Misi: Membangun Jembatan, Bukan Tembok Pemisah

Hari ke-20, Renungan Bulan Misi
Selasa, 20 Oktober 2020
Peringatan : St. Irene dari Portugal

Bacaan : Ef. 2:12-22
Injil : Luk. 12:35-38

“Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan.” (Ef. 2:14)

Pada bulan Oktober 2019, ikut merayakan Bulan Misi yang dicanangkan oleh Bapa Paus Fransiskus, Komisi Penyebaran dan Pemasaran Alkitab Lembaga Alkitab Indonesia untuk pertama kalinya mengadakan misi oikoumene, yang bekerja sama dengan Pusat Pastoral Keuskupan Weetebula. Misi yang dinamakan “Misi Sumba” ini dibagi dalam dua kegiatan: pertama, pembagian Alkitab kepada umat Kristen dan Katolik; yang kedua, “Bible Engagement” bagi siswa-siswi SMP dan SMA yang beragama Kristen dan Katolik, yang berasal dari sekolah negeri maupun sekolah Katolik.

Tema yang diangkat untuk “Bible Engagement” ini adalah “Menjalin Jembatan Persaudaraan Murid-Murid Kristus”. Kegiatan yang diadakan selama tiga hari dua malam itu diikuti oleh sekitar 600 orang muda yang begitu antusias dan haus akan pengajaran Firman Allah. Salah seorang remaja ketika berbicara dalam kelompoknya mengenai topik perbedaan agama, menyatakan komitmennya: “Saya akan berusaha untuk menjelaskan kepada teman-teman yang berbeda agama, bahwa cara beribadah kita berbeda namun satu tujuan”.

Kegiatan positif ini dirasakan sangat penting untuk terus dilakukan, terutama bagi generasi muda. Orang muda diharapkan menjadi sponsor kerjasama antara umat Kristen dan Katolik, membangun jembatan persaudaraan murid-murid Yesus dan bukan membangun tembok yang memisahkan melalui konflik. Konflik hanya akan membawa kerugian bukan keuntungan, sementara kerjasama pasti membawa keuntungan bagi semua pihak.

Pendeta Nanda Weru, STH, yang merupakan salah satu tokoh yang aktif menyerukan kerjasama ekumenis di Sumba, dalam sesi Talk Show mengatakan kepada para orang muda, “Ini adalah doa Yesus. Ini harapan Yesus agar kita sungguh menjadi jembatan persaudaraan dunia ini lewat persaudaraan dan cinta kasih di antara kita. Kita harus benar-benar saling memandang, bukan hanya sekedar sopan santun karena kamu Katolik dan kita sama-sama Kristen. Bukan. Tapi kita betul-betul dipersatukan oleh Yesus dalam karya Roh Kudus-Nya sekarang ini untuk membawa dunia ini…”

Agama adalah panduan kita untuk berjalan dengan baik dan benar di dunia. Melalui agama diajarkan kepada kita nilai-nilai spiritualitas dan iman. Dasarnya adalah kebaikan, bukan hanya kebaikan untuk diri sendiri, kaum sendiri, atau kebaikan yang ekslusif, namun sebaliknya hakikat kebaikan adalah bahwa kebaikan itu bersifat universal, inklusif, tidak membeda-bedakan, tidak mengkhususkan, dan terbuka untuk siapa saja.

Apa yang terjadi di dunia kita adalah banyak yang menggunakan agama sebagai dasar untuk menciptakan konflik. Orang menghasut, membenci, melakukan kekerasan baik secara verbal, tulisan, mental dan fisik, penindasan serta pengasingan karena dibutakan oleh fanatisme akan agama tertentu. Yang paling buruk dari semua itu adalah terorisme yang mengatasnamakan agama.

Mari kita dengarkan seruan Bapa Paus Fransiskus yang dituliskan dalam Dokumen Persaudaraan Manusia: Karena itu kami menyerukan kepada semua pihak agar berhenti menggunakan agama untuk menghasut kepada kebencian, kekerasan, ektremisme dan fanatisme buta, dan menahan diri dari menggunakan nama Allah untuk membenarkan tindakan pembunuhan, pengasingan, terorisme dan penindasan (art. 24).

Misi kita hari ini: membangun jembatan-jembatan persaudaraan, bukan malah membangun tembok-tembok pemisah dengan berbagai alasan. (BIL)

(Angel – Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Partisipasi kaum awam: Semoga dengan keutamaan sakramen baptis, para awam, terutama kaum perempuan, dapat semakin ikut berpartisipasi dalam berbagai bidang tanggung jawab gerejawi. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Berbahasa lembut: Semoga umat Katolik mau mengutamakan bahasa yang lemah lembut sebagai upaya menciptakan persahabatan dan persaudaraan di tengah kemelut komunikasi media sosial yang cenderung pedas, mengancam, dan merusak dewasa ini. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mempersembahkan kaum muda kami agar terus menerus belajar membela keadilan bagi siapa pun. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s