Misi: Menjadi Kudus dengan Menjaga Ciptaan

Hari ke-15, Renungan Bulan Misi
Kamis, 15 Oktober 2020
Peringatan : St. Teresia dari Avilla, Perawan

Bacaan : Ef. 1:1-10
Injil : Luk. 11:47-54

“Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.” (Ef. 1:4)

Rusaknya relasi dengan alam ciptaan, ketika manusia pertama jatuh ke dalam dosa. Manusia tidak lagi dimanja oleh alam, tetapi manusia harus bekerja keras, membanting tulang untuk menggarap alam agar bisa hidup. Alam pun tidak lagi bersahabat dengan manusia dan bahkan memusuhinya; berbagai hewan berbahaya hadir dan mengancam keselamatan manusia, berbagai bentuk bencana alam pun terjadi di mana-mana. Alam bukan lagi ungkapan dan kemuliaan dan keagungan Tuhan, tetapi berubah menjadi obyek untuk memuaskan keserakahan manusia.

Rasul Paulus menulis kepada Jemaat di Efesus tentang kekayaan orang-orang yang terpilih. Paulus bersyukur dan memuji Allah yang telah mengaruniakan berkat Rohani dari sorga kepada kita. Allah telah memilih kita sejak semula, supaya kita kudus dan tak bercacat. Allah telah menjadikan kita anak-anak-Nya, karena kasih karunia, atas kerelaan kehendak-Nya. Bagaimana caranya, agar kita yang telah dipilih Allah, tetap menjadi kudus seperti yang Allah inginkan kepada kita?

Injil hari ini mengajarkan kita agar tegas dan tidak kompromi terhadap berbagai hal yang bertentangan dengan kehendak Allah, merendahkan martabat manusia, dan merusak hidup bersama. Menjadi murid Kristus bukan hanya harus baik, tetapi juga berani dan tegas untuk bersikap, terlebih dalam melawan hal-hal yang membuat kita jatuh ke dalam dosa. Doa mengarahkan manusia untuk kembali menghargai alam dan bersahabat dengannya, melihat alam sebagai pewahyuan Allah, mengembalikan rasa kagum dan cinta terhadap lingkungan hidup.

Bagaimana cara kita menjadi kudus? Bagi Paus Fransiskus, yang perlu kita lakukan adalah “menjalani hidup kita dalam cinta” dan “memberi kesaksian” tentang Tuhan dalam semua yang kita lakukan (Eksortasi Apostolik “Gaudete et Exsultate” – Bersukacita dan Bergembiralah). Memberi kesaksian akan cinta Tuhan berarti kita turut ikut menjaga ciptaan alam yang telah Tuhan anugerahkan kepada kita. Kita wajib menjaga dan memelihara dengan baik serta bijaksana. Melalui pertobatan ekologis kita diudang untuk ikut serta menjaga alam semesta, dan ciptaan.

Menjaga kekudusan dengan menjaga ciptaan adalah bagian dari tugas kita sebagai orang beriman. Kita dipanggil di tengah-tengah dunia unutk menjadi saksi cinta kasih Allah yang benar. Allah telah menciptakan alam semesta dengan baik agar manusia dapat memeliharanya dengan baik pula. Sebagaimana Allah menciptakan baik adanya. Itulah yang dikehendaki Allah. Hanya orang yang hidup dalam anugerah Allah diberi kemampuan untuk menyadari akan anugerah yang indah ini.

Dalam Dokumen Persaudaraan tertulis: Orang-orang beriman dipanggil untuk mengungkapkan persaudaraan manusia ini dengan melestarikan ciptaan dan seluruh alam semesta yang mendukung semua orang terutama mereka yang miskin dan mereka yang paling membutuhkan (art. 1).

Misi kita hari ini: membangun dan melestarikan ciptaan alam semesta, dengan memerhatikan orang miskin dan mereka yang paling membutuhkan. (YH)

(Sr. Yohana Halimah, SRM – Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Partisipasi kaum awam: Semoga dengan keutamaan sakramen baptis, para awam, terutama kaum perempuan, dapat semakin ikut berpartisipasi dalam berbagai bidang tanggung jawab gerejawi. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Berbahasa lembut: Semoga umat Katolik mau mengutamakan bahasa yang lemah lembut sebagai upaya menciptakan persahabatan dan persaudaraan di tengah kemelut komunikasi media sosial yang cenderung pedas, mengancam, dan merusak dewasa ini. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mempersembahkan kaum muda kami agar terus menerus belajar membela keadilan bagi siapa pun. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s