Misi: Memilih yang Terbaik “Tinggal Bersama Tuhan”

Hari ke-6, Renungan Bulan Misi
Selasa, 6 Oktober 2020
Peringatan : St. Bruno

Bacaan : Gal. 1:13-24
Injil : Luk. 10:38-42

“Tetapi Tuhan menjawabnya: Marta, Marta, engkau khawatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.” (Luk. 10: 41-42)

Sering kali dunia menyibukkan diri kita. Kita bangun setiap pagi dengan kepala yang telah penuh dengan agenda kegiatan yang akan kita kerjakan hari itu. Tugas, janji, rencana, rapat, dll. Kita sibuk dengan segala yang harus kita kerjakan. Kita bergerak dengan cepat, secepat yang kita sanggup, karena waktu berharga. Dan ‘waktu’ dalam nilai ekonomisnya adalah uang; uang itu penting. Jika pun uang bukan tujuan akhirnya, pasti ada sesuatu yang lain yang sangat penting di balik semua kesibukan kita itu, yang sering menghanyutkan kesadaran kita akan makna hidup. Pencapaian mungkin? Prestasi? Kepuasan? Tuntutan diri atau tuntutan dari manusia lain?

Terkadang kita berpikir bahwa hidup harus kita jalani dengan sebaik-baiknya dengan cara melakukan sebanyak-banyaknya aktivitas. Kuantitas atau jumlah yang kita jadikan tolak ukur. Bukan kualitas atau kedalaman yang kita prioritaskan. Dan ketika tiba-tiba sebuah virus datang, memberangus gerak kita masing-masing dan memenjarakan fisik kita di dalam bangunan yang bernama rumah, banyak yang merasa hidupnya terampas. Terpenjara tanpa jeruji penjara. Hidup seakan kehilangan jiwa.

Yesus tidak membela Marta yang mengeluh mengenai Maria. Mengapa? Bagi Yesus, Marta disibukkan oleh banyak perkara yang tidak penting. Padahal, yang Marta lakukan adalah melayani orang-orang dan Tuhan. Sementara Maria terlihat seperti tidak melakukan banyak, bahkan seperti tidak melakukan apa-apa! Duduk diam mendengarkan. Tampak seperti gestur yang pasif, bukan? Tidak. Maria tidak pasif. Seperti yang Yesus katakan, Maria telah memilih bagian yang terbaik, melepaskan dirinya dari semua perkara yang tidak penting, dan memilih bagian yang terbaik: duduk dengan fokus penuh pada Tuhan!

Kapan terakhir kita duduk diam, melepaskan jerat duniawi, dan benar-benar diam bersama Tuhan, mendengarkan-Nya? Bukan sekedar duduk mendaraskan doa sementara pikiran kita berlari ke mana-mana, atau sekedar bersikap ibadah sementara hati kita tak juga lepas dikuasai rupa-rupa perkara dan keinginan duniawi. Tinggal bersama-Nya berarti benar-benar memberikan hati, pikiran dan diri, “diam” bersama-Nya.

Mari kita coba renungkan hidup kita, diri kita dan pelayanan kita. Dunia akan tetap berputar dengan cepat, lalu apakah kita akan mampu berdiri teguh, tidak ikut terseret dalam arus putaran itu yang dapat menghilangkan kesadaran kita akan pentingnya kehadiran sang Pencipta di dalam keseharian kita?

Terkadang, ketika kita menemukan orang-orang yang mampu diam tinggal bersama Tuhan, seperti Maria, kita menjadi seperti Marta. Kita mengeluh dan mengecam karena mereka seakan-akan tidak berbuat sesuatu seperti halnya kita, yang banyak berbuat. Manusia, acap kali menginginkan orang lain serupa dengan dirinya, bukan hanya dari perilaku namun juga pemikiran, ekspresi, keyakinan dan pilihan-pilihan yang diambil. Kita masih gagap menerima perbedaan sebagai tanda keberagaman. Kita masih belum fasih membaca nilai keindahan dari setiap perbedaan. Dan kita sering kali amnesia mengenai hak yang dimiliki diri kita sendiri dan juga berarti hak yang sama yang dimiliki setiap orang, yaitu: kebebasan!

Bapa Suci Paus Fransiskus dalam dokumen Persaudaraan Manusia menulis: Kebebasan adalah hak setiap orang; setiap individu menikmati kebebasan berkeyakinan, berpikir, berekspresi dan bertindak. Dari sumber hikmat Ilahi inilah berasal hak dan kebebasan berkeyakinan dan kebebasan untuk berbeda (art. 27).

Misi kita hari ini: memilih yang terbaik dengan menghargai hak bebas orang lain dan terus tinggal bersama Tuhan. (BIL)

(Angel – Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Partisipasi kaum awam: Semoga dengan keutamaan sakramen baptis, para awam, terutama kaum perempuan, dapat semakin ikut berpartisipasi dalam berbagai bidang tanggung jawab gerejawi. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Berbahasa lembut: Semoga umat Katolik mau mengutamakan bahasa yang lemah lembut sebagai upaya menciptakan persahabatan dan persaudaraan di tengah kemelut komunikasi media sosial yang cenderung pedas, mengancam, dan merusak dewasa ini. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mempersembahkan kaum muda kami agar terus menerus belajar membela keadilan bagi siapa pun. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s