Misi: Taat Tuntunan Roh Kudus

Hari ke-17, Renungan Bulan Misi
Sabtu, 17 Oktober 2020
Peringatan : St. Ignatius dari Antiokhia

Bacaan : Ef. 1:15-23
Injil : Luk. 12:8-12

“Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu lakukan.” (Luk. 12:12)

Menjadi seorang pengikut Yesus tidak selalu mudah. Terkadang mungkin kita merasa takut dan tidak percaya diri untuk mengungkapkan iman akan Yesus Kristus. Selain karena ada tekanan dari pihak luar juga terutama karena kekurangpercayaan kita kepada Tuhan sebagai anak-anak-Nya.

Rasul Paulus dalam suratnya kepada Jemaat di Roma mengatakan, “Semua orang yang dipimpin Roh Allah adalah anak anak Allah” (Rm. 8:14). Dengan pembaptisan yang kita terima, kita dijadikan anak-anak Allah dan kita menerima Roh Kudus. Orang yang hidup dan digerakkan oleh Roh Kudus, tidak akan pernah takut bersaksi tentang kebenaran. Sebab ia tidak berkata-kata dan bertindak dari dirinya sendiri, melainkan dari apa yang dikatakan dan dikehendaki oleh Allah sendiri. Allah menghendaki kita berjalan dalam kebenaran. Setiap orang yang dipimpin oleh Roh Allah, akan hidup menurut roh Allah. Apakah yang dikehendaki oleh Allah dalam hidup kita? Allah menghendaki agar kita hidup dalam roh bukan hidup menurut daging. Hidup menurut roh yaitu hidup penuh cinta kasih, damai, sukacita, tidak mementingkan diri sendiri. Roh Kudus yang akan mengajarkan bagaimana kita harus hidup seturut kehendak-Nya.

Dalam bacaan pertama, Rasul Paulus tak henti-henti mengucap syukur dan memohon kepada Allah, agar seluruh umatnya diberikan Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Allah yang benar. Paulus berharap agar mereka mempunyai mata hati yang terang dan mengerti pengharapan yang terkandung dalam panggilannya. Paulus menyadarkan bahwa panggilan hidup orang Kristen, mengenal Allah secara benar dan taat kepada-Nya, yaitu Roh Kebenaran, dalam Roh Kudus. Roh Kudus yang akan menuntun setiap orang kepada jalan kebenaran dan keselamatan.

Injil hari ini memberikan peneguhan kepada kita. Roh Kudus yang mengajar kita, apa yang harus kita katakan dan kita lakukan. Kita diajak untuk tetap teguh beriman kepada Kristus. Pengakuan iman itu diwujudkan dengan menjadi pribadi yang jujur, bertanggung jawab dalam menjalankan tugas dan pekerjaan sehari-hari.

Dalam pergaulan di tengah masyarakat, kita perlu menunjukkan jati diri kita sebagai pengikut Kristus. Hidup saling tolong menolong, berbelas kasih dan saling menghormati satu dengan yang lainnya. Kita yang digerakkan dan dituntun oleh Roh Kudus adalah penjuang dan pencinta kebenaran. Sebab hanya orang yang mencintai kebenaran secara nyata menunjukkan keberpihakannya pada Allah. Allah yang penuh kasih, yang menuntun hidup kita pada keselamatan dan sukacita sejati.

Dalam dokumen tentang Persaudaraan Manusia Paus Fransiskus mengundang semua orang yang memiliki iman kepada Allah dan kepercayaan terhadap persaudaraan manusia untuk bersatu dan bekerja sama sehingga dapat menjadi paduan bagi generasi mendatang untuk memajukan budaya saling menghormati dalam kesadaran akan rahmat Ilahi yang agung dan menjadikan semua manusia sebagai saudara dan saudari (art. 3).

Misi kita hari ini: mewujudkan iman dalam kesatuan dan kerjasama yang disadari rahmat Ilahi. (YH)

(Sr. Yohana Halimah, SRM – Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Partisipasi kaum awam: Semoga dengan keutamaan sakramen baptis, para awam, terutama kaum perempuan, dapat semakin ikut berpartisipasi dalam berbagai bidang tanggung jawab gerejawi. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Berbahasa lembut: Semoga umat Katolik mau mengutamakan bahasa yang lemah lembut sebagai upaya menciptakan persahabatan dan persaudaraan di tengah kemelut komunikasi media sosial yang cenderung pedas, mengancam, dan merusak dewasa ini. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mempersembahkan kaum muda kami agar terus menerus belajar membela keadilan bagi siapa pun. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s