Misi: Jangan Malas! Bekerja dan Berdoalah!

Hari ke-8, Renungan Bulan Misi
Kamis, 8 Oktober 2020
Peringatan : St. Sergius & Bakhus

Bacaan : Gal. 3:1-5
Injil : Luk. 11:5-13

“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” (Luk. 11:9)

Berbeda dengan para penganut ateisme yang tidak percaya akan keberadaan Tuhan, penganut agnostisisme memiliki pandangan bahwa “alasan yang dimiliki manusia tidak mampu memberikan dasar rasional yang cukup untuk membenarkan keyakinan bahwa Tuhan itu ada atau keyakinan bahwa Tuhan itu tidak ada” (Wikipedia, Agnostisisme).

Kita, orang Kristiani percaya dalam iman bahwa Tuhan itu ada, dan alam semesta beserta isinya diciptakan oleh-Nya. Agama mengajarkan kepada kita bahwa manusia diciptakan oleh Allah dan senantiasa berada dalam kuasa-Nya. Manusia tidak menjadi hebat dan kuat karena dirinya sendiri. Manusia penuh dengan kelemahan dan keterbatasan. Asalnya hanya dari debu tanah, dan akan kembali ke tanah ketika waktunya telah tiba. Namun karena cinta Tuhan kepada manusia, maka kita dihembusi dengan Roh Allah, sehingga bernyawa dan hidup! Demikianlah hidup adalah pemberian Tuhan. Hadiah, tanda cinta.

Lalu bagaimanakah seharusnya manusia menjalani kehidupannya? Jika manusia dicintai Allah, menjadi kesayangan-Nya, bukankah seharusnya kita cukup berseru dan meminta ketika kita membutuhkan sesuatu? Bukankah Allah itu Mahakuasa? Untuk apa kita bersusah payah jika Allah dalam sekejap bisa memberikan segalanya? Bukankah itu pula yang menyebabkan kita memiliki kursi prioritas, dibandingkan mereka yang ateis dan agnostik: kita punya Allah yang menyediakan segala sesuatunya, tanpa kita harus berusaha?

Salah satu kelemahan yang dimiliki manusia adalah kemalasan. Kita sering kali manja dan menjadi arogan disebabkan keyakinan kita karena memiliki Allah yang penuh kasih dan Mahakuasa. Lalu kita menganggap cukup dengan meminta, Allah pasti memberikan. Bukankah ada tertulis dalam Injil Lukas: “Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan?” (Luk. 11:10).

Dari awal penciptaan Allah memberikan alam dan segala isinya dalam penguasaan manusia. Tapi Allah juga memberikan akal budi dan hikmat kepada manusia, agar dapat mengelola alam dengan bekerja! Manusia menggarap tanah dan tanah memberikan hasil. Karena keserakahan manusialah, yang menginginkan hasil yang banyak secara instan, sekali lagi, manusia sering diperdaya oleh kuantitas dan kecepatan/waktu; sehingga kehilangan hikmat. Alam dieksploitasi oleh manusia, diperlakukan dengan dorongan nafsu penguasaan, tapi diabaikan dalam perawatan. Lalu ketika keseimbangan alam itu hilang, dan terjadi bencana, manusia beragama ini menengadah dan berteriak pada Tuhan: “Mengapa Engkau biarkan kami menderita, ya Tuhan?”

Ketika Allah menciptakan, bukan Diri-Nya saja yang berperan. Allah mengambil waktu istirahat karena ingin memberikan tempat pada manusia untuk ikut berkarya. Manusia harus mengambil bagian dalam proses penciptaan, karena manusia merupakan ciptaan yang lahir dari Sang Pencipta. Manusia dibuat serupa dengan Allah Pencipta. Untuk itu janganlah kita salah artikan ayat-ayat Injil Lukas bacaan hari ini. Meminta bukan berarti sekedar menyodorkan tangan terbuka, menunggu pasif diberi oleh Bapa. Sebaliknya meminta berarti bekerja – berbuat – berkarya, dengan sekuat kemampuan manusiawi kita dan kemudian datang berlutut di hadapan-Nya dengan penuh kerendahan hati, mengakui keterbatasan kita dan berdoa memohon Dia mau memberkati setiap pekerjaan kita.

Agama tidak menjadikan kita arogan, apalagi malas. Sebaliknya agama menjaga kerendahan hati kita untuk selalu ingat meletakkan rasa hormat kita pertama-tama kepada Sang Pencipta.

Tertulis pada dokumen Persaudaraan Manusia: Tujuan pertama dan terpenting dari agama adalah percaya pada Allah, untuk menghormati-Nya dan untuk mengundang semua perempuan dan laki-laki untuk memercayai bahwa alam semesta ini bergantung pada Allah yang mengaturnya (art. 23).

Misi kita hari ini: jangan malas! Rajin bekerja dan berdoa adalah wujud iman kita akan kesetiaan dan pemeliharaan Allah. (BIL)

(Angel – Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Partisipasi kaum awam: Semoga dengan keutamaan sakramen baptis, para awam, terutama kaum perempuan, dapat semakin ikut berpartisipasi dalam berbagai bidang tanggung jawab gerejawi. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Berbahasa lembut: Semoga umat Katolik mau mengutamakan bahasa yang lemah lembut sebagai upaya menciptakan persahabatan dan persaudaraan di tengah kemelut komunikasi media sosial yang cenderung pedas, mengancam, dan merusak dewasa ini. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mempersembahkan kaum muda kami agar terus menerus belajar membela keadilan bagi siapa pun. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s