah membentuk kita dengan kebijaksanaan Ilahi-Nya yang telah memberikan kita karunia kehidupan untuk dilindungi” (art. 23).

Allah yang menciptakan kita semua, telah memercayakan bumi ini kepada kita. Maka kita sebagai umat manusia hendaknya menjaga bumi kita dengan kebijaksanaan Ilahi, dengan penuh cinta kasih, dan tanggung jawab. Orang bijak tidak egois, tidak mementingkan dirinya sendiri sebaliknya dapat menyeimbangkan kepentingan pribadi dan umum. Dengan keseimbangan tersebut akan menciptakan lingkungan yang harmonis dan damai, yang berawal dari dirinya sendiri. Maka, sudah sewajarnya kalau sejak dini kita mengajarkan kepada anak-anak untuk belajar menghargai perbedaan. Agar kelak mereka selalu menjaga perdamaian dunia.

Misi kita hari ini: menjadi pribadi yang bijak, bersama-sama memakai karunia kehidupan serta kuasa yang Tuhan berikan kepada kita menjaga dunia ini. (YH)

(Sr. Yohana Halimah, SRM – Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Partisipasi kaum awam: Semoga dengan keutamaan sakramen baptis, para awam, terutama kaum perempuan, dapat semakin ikut berpartisipasi dalam berbagai bidang tanggung jawab gerejawi. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Berbahasa lembut: Semoga umat Katolik mau mengutamakan bahasa yang lemah lembut sebagai upaya menciptakan persahabatan dan persaudaraan di tengah kemelut komunikasi media sosial yang cenderung pedas, mengancam, dan merusak dewasa ini. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mempersembahkan kaum muda kami agar terus menerus belajar membela keadilan bagi siapa pun. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s