Misi: Menghasilkan Buah Roh

Hari ke-14, Renungan Bulan Misi
Rabu, 14 Oktober 2020
Peringatan : St. Kalistus 1, Paus Mrt.

Bacaan : Gal. 5:18-25
Injil : Luk. 11:42-46

“Sebaliknya, kalau orang-orang dipimpin oleh Roh Allah, hasilnya ialah: mereka saling mengasihi, mereka gembira, mereka mempunyai ketenangan hati, mereka sabar dan berbudi, mereka baik terhadap orang lain, mereka setia, mereka rendah hati dan selalu sanggup menguasai diri.” (Gal. 5:22-23)

Pada tanggal 25 Mei 2020 yang lalu, kita memperingati 25 tahun ensiklik yang diterbitkan oleh Santo Yohanes Paulus II, Ut unum sint. Dalam suratnya untuk peringatan tersebut, Bapa Paus Fransiskus memanggil semua umat untuk membarui komitmen untuk kerjasama ekumenis. Bapa Paus menulis bahwa beliau mengucapkan syukur kepada Tuhan untuk perjalanan yang telah diizinkan-Nya terjadi sebagai orang-orang Kristen dalam sebuah persekutuan penuh. Dan Bapa Paus mengingatkan agar kita tidak seharusnya kekurangan iman dan rasa syukur atas apa yang telah dicapai saat ini, meskipun beliau ikut merasakan adanya ketidaksabaran dari beberapa pihak yang ingin melihat kemajuan yang lebih besar.

Penggalan kalimat Bapa Paus yang patut kita renungkan bersama: Pertumbuhan dalam pengetahuan dan penghargaan timbal balik di antara umat Kristen yang terpisah, dialog teologis dan dialog amal yang sedang berlangsung, serta berbagai bentuk kerjasama ekumenis dalam kehidupan sehari-hari, sebagai langkah positif yang telah diambil sejak Konsili Vatikan II “untuk menyembuhkan luka berabad-abad dan ribuan tahun” (Vatican News, Pope renews ecumenical commitment on anniversary of Ut unum sint).

Umat Katolik dan Kristen sama-sama percaya kepada Allah Bapa, Tuhan Yesus dan Roh Kudus yang sama. Kita bahkan memiliki Kitab Suci yang isinya persis sama (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru). Hanya saja di dalam Alkitab umat Katolik ada tambahan kitab-kitab Deuterokanonika. Dalam Surat Rasul Paulus kepada umat di Galatia, diingatkan bahwa, “Sebaliknya, kalau orang-orang dipimpin oleh Roh Allah, hasilnya ialah: mereka saling mengasihi, mereka gembira, mereka mempunyai ketenangan hati, mereka sabar dan berbudi, mereka baik terhadap orang lain, mereka setia, mereka rendah hati dan selalu sanggup menguasai diri (Gal. 5:22-23).

Kita dan saudara-saudari kita umat Kristen merupakan orang-orang yang dipimpin oleh Roh Allah, untuk itu kita harus saling mengasihi dan terutama memiliki kerendahan hati serta sanggup menguasai diri kita. Ada persamaan yang mendasar antara iman umat Katolik dan umat Kristen, namun tidak dapat kita pungkiri bahwa juga ada perbedaan pada hal-hal yang lain dalam keyakinan yang dipegang masing-masing pihak. Sejarah telah tertulis, dan kita tidak dapat menghapus atau mengubah bagian yang kurang baik dari sejarah tersebut. Namun, bersandar pada pesan Bapa Paus Fransiskus, kita hendaknya tidak kekurangan iman dan rasa syukur. Banyak gerakan dan usaha yang dilakukan untuk dialog dan kerjasama ekumenis yang kesemuanya itu merupakan langkah positif untuk menyembuhkan luka yang telah tertulis dalam sejarah kita.

Bapa Paus Fransiskus dalam dokumen Persaudaraan Insani untuk Perdamaian Dunia menuliskan: Inilah yang kami harapkan dan usahakan agar mencapai tujuan untuk menemukan perdamaian universal yang dapat dinikmati oleh semua orang dalam hidup ini. (art. 44).

Dengan Roh Allah dalam diri kita masing-masing, mari kita teruskan upaya perdamaian dan kerjasama ekumenis dengan saudara-saudari Kristen kita. Semua itu kita lakukan sebagai wujud buah-buah roh dari Roh Allah sendiri yang telah berkenan hadir dan tinggal di dalam diri serta kehidupan kita semua.

Misi kita hari ini: mengusahakan hidup yang menghasilkan buah-buah roh, untuk perdamaian universal dengan jalan saling menghormati orang lain, mengasihi, bergembira, menjaga ketenangan hati, sabar setia dan rendah hati. (BIL)

(Angel – Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Partisipasi kaum awam: Semoga dengan keutamaan sakramen baptis, para awam, terutama kaum perempuan, dapat semakin ikut berpartisipasi dalam berbagai bidang tanggung jawab gerejawi. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Berbahasa lembut: Semoga umat Katolik mau mengutamakan bahasa yang lemah lembut sebagai upaya menciptakan persahabatan dan persaudaraan di tengah kemelut komunikasi media sosial yang cenderung pedas, mengancam, dan merusak dewasa ini. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mempersembahkan kaum muda kami agar terus menerus belajar membela keadilan bagi siapa pun. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s